Home  / 
Dicopot dari Dirut Pertamina, Elia: Saya Terima dengan Lapang Dada
* Pengamat Sebut Elia Membangkang
Senin, 23 April 2018 | 12:08:19
Jakarta (SIB) -Elia Massa Manik resmi dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Posisinya kini digantikan sementara oleh Nicke Widyawati sebagai Plt Direktur Utama sekaligus Direktur SDM.

Sehari setelah dicopot dari Dirut Pertamina, Elia menuliskan kesan dan pesannya kepada para awak media. Elia menerima keputusan para pemegang saham dengan lapang dada, ia juga menilai jabatan yang diembannya 13 bulan ke belakang bukanlah segalanya.

"Saya menerima keputusan pemegang saham (organ tertinggi di dalam korporasi) dengan lapang dada. Ini yang terbaik yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa saat ini. Kalaulah boleh jangan dibuat polemik, karena jabatan bukan segalanya, hanya sarana untuk berkontribusi," bunyi pesan Elia yang dikutip, Sabtu (21/4).

Selepas mengemban jabatan tertinggi Pertamina, ia berpesan kepada jajaran di perusahaan migas pelat merah tersebut, yaitu untuk terus bekerja keras mengejar ketertinggalan dengan perusahaan migas lainnya. Selain itu, Elia juga berpesan untuk bekerja jujur, tulus, amanah, dan loyal ke perusahaan, bukan kepada individu.

"Mudah-mudahan benih-benih baik yang sudah ditanam, dipelihara, dan akan dimekarkan oleh Yang Maha Kuasa pada saatnya. Tentu kritik juga perlu dan saya terima dengan terbuka," kata Elia.

Estafet kepemimpinan ke jajaran yang baru, lanjut Elia, perlu didukung agar ketahanan energi nasional bisa tercapai. Ia juga meminta maaf jika ada kata dan perbuatan yang kurang berkenan.

"Dukung Pertamina di bawah kepimpinan yang baru nantinya untuk dapat mengambil bagian dalam mewujudkan ketahanan energi RI ke depan. Satu kehormatan bisa mengenal dan bekerja sama dengan bapak/ibu semua. Mohon maaf lahir batin, bila ada kata dan perbuatan yang tidak berkenan selama ini," tutup Elia.

Berikut tulisan lengkap Elia
Kawan2 Pemred dan Pemerhati Media semua.... Terimakasih yang tulus utk segala perhatian dan dukungan kpd saya selama 13 bulan menjabat sebagai Dirut Pertamina... Saya menerima keputusan Pemegang Saham (organ tertinggi di dalam Korporasi) dng lapang dada.. Ini yang terbaik yang diberikan Tuhan YMK saat ini.

Kalaulah boleh jangan dibuat polemik, karena jabatan bukan segalanya, hanya sarana utk berkontribusi. Pesan yang titipkan kepada semua kawan di Pertamina hanya 2 (dua) dan merupakan pesan yang paling sering saya sampaikan selama ini; 1. Perubahan Mindset. Perlu kerja keras untuk mengejar ketertinggalan, karena di habitatnya Pertamina sangat kecil dibandingkan dengan NOC2 lainnya (menyangkut fundamental industry yg very high risk, very high capital intensive, high technological exposure dan menguasai hajat hidup orang banyak), sehingga sangat highly regulated.(terus upayakan updating ke regulator ttg regulasi2 yg dibutuhkan). 2. Terus mengajarkan cara bekerja Jujur Tulus Amanah, dan Loyal ke Institusi bukan Individu di dalam dan luar perusahaan (fundamental human capital).

Walau saya sudah melakukan yang terbaik, tentu saya tidak sempurna, dan mungkin belum banyak yang bisa saya lakukan selama 13 bulan. Mudah2an benih2 baik yang sudah ditanam dipelihara dan akan dimekarkan oleh YMK pada saatnya.. Tentu kritik juga perlu dan saya terima dengan terbuka.. Dukung Pertamina di bawah kepimpinan yang baru nantinya untuk dapat mengambil bagian dalam mewujudkan Ketahanan Energi RI ke depan....Satu kehormatan bisaa mengenal dan bekerjasama dengan bapak/ibu semua.. Mohon maaf lahir batin, bila ada kata dan perbuatan yang tidak berkenan selama ini. Salam.. Lets Move On..

Membangkang
Sementara itu, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai Elia Massa Manik dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pertamina karena membangkang.

Dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Fahmy berujar, Elia telah membangkang atas kebijakan pemerintah yang memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Fahmy menyatakan Elia lebih mementingkan keuntungan korporasi.

Elia, ucap Fahmy, sadar bahwa kebijakan tidak menaikkan harga BBM memiliki potential lost yang besar bagi Pertamina. Namun, menurut Fahmy, Pertamina memiliki sumber pendapatan lain untuk menutup kerugian itu.

"Ada usaha-usaha lain yang bisa dikonvensikan. Selain itu, Pertamina bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah," tuturnya.

Fahmy mengatakan manuver pembangkangan Elia terhadap pemerintah itu justru membahayakan. Elia, ucap dia, mengurangi pasokan Premium di Jawa, Madura, dan Bali. Manuver itu dapat dilihat dari banyaknya kelangkaan Premium di stasiun pengisian bahan bakar umum. "Ini menyebabkan masalah sosial, timbul kegaduhan," ujar Fahmy.

Alasan terakhir Elia pantas diganti, menurut Fahmy, berhubungan dengan kasus tumpahnya minyak di Balikpapan. Fahmy menuturkan Elia tidak menunjukkan sikap yang pantas untuk mengakui bahwa dalam kasus itu terdapat kelalaian Pertamina. "Seharusnya secara jantan mengaku saja," katanya. (detikcom/T/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kedai Rakyat Ramaikan Destinasi Kuliner Medan
PTN Sudah Terpapar Paham Radikal
Tim WFQR Lanal Sibolga Amankan 2 Kapal Bom Ikan
Tren Teroris Bawa KTP: London, Paris, Hingga Surabaya
Konsumen Perumahan Griya Mencirim Indah Pertanyakan Uang Tambahan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU