Home  / 
Kemlu RI Tekankan Penyelesaian Konflik Suriah Secara Damai
Senin, 16 April 2018 | 11:44:51
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menekankan penyelesaian konflik di Suriah secara damai. Penyelesaian konflik ini bisa melalui negoisasi.
"Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai," kata Kementerian Luar Negeri dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (15/4).

Selain itu, Kemlu mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mencegah situasi di Suriah menjadi buruk. Indonesia juga sudah menyampaikan kecaman keras terhadap penggunaan senjata kimia di Suriah.

"Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi memburuknya situasi di Suriah. Minggu lalu, Indonesia menyampaikan kecaman keras penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak manapun," sambungnya.

Indonesia juga meminta semua pihak untuk menjaga keamanan, dan keselamatan masyarakat terutama wanita dan anak yang menjadi prioritas. Melalui Kemlu, Indoneisa menyampaikan rasa prihatin terhadap situasi yang terjadi di Suriah.

Sebab itu, Indonesia menegaskan semua pihak juga harus menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam PBB.

"Indonesia menegaskan kepada semua pihak untuk menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam PBB mengenai keamanan dan perdamaian internasional," tuturnya.

Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis melakukan serangan udara ke Suriah. Serangan udara AS dan sekutunya pada Sabtu (14/4) dini hari menargetkan sejumlah fasilitas senjata kimia milik Suriah. Serangan itu bertujuan menghukum rezim Presiden Bashar al-Assad yang diyakini mendalangi serangan kimia di Douma, pekan lalu.

Militer AS disebut mengerahkan kapal perang dan pesawat pengebom dalam serangan itu. Sedangkan Inggris mengerahkan empat jet tempur Tornado yang menembakkan sejumlah rudal Storm Shadow ke target-target di Suriah. Militer Prancis mengerahkan kapal perang jenis frigate dan jet tempur Rafale yang mampu menembakkan rudal jelajah ke target, tanpa memasuki wilayah Suriah. Ketiga negara itu mengklaim serangan udara mereka mengenai target.  (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kajari Labuhanbatu Lantik Jaksa Naharuddin Rambe Jabat Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan
Wakil Wali Kota Buka Focus Group Discussion Sinkronisasi Data Kota Tanjungbalai
PKB Tobasa Daftarkan Bacaleg ke KPUD
DPD Golkar Tobasa Daftarkan 30 Bacaleg ke KPU, Targetkan 7 Kursi di DPRD
Inalum Lakukan Pemeriksaan Mata dan Penyerahaan Kacamata Bagi Pelajar
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU