Home  / 
Diduga Gara-gara Anjing, Seorang Pria Aniaya Tetangga dan Umbar Tembakan Senpi
Rabu, 11 April 2018 | 11:11:17
SIB/Roy Surya Damanik
CEK KONDISI: Leo Canggaw Ardana yang menjadi korban penganiayaan oleh AH alias TL, mengecek kondisi anjing jenis pitbull miliknya yang sempat dipukul dan ditendangi pelaku di rumahnya Jalan Belibis Komplek Cemara Asri Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Selasa (10/4).
Medan (SIB) -Diduga dipicu gonggongan anjing jenis pitbull, AH alias TL warga Jalan Belibis Komplek Cemara Asri Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Deliserdang, menganiaya tetangganya sendiri, Leo Canggaw Ardana (44) serta istrinya, Elisabeth (40), anaknya, James Leo (14), Leo Citra (44) serta sejumlah tetangga yang mencoba melerai, Minggu (8/4) dini hari.

Aksi pelaku tak sampai di situ, AH alias TL juga mengumbar tembakan senjata api (senpi) jenis revolver di dalam rumahnya. Selanjutnya, korban beserta keluarganya melaporkan kejadian itu ke Polrestabes yang tertuang di No: LP/665/IV/2018/Restabes Medan.

Leo Canggaw ketika diwawancarai sejumlah awak media di rumahnya, Selasa (10/4) sore mengungkapkan, sebelum dia dan keluarganya mengalami penganiayaan, Minggu sekira pukul 01.00 WIB, dia sedang berada di lantai dua rumahnya.

"Tiba-tiba anjing pitbull di teras rumah kami menggonggong. Karena curiga, saya turun ke lantai satu dan berjalan menuju teras rumah. Ketika itu saya melihat pelaku sedang memukuli dan menendangi anjing tersebut. Tak lama pelaku berjalan ke arah kami sembari menunjuk-nunjuk. Setelah itu kami membuka pagar otomatis dan anjing itu keluar," ungkap Leo.

Setelah pagar terbuka, sambung korban, pelaku tetap mengejar anjing itu. Namun korban dan anaknya, James yang menenteng kayu langsung menghampiri AH alias TL di teras rumah sembari menanyakan kenapa memukul dan menendang anjing mereka.

"Saat itu saya meminta anakku membuang kayu tersebut supaya tak terjadi masalah. Tak lama sejumlah tetangga berupaya menenangkan pelaku dan berupaya menggiringnya ke luar, namun pelaku berontak. Tiba-tiba pelaku memukul wajah anak saya dan warga memegangi tubuh pelaku. Tetapi AH alias TL juga memukul wajah seorang warga," ujarnya.

Lanjut Leo, pelaku berjalan menuju pintu depan rumah dan kembali memukul wajah adiknya, Leo Citra. Aksi pelaku semakin brutal, ia mencekik dan membenturkan kepala istri korban ke pintu kayu. Disebutkan Leo, ia, anaknya, adiknya dan warga menarik tubuh pelaku hingga tersungkur ke lantai teras.

"Saya mengambil tali pengikat anjing guna mengikat kedua tangannya. Pelaku berkata akan keluar dari teras rumah sehingga kami melepaskannya. Namun pelaku kembali memukul wajah seorang warga dan ia mondar mandir di teras rumah kami. Tak lama security komplek datang, namun tak ada respon lantaran ketakutan melihat aksi brutal pelaku," terangnya.

Ditambahkan korban, pelaku akhirnya pulang ke rumah, dan ia sempat mengatakan hendak mengambil senpi dan akan kembali lagi. Mendengar ancaman itu, sejumlah security meninggalkan lokasi, sedangkan korban dan keluarganya serta warga masuk ke dalam ke rumah masing-masing guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Tiba-tiba kami mendengar suara letusan senpi hingga 8-9 kali dari dalam rumah pelaku. Tak lama kami melihat dari jendela jika pelaku yang tidak mengenakan baju, berjalan menuju pos security dan bertanya apakah ada mendengar suara letusan senpi. Petugas security yang ketakutan mengatakan tak mendengar apa-apa sama sekali," sebutnya.

Di saat bersamaan, lanjutnya, seorang wanita yang mengendarai mobil melintas dan berhenti di dekat pelaku. AH alias TL masuk ke dalam mobil, lalu mereka menuju rumah AH alias TL. Tak lama berselang mobil yang dikemudikan wanita tersebut keluar dari komplek dan diduga pelaku ikut di dalam mobil.

"Petugas gabungan dari Poldasu dan Polrestabes Medan yang mendapat informasi, tiba di lokasi guna melakukan olah TKP. Namun rumah pelaku dalam keadaan terkunci. Sekira pukul 03.00 WIB, saya dan keluarga membuat laporan ke Polrestabes Medan," pungkasnya sembari menambahkan pelaku diduga tak senang mendengar gonggongan anjing miliknya.

Sejumlah warga sekitar yang tak ingin namanya disebut ketika diwawancarai mengungkapkan AH alias TL disebut-sebut sebagai bandar judi online. Hal itu diperkuat kejadian penggerebekan di rumahnya oleh personil Poldasu sekitar 2 tahun lalu terkait perjudian online.

Sebelumnya pada tahun lalu (2017), pelaku yang diduga mabuk minuman keras pernah diamankan personil Polsek Percut Sei Tuan karena mengancam warga dengan senpi di satu kafe Komplek Cemara Asri. Hanya beberapa hari ditahan, pelaku akhirnya bebas.  

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda Prawira SIK MH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban penganiayaan. 

"Korban dan saksi-saksi sudah dimintai keterangannya. Selasa pagi anggota kita kembali lagi ke lokasi guna olah TKP. Saat anggota kita ke rumah pelaku, seluruh pintu dalam keadaan terkunci. Kasusnya masih kita proses intensif," tegas Kasat. (A16/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ketua Gapensi Sumut TM Pardede Tantang Serahkan Data Utang Proyek di Nisbar, “Kami Laporkan ke KPK”
Jutaan Pria di Tiongkok dan India Terancam Tidak Bisa Menikah
Nasir Pastikan Cabut Aturan Linearitas Pendidikan Tinggi
Polri Bantah Intimidasi Bos First Travel Selama Penyidikan
Musornaslub KONI Tetapkan PON 2024 di Aceh-Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU