Home  / 
Jokowi Disarankan Tak Terlalu Serius Tanggapi Kritik Amien
Rabu, 21 Maret 2018 | 10:46:17
Jakarta (SIB) -Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Syamsuddin Haris menyarankan agar Presiden Joko Widodo tak menanggapi serius berbagai kritik yang dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Sebab sejumlah kritik yang dilontarkan Amien dinilainya tak objektif dan tak berdasar.

"Tidak usah ditanggapi, dia itu orangtua yang lebih baik mengurus cucu saja. Kritiknya selama ini mungkin karena faktor usia saja sehingga omongannya tak ada dasarnya," kata Syamsuddin, Senin (19/3).

Sejumlah kritik Amien yang dinilainya tak berdasar antara lain soal reklamasi yang diperuntukkan bagi kepentingan Tiongkok. Juga soal kebangkitan PKI di bawah pemerintahan Jokowi.

Syamsuddin juga tak sependapat dengan Amien yang menyatakan kebijakan Jokowi membagi-bagikan sertifikat tanah sebagai langkah ngibul. "Itu tindakan penting dan sangat diperlukan. Banyak orang mengalami kesulitan untuk mendapatkan status tanahnya," kata Syamsuddin.

Sementara itu, tokoh Muhammadiyah Hajriyanto Y Tohari justru menilai berbagai kritik yang dilontarkan Amien Rais masih dalam kerangka demokrasi. Karena itu tak perlu ditanggapi dengan sakit hati. "Pada dasarnya kritik itu diperlukan dalam kehidupan demokrasi. Dalam demokrasi kritik itu biasa," ujarnya.

Hajriyanto menilai positif bila Presiden Jokowi berkenan untuk bertemu empat mata dengan Amien Rais, seperti pernah dilakukannya dengan tokoh-tokoh lain.
Lewat pertemuan tersebut diharapkan masing-masing pihak dapat lebih saling memahami dan kritik-kritik yang muncul tak dinilai terlalu liar.

"Toh selama ini Amien dikenal sebagai orang yang terbuka untuk membuka dialog dengan siapapun, bahkan orang yang dikritiknya," ujar Hajriyanto.

Sedangkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak menyatakan tak ada salahnya jika ada silaturahmi antara tokoh reformasi tersebut dengan Presiden Jokowi. Menurutnya Amien berperan seperti bapak dalam kehidupan bernegara saat ini.

Ungkapan kritik merupakan bagian sikap khas Amien Rais dalam setiap pemerintahan. Amien selalu mengkritik setiap Presiden yang berkuasa di Indonesia sejak masa Orde Baru.

"Jangan lupa, Amien juga melakukan hal yang sama terhadap Presiden Soeharto pada masa Orde Baru dan beliau memang punya kekhasan dalam memilih diksi-diksi kritiknya, pedas dan menyengat," ucapnya.

Menurutnya Amien berusaha mengambil peran sebagai tokoh penyeimbang setelah paripurna dalam politik. Setiap kritik Amien ditujukan tanpa niat jelek dan kebencian secara personal kepada Jokowi.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bisa saja mencari dosa Amien Rais yang menuduh Presiden Jokowi ngibul. PAN keberatan dengan reaksi Luhut ini. Mereka lalu mengungkit kasus penyerangan terhadap sejumlah ulama.

Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo menyebut, pernyataan Luhut menandakan pemerintahan Jokowi saat ini terkesan antikritik.

Luhut, saat berpidato di gedung BPK, Senin (19/3), berang terhadap senior yang menuding program sertifikasi Jokowi hanyalah bohong alias pengibulan. Luhut, mengaku paham betul rekam jejak sang pengkritik yang disebutnya senior itu dan tak segan mencari dosa-dosanya.

"Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" tegasnya. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ketua Gapensi Sumut TM Pardede Tantang Serahkan Data Utang Proyek di Nisbar, “Kami Laporkan ke KPK”
Jutaan Pria di Tiongkok dan India Terancam Tidak Bisa Menikah
Nasir Pastikan Cabut Aturan Linearitas Pendidikan Tinggi
Polri Bantah Intimidasi Bos First Travel Selama Penyidikan
Musornaslub KONI Tetapkan PON 2024 di Aceh-Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU