Home  / 
PDIP dan Golkar Sepakati Strategi Pemenangan Jokowi di 2019
* Jokowi Tak Perlu Cuti Saat Kampanye Pilpres
Rabu, 21 Maret 2018 | 10:45:42
Jakarta (SIB) -Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Golkar. Dalam pertemuan itu, kedua partai ini sepakat membahas strategi pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

"Setelah mendukung Jokowi, bagaimana strategi pemenangan dan komunikasi seluruh kader ketika kedua partai membangun dialog, maka hasil akan positif bagi bangsa dan negara," ujar Hasto seusai pertemuan di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Selasa (20/3).

PDIP dan Golkar sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai capres 2019. Dalam pertemuan ini, Hasto mengatakan alasan PDIP dan Golkar memberikan dukungan terhadap Jokowi.

"Pertemuan ini penting dan strategis, kedua partai menyatakan sikap politik dukungan Pak Jokowi, sehingga seluruh kepaduan Pak Jokowi dan JK tanggung jawab ketum parpol. Dua partai menyatakan dukung Pak Jokowi Pilpres 2019 dan tentu saja memberikan konsekuensi politik yang sama," ujar dia.

Soal cawapres, Hasto menyebut saat ini sedang dicari sosok yang harus mempunyai visi dan misi sama dengan Jokowi. Namun saat ini PDIP sedang fokus pada Pilkada serentak.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menyatakan pertemuan itu membahas kerja sama Pilpres dan Pilkada. Kedua partai memastikan mesin partai akan bergerak untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung PDIP dan Golkar.

"Kedua partai mempunyai visi-misi dan Indonesia membutuhkan kerja sama dan kami melanjutkan kerja sama partai spesifik. Pertama, Pilkada PDIP dan Golkar kerja sama dan kami menunjukkan mesin partai bergerak," ujar Airlangga.

Selain itu, Golkar dan PDIP membahas strategi pemenangan Jokowi. Kemudian pertemuan ini, menurut Airlangga, membahas evaluasi kinerja DPR yang harus menyelesaikan undang-undang sesuai dengan target.

Tak Perlu Cuti
Partai Golkar dan PDI Perjuangan juga bersepakat Jokowi yang maju sebagai Capres 2019 tidak perlu untuk mengambil cuti saat kampanye. Apalagi Jokowi saat ini Presiden yang merupakan lambang negara.

"Isu strategis berkaitan Pilpres memang dalam konteks Undang-Undang tidak dikenal presiden mengambil cuti. Karena presiden lambang negara, kami sepakat serah terima jabatan presiden hanya akan terjadi (saat) pelantikan," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan pihaknya akan segera menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beserta kader PDIP di Jalan Diponegoro.

"Pak Hasto menyampaikan beberapa hal, mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan kunjungan. Kami akan berkunjung ke markas PDIP di Diponegoro, isu ini membutuhkan kerjasama yang solid. PDIP dan Golkar mempunyai usulan yang sama mendukung Jokowi Pilpres," ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyatakan kedua partai juga mengusung calon kepala daerah di berbagai wilayah, salah satunya di Riau dan Sumatera Selatan. Oleh sebab itu, kedua partai bersepakat untuk menggerakkan mesin memenangkan pasangan calon yang diusung.

"Kedua partai mempunyai visi-misi dan Indonesia membutuhkan kerjasama. Pilkada PDIP dan Golkar bekerjasama dan kami menunjukkan mesin partai bergerak," jelas Airlangga. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Turki Akhiri Keadaan Darurat
Mengenal Deretan Presiden yang Rela Gajinya Dipangkas
Rusia Klaim Ciptakan Teknologi yang Bisa Bikin Tentara Menghilang
Demi Ritual Ilmu Hitam, Tiga Kakak Beradik Mutilasi Ibu Kandung
Trump Sebut Tidak Ada Batasan Waktu untuk Denuklirisasi Korea Utara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU