Home  / 
Polisi Kantongi Hasil Labfor Terkait Kematian Mantan Wakapolda Sumut
* Anak Agus Samad Curhat di WhatsApp
Rabu, 14 Maret 2018 | 12:17:15
Malang (SIB) -Polda Jawa Timur menyatakan uji sampel oleh Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk kasus kematian Kombes (purn) Agus Samad (75) telah keluar. Apa hasilnya? Bagaimana kelanjutan pengusutan kasus tersebut?

"Hasil labfor keluar baru saja setelah saya tanyakan langsung ke Kalabfor," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung saat dikonfirmasi, Selasa (13/3).

Menurut dia, hasil analisa laboratorium oleh ahli forensik Mabes Polri tersebut menjadi bahan penyelidikan dan tidak dibeberkan ke publik.

"Belum bisa dipublikasikan karena menyangkut kepentingan penyelidikan," tegasnya.

Sebelumnya, hasil otopsi jasad Kombes Agus Samad mengungkap adanya patah di bagian tulang rusuk yang menghunus jantung hingga menyebabkan kematian. Penyebab patahnya tulang rusuk belum diketahui.

Beberapa waktu lalu, Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya mendatangi kediaman Agus Samad di Perum Bukit Dieng, Pisang Candi, Sukun, Kota Malang. Tim menggelar olah TKP secara keseluruhan, termasuk membawa kembali sejumlah barang bukti ke TKP. Analisis simetris darah ditemukan di lantai satu dan dua, diteliti.

Jejak kaki dan sidik jari di lokasi kejadian juga diidentifikasi. Sampel darah dan sidik jari dibawa ke Mabes Polri untuk diuji.

Polisi menyebut korban tewas dibunuh atau bunuh diri. Sekitar 20 orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi, baik dari anggota keluarga, satpam, hingga tetangga korban.

Polres Malang Kota enggan memberikan keterangan terkait perkembangan informasi karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Curhat Anak
Tabir kematian Agus Samad belum terungkap. Di tengah pengusutan, putra kedua Agus Samad, Agung Wicaksana, curhat dalam status WhatsApp. Dia menduga ayahnya dibunuh orang profesional.

Berikut status Agung sebagaimana dikutip, Selasa .

Pelaku sangat profesional yang kompeten dan mempunyai skill mengaburkan bukti dan jejak. Di mana dinasnya mungkin almarhum pernah mendholimi orang.

Tapi yang tidak saya habis pikir, kenapa rasa sakit itu dilampiaskan pada almarhum juga sudah lepas dinas. Rapuh di rumah sendirian, tua renta dan sering sakit.

Kenapa dendam itu tidak ditimpakan kepada saya saja, anaknya. Hitam, kelam, lembab dan dingin dunia polisi.

#AyahkuPolisi #TidakSemuaPolisiJahat #PolisiTawadhu #GerakanMelawanMediaKoplak.

Hingga saat ini, Agung belum bisa dikonfirmasi. Pun halnya dengan saudara atau anggota keluarganya.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung mengatakan siapapun boleh mencurahkan isi hati.

"Itu hak seseorang, sebagai bentuk isi hatinya dan status (WhatsApp) memang dikirim (ditulis) yang bersangkutan (putra almarhum)," terang Barung saat dikonfirmasi.

Barung menjelaskan status itu tak mempengaruhi fokus penyelidikan. Sampai saat ini masih dalam proses.

"Polisi tidak terpengaruh dengan itu," tandasnya.

Agus Samad (75) ditemukan meninggal di halaman belakang rumahnya di Perum Bukit Dieng, Pisang Candi, Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2). Korban hanya mengenakan celana pendek dan kaos. Kedua kakinya terikat tali rafia, kedua pergelangan tangan terluka sayat. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Satlantas Polres P Siantar Berikan Bantuan ke PA GKPI Mamre
Eks Pasar Saribudolok 4 Tahun Terlantar
Dirjen Pajak Gelar Diskusi dan Dialog dengan Pelaku UMKM di Kawasan Danau Toba
Bawas Mahkamah Agung RI Kunker ke PN Simalungun
Rekruitmen Calon Direksi PD PHJ dan PD PAUS P Siantar Sesuai Permendagri
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU