Home  / 
Poldasu Periksa Ketua KPU Sumut Sebagai Saksi atas Pelaporan JR Saragih
Rabu, 14 Maret 2018 | 12:16:43
Medan (SIB) -Koordinator Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Poldasu memintai keterangan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Mulia Banuera SAg MSi di Mapoldasu, Selasa (13/3) sekira pukul 15.00 WIB. Informasi diperoleh, Mulia diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait laporan salah satu warga Medan yang melaporkan JR Saragih.

 Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (12/3) malam, Koordinator Gakkumdu/Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Poldasu AKBP J Pakpahan membenarkan, pihaknya telah memintai keterangan Mulia Banurea di Mapoldasu. Ditegaskan kembali, Mulia dimintai keterangan dalam kapasitas masih sebagai saksi.

"Iya benar, yang bersangkutan sudah diperiksa sebagai saksi. Tadi sesuai jadwal, Mulia dimintai keterangan mulai pukul 15.00 WIB," ujarnya.

 Diberitakan sebelumnya, Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut yang terdiri dari Bawaslu Sumut, Polda Sumut, dan Kejatisu menggeledah Kantor KPU Sumut. Para penegak hukum itu datang ke KPU Sumut terkait laporan seorang warga Medan.

Kedatangan tim Sentra Gakkumdu yang berjumlah enam orang itu ke KPU Sumut pada Selasa (6/3) malam dibenarkan oleh Ketua KPU Sumut Mulia Banurea. "Iya benar," kata Mulia kepada wartawan, rabu (7/3).

Diakuinya, para penyidik Gakkumdu tersebut memintakan sejumlah berkas dari KPU Sumut. Surat perintah tugas para penyidik ditandatangani oleh anggota Bawaslu Sumut Hardi Munte selaku Koordinator Sentra Gakkumdu Sumut.

Tapi, Mulia mengaku tidak mengingat apa saja berkas yang dimintakan para penyidik Sentra Gakkumdu itu. "Apa yang diinginkan itu tanya Hardi Munte. Dia yang tanda tangani surat tugasnya. Makanya konfirmasi beliau saja dulu," jelasnya.

Saat hendak dikonfirmasi ke Bawaslu Sumut, Tim terlihat sedang menggelar rapat yang dipimpin Koordinator Sentra Gakkumdu Sumut Hardi Munte. Dikonfirmasi via telepon seluler, Hardi enggan berkomentar detail kepada wartawan yang mengkonfirmasi. Ia hanya menjelaskan, pembahasan pada hari itu (rapat) tidak berkaitan dengan penyelidikan tim Gakkumdu ke kantor KPU Sumut, kemarin. Namun dikatakan, kedatangan tim Gakkumdu ke KPU Sumut kemarin ialah lanjutan dari laporan seorang warga terkait surat pencalonan JR Saragih.

"Laporannya soal surat pencalonan JR. Tidak ada disebut mengenai legalisir ijazah," katanya sembari mengatakan tim penyidik yang mendatangi KPU Sumut, kemarin, belum memberi laporan kepadanya soal apa saja berkas yang penyidik Gakkumdu minta ke KPU Sumut.

Adapun pelapor atas surat pencalonan JR itu dilakukan oleh Nurmahadi. Menurut Hardi, banyak laporan yang masuk kepada pihaknya menyangkut syarat pencalonan JR. "Bawaslu tugasnya menerima laporan. Atas dasar itu, diserahkan ke Gakkumdu. Ada penyidik dari Polda yang berwenang menyelidik, tentu mereka berwenang menyelidik kemana saja," terangnya.

Dijelaskan, Gakkumdu masih menelaah sekaligus menyelidiki sejauh mana kebenaran aduan dari pelapor. Termasuk pasal yang akan diberlakukan itu belum tahu mana yang mau digunakan. "Benar apa tidak soal tindak pidana (menyangkut) pemilihan, itu yang masih diselidiki. Belum ada soal ijazah. Ada pula pelapor dengan nama yang lain, tapi isi laporannya sama. Kita tunggulah hasilnya dari penyidik Gakkumdu," katanya.

 Diketahui, penyelidikan di Kantor KPU Sumut oleh tim Gakkumdu ini didasari atas laporan Nurmahadi pada 2 Maret 2018. Kemudian pihak Bawaslu membuat kajian dan pembahasan perdana menyangkut laporan dimaksud. "Tapi tidak spesifik (soal legalisir ijazah)," imbuhnya.

Atas laporan itu, Bawaslu memanggil JR Saragih mengklarifikasi hal ini, tapi Bupati Simalungun dua periode itu tak hadir. Pihaknya, lanjutnya, belum bisa memastikan bakal melakukan pemanggilan ulang terhadap JR. "Kita lihat nanti apa hasil penyelidikannya, termasuk apakah perlu dipanggil ulang," katanya. (A15/A14/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mahasiswa Fisipol UDA Duta Sumut Lomba Desain Poster Tingkat Nasional
Polrestabes Medan Bekuk Bandar Narkoba Antar Provinsi
13 Tahanan Unit Narkoba Polres Kepulauan Seribu Kabur
Miliki Sabu, Seorang Warga Sei Kepayang Ditangkap
Polres Simalungun Ungkap 10 Tersangka Jaringan Narkoba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU