Home  / 
Gerindra Yakin Rematch di 2019, PDIP: Jangan Buat Keruh dengan Ilusi
* PKS: PDIP Harus Hati-hati
Rabu, 14 Maret 2018 | 12:16:02
Jakarta (SIB) -Waketum Gerindra Fadli Zon meyakini Pilpres 2019 hanya menjadi rematch Prabowo Subianto versus Jokowi. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai keyakinan Fadli prematur.

"Terlalu dini untuk berspekulasi soal tersebut. Biarkan dinamika yang ada berevolusi, jangan dipaksa berakselerasi. Komunikasi politik masih terus berlangsung, dengan matra kemungkinan yang bervariasi," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (13/3).

Hendrawan meminta agar politik Indonesia tak dibuat gaduh dengan spekulasi-spekulasi. Anggota Komisi XI DPR ini meminta agar kestabilan politik dijaga.

"Hal yang menggembirakan harus kita syukuri. Isyarat-isyarat yang lebih bersahabat sedang terjadi, baik antarparpol maupun antarpolitikus. Jangan dibuat keruh dengan ilusi ekspektasi dan manipulasi komunikasi," kata Hendrawan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai kecil kemungkinan adanya poros ketiga pada kontestasi Pilpres 2019.

Fadli mengatakan sudah memprediksi sejak awal sang ketua umum, Prabowo Subianto, akan head to head dengan Jokowi. Dia tak meyakini poros ketiga pada Pilpres 2019 akan terbentuk.

"Ya kalau saya kan prediksi dari awal kan akan head to head, hanya ada dua calon. Jadi sejak awal saya berpendapat seperti itu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3). 

Harus Hati-hati
Disebut pernyataan Gerindra soal rematch hanya ilusi, PKS  menyatakan tiket Gerindra dan PKS untuk maju di pilpres merupakan sebuah fakta tak terbantahkan.

"Kalau ilusi kan berarti tidak mungkin. Berarti kalau kayak gitu, tiket Gerindra dan PKS tidak terpakai dong. Gerindra dan PKS sudah cukup untuk maju ke pilpres," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan.

"Tinggal sekarang mau dua pasang atau tiga pasang yang maju," sambungnya.

Diketahui, PKS sudah hampir dipastikan merapat bersama Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto. Meski belum ada deklarasi resmi, Gerindra mantap
kembali mencalonkan sang ketum sebagai capres pada Pilpres 2019.

Mardani menyebut saat ini PKS dan Gerindra sedang bermusyawarah menentukan pasangan capres-cawapres untuk dimajukan di pilpres mendatang. Ia pun memperingatkan PDIP agar berhati-hati dengan manuver yang akan dilakukan partainya bersama Gerindra.

"Sekarang tinggal bermusyawarah siapa capres dan siapa cawapresnya. Pak Prabowo mencermati segala hal, sehingga PDIP yang harus hati-hati," ucap anggota Komisi II DPR itu.

Ia enggan menganggap pernyataan PDIP itu sebagai ketakutan kembali melawan Prabowo di pertarungan pilpres. PKS dan Gerindra, sebut Mardani, sudah bersiap mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Yang jelas, kami targetnya hanya satu: mengalahkan Pak Jokowi di 2019," tegasnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU