Home  / 
Sidang Setya Novanto
Dari150 Juta e-KTP, Hanya Sekitar 7 Juta yang Sudah Diaktivasi
* Ketua KPK Pastikan Masih Ada Tersangka Lain e-KTP
Selasa, 13 Maret 2018 | 11:46:50
Setya Novanto
Jakarta (SIB) -Bob Hardian Syahbuddin, ahli komputer dan informatika Universitas Indonesia (UI), menyebut hanya 7,4 juta pemohon e-KTP yang terverifikasi dan teraktivasi dari 150 juta pemohon. Verifikasi dan aktivasi, disebut Bob, harus dilakukan agar data di e-KTP dapat terbaca oleh mesin.

"Proses ini tidak dilakukan dari 150 juta lebih yang diaktivasi dan verifikasi. Yang saya lihat cuma 7,4 juta yang diaktivasi," ujar Bob Hardian, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Menurut Bob, proses e-KTP awalnya adalah personalisasi atau memasukkan data pemohon, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan sidik jari serta iris mata.
Setelah itu, lanjut Bob, proses yang dilakukan adalah verifikasi dan aktivasi yang, menurut Bob, baru dilakukan terhadap 7,4 juta pemohon e-KTP.

"(Proses aktivasi dan verifikasi untuk) memastikan apakah data yang dimasukkan ke e-KTP sudah benar atau tidak dan memastikan apakah orang yang menerima benar yang bersangkutan. Waktu aktivasi dan verifikasi, yang bersangkutan harus datang untuk cek sidik jari di e-KTP," ujar Bob Hardian.

Apabila proses aktivasi dan verifikasi itu tidak dilakukan, menurut Bob, data di e-KTP tidak akan terbaca. Selain itu, menurutnya, sidik jari pemohon e-KTP tidak akan cocok di mesin fingerprint.

"Artinya, bisa jadi e-KTP tidak bisa dibaca karena masih terkunci. Tapi sebenarnya, bisa juga reader-nya didesain khusus, jadi saat membaca, reader mengaktivasi dulu. Tapi verifikasi tidak bisa dilakukan, orang yang bersangkutan tidak bisa mencocokkan sidik jari dengan finger," kata Bob.

Tersangka Lain
Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan akan ada tersangka lain yang dijerat berkaitan dengan kasus korupsi proyek e-KTP. Teranyar, KPK telah mengumumkan 2 tersangka baru yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

"(Kasus e-KTP) Belum (berhenti), selalu kita mengikuti perkembangan hasil penuntutan di pengadilan, kita ikuti. Berdasarkan itu, kita ambil langkah berikutnya," ujar Agus di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dia meminta publik untuk selalu mengikuti perkembangan kasus korupsi e-KTP tersebut. Sejauh ini, KPK sudah menjerat 8 orang tersangka, 3 di antaranya telah divonis bersalah.

"Untuk itu, e-KTP kita ikuti saja," ucap Agus.

Tiga orang yang telah divonis terkait kasus e-KTP yaitu Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Menyusul kemudian, ada Setya Novanto yang masih menjalani proses di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Lalu, ada nama Anang Sugiana Sudihardjo yang segera duduk sebagai terdakwa. Sementara itu yang masih berada di proses penyidikan ada Markus Nari, Made Oka Masagung, dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU