Home  / 
PDIP Akui AHY ‘Dilirik’ Jadi Cawapres Jokowi
* Demokrat: The Next Leader, Golkar: Harus Pangalaman * Gerindra: Jokowi dan SBY Sedang Main Drama
Selasa, 13 Maret 2018 | 11:43:48
Jakarta (SIB) -Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut menarik perhatian PDIP untuk Pilpres 2019. PDIP mengakui nama AHY memang masuk dalam daftar pertimbangan cawapres Joko Widodo (Jokowi).

"Ada daftar panjang (long-list), ada daftar pendek (short-list), dan ada daftar prioritas (priority list). Daftar panjang berisi nama-nama yang memenuhi kriteria umum. Daftar pendek memenuhi kriteria umum dan spesifik. Saya menduga nama AHY masuk daftar pendek," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Senin (12/3).

Namun, Hendrawan enggan menyebut apakah AHY akan masuk ke dalam daftar prioritas. Menurutnya, belum ada pembicaraan lebih lanjut soal itu.

"Apakah akan masuk daftar prioritas, saya belum tahu," ujarnya.

Diberitakan, usai Rapimnas, Partai Demokrat (PD) segera 'menjual' AHY ke parpol peserta pemilu lain untuk kontestasi Pilpres 2019.

"Saya kira tak ada lagi yang ditutup-tutupi. Tadi itu terbuka, kami menawarkan menyiapkan Mas AHY sebagai pemimpin baru dan mudah-mudahan masyarakat menerimanya dan partai-partai politik mendengarkannya," kata Sekjen PD Hinca Panjaitan di SICC, Sentul, Minggu (11/3).

Dikatakan Hinca, beberapa parpol sudah mulai melirik AHY untuk Pilpres 2019. Hinca juga bicara soal peluang Joko Widodo melirik AHY sebagai pendampingnya.

"Saya kira juga Presiden Jokowi menonton, melihatnya dan menarik untuk mempertimbangkannya. Dia (Jokowi) datang lihat sendiri, puluhan ribu yang berikan repsek dan respons terhadap beliau," ucapnya.

The Next Leader
Sementara itu Demokrat menyebut, sosok AHY banyak diinginkan maju sebagai calon pemimpin bangsa.

"Perlu diketahui bahwa seluruh kader Partai Demokrat, bahkan parpol lain yang kawula muda, lebih banyak menginginkan AHY sebagai the next leader," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Terlebih usai orasi kebangsaan di penutupan Rapimnas PD, pidato AHY disebut sangat hebat dan menyentuh. Agus menilai, orasi tersebut menunjukkan kesiapan AHY sebagai seorang pemimpin.

"Sehingga dengan melihat yang kemarin pidato kebangsaan yang cukup hebat itu, menurut saya banyak pendapat dan keinginan masyarakat yang sama dengan Demokrat untuk menjadikan AHY sebagai the next leader," ucap Wakil Ketua DPR itu.

Namun Agus enggan menjelaskan lebih lanjut arti dari 'the next leader' yang diharapkan oleh Demokrat kepada AHY. Apakah itu sinyal bahwa AHY siap disandingkan menjadi cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019?

"The next leader itu bisa capres, bisa cawapres," jawab Agus singkat.

Harus Pengalaman
Menyikapi Partai Demokrat mulai menawarkan AHY ke Parpol peserta pemilu, Partai Golkar mengatakan cawapres Jokowi haruslah berpengalaman di pemerintahan.

"(Cawapres Jokowi) Harus memiliki chemistry dengan Pak Jokowi, memiliki kemampuan yang saling melengkapi terutama di bidang ekonomi, tentu harus dipertimbangkan faktor pengalaman kepemimpinan dalam pemerintahan," kata Ketua DPP Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan.

Soal kriteria cawapres Jokowi ini turut disampaikan Ace lewat akun Twitter resminya, @acehasan76. Dia yakin Jokowi akan objektif dalam menentukan wakilnya. Dilanjutkan Ace, Jokowi pastinya mengutamakan partai pengusung yang sejak awal mendukungnya selama ini.

"Partai Golkar berpandangan bahwa Pak Jokowi akan objektif untuk menilai dalam menempatkan dan memberikan insentif politik bagi partai politik yang konsisten, yang selama ini bekerja mendukung pemerintahan Jokowi," tulis Ace di akun Twitternya.

Partai Demokrat melalui sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberi sinyal siap bekerja sama dengan Jokowi di 2019. Golkar, disebut Ace, senang andai Demokrat merapat.

"Bagi Partai Golkar, semakin banyak dukungan partai politik kepada Pak Jokowi, semakin bagus untuk memenangkan Pak Jokowi sebagai Capres 2019," ucapnya.

Sedang Main Drama
Menanggapi lempar sinyal kemungkinan koalisi antara Ketum Partai Demokrat (PD) SBY dan Jokowi, Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut SBY dan Jokowi sedang bermain drama.

"Kita memang melihat bahwa dalam acara Rapimnas PD dari Sabtu-Minggu, dua belah pihak
 memberikan sinyal untuk ingin bekerja sama, baik Pak Jokowi maupun Pak SBY, tapi itu kan drama di depan panggung," ujar Andre saat dihubungi wartawan.

Menurut Andre, interaksi antara Jokowi dan SBY di panggung Rapimnas PD hanyalah sebatas drama. Kepastian koalisi, katanya, tentunya mesti dibicarakan lebih jauh.

"Kita tidak tahu drama di belakang panggung seperti apa," katanya.

"Soal koalisi, ini kan bukan semata-mata Pak Jokowi saja yang menentukan. Ada peran PDIP sebagai pengusung utama dan juga peran Ibu Mega yang menentukan siapa cawapres Jokowi," sebut Andre. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
2 Penjahat Jalanan Babak Belur Dimassa di Medan Labuhan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Narkoba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU