Home  / 
JK Duga Penyerangan ke Tokoh Agama Dikoordinir, Polri: Kita Ungkap
Jumat, 23 Februari 2018 | 12:39:16
Jakarta (SIB)- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menduga ada yang menggerakan sejumlah peristiwa penyerangan terhadap pemuka agama. Polri siap untuk mengungkap ada-tidaknya dalang teror terhadap tokoh agama tersebut.

"Kita sudah mengirimkan satgas untuk mengungkap, pendalaman dan berupaya untuk mengungkap, kita mengungkap. Kalau tidak ada yang
mengkoordinir, ya kita katakan tidak ada. Kalau ada, ya kita katakan ada," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi, Rabu (21/2).

Setyo menjelaskan Polri telah mengirimkan Satgas khusus untuk menyelidiki kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Kata Setyo, Satgas itu diharapkan dapat membongkar pelaku utama dan motif teror.

"(Polri) sedang melaksanakan supervisi, sekarang ini kan Polri mengirim Satgas ke Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogya untuk melakukan pendalaman, untuk mengungkap siapa yang di belakang itu," jelasnya.

Menurut Setyo, tak semua informasi mengenai penyerangan kepada tokoh agama di beberapa daerah itu benar. Beberapa di antaranya justru dikategorikan sebagai informasi hoax.

"Ini di Jawa Barat saja ada 13 informasi, setelah dicek dan dicek kembali ternyata hanya dua yang betul-betul kejadian. Ya itu yang di Cicalengka dengan Polrestabes Bandung yang meninggal itu. Yang lain-lain itu hoax," tuturnya.

Selain itu, Setyo meminta masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menerima informasi yang belum jelas sumbernya. Pasalnya, kata Setyo, ada oknum yang memang sengaja menyebarkan keresahan kepada masyarakat.

"Sekarang ini ada yang memanfaatkan situasi dengan mengirim hoax, dengan menyebarkan keresahan. Nah ini yang perlu kita lawan bersama, masyarakat jangan terlalu percaya pada berita itu. Tabayun, kita cek dan cek kembali," papar Setyo.

JK sebelumnya mempetanyakan penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama yang diduga dilakukan orang gila. Dia meminta kasus tersebut diusut tuntas.

"Itu juga menjadi tanda tanya, dan hampir semuanya yang dituduh orang gila, apakah ada yang mengkoordinir orang gila untuk (menyerang)?" ujar JK di sela kunjungannya di Kota Osaka, Jepang, Selasa (20/2). (detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU