Home  / 
Drs H Wara Sinuhaji MHum:
Pilgubsu "Game Over", Pasangan Pelangi Diperkirakan Menang
Sabtu, 17 Februari 2018 | 12:20:32
Medan (SIB)- Pengamat sosial politik USU Drs Haji Wara Sinuhaji MHum mengatakan, dengan didiskualifikasi calon nama JR Saragih, maka tinggal dua Cagubsu yakni Edy Rahmayadi-Ijeck dan Djarot-Sihar Sitorus, sehingga diperkirakan yang unggul adalah pasangan pelangi nomor 2 Djarot-Sihar Sitorus.

"Boleh saya katakan Pilgubsu sudah 'game over' atau selesai, tinggal menunggu formalitas hari H penghitungan suara. Ini kalkulasi politik dikaitkan dengan kondisi demokrasi-demografis penduduk Sumut yang heterogen dan juga banyak suku Jawa, maka pasangan pelangi yang memenangkan Pilgubsu," kata Wara Sinuhaji menjawab wartawan di Medan, Rabu (14/2).

Dikatakannya, Sumut ini heterogen, jumlah penduduk dan etnis yang plural dari sisi agamis. Penduduk muslim di Sumut sekitar 65 persen, sedangkan yang lainnya Katolik, Kristen, Budha dan Hindu serta lainnya sekitar 35 persen. Dan yang 35 persen ini diperkirakan akan memilih pasangan nomor 2 (Djarot-Sihar) dan harus diingat penduduk Sumut ini mayoritas suku Jawa dan juga banyak Tionghoa, yang diperkirakan akan memilih pasangan Djarot-Sihar.

"Dengan pemilih muslim yang 65 persen tadi dia terpolarisasi. Menurut perkiraan saya, setengahnya memilih nomor pasangan 2 dan separohnya lagi memilih pasangan nomor 1. Kalkulasi kasar ini lah maka saya perkirakan sekitar 60 persen suara untuk nomor 2, dan 40 persen untuk nomor 1. Itulah maka saya katakan sudah game over," kata Wara.

Calon Gubsu kali ini 2 pasangan dan tahun terdahulu ada 3 pasang. "Nah, di satu sisi memang saya curigai kenapa bisa diskualifikasi oleh KPU hanya karena foto copy ijazah tidak dileges padahal dia (JR Saragih) sudah 2 kali ikut pemilihan Bupati Simalungun dan lolos. Jadi saya menengarai dalam tanda tanya adakah sebuah skenario besar yang terjadi di balik didisklualifikasinya JR Saragih. Dia bukan mundur, karena kalau dia mundur kena penalti dan sanksi Undang-Undang. Kalaupun JR Saragih mengadu ke Panwaslu, kita tunggulah hasilnya. Namun kalau 3 lagi pasangan Cagubsu, maka peta politik berubah lagi," katanya.

Menurut Wara, menjelang Pilkada biasanya sudah ramai dengan isu-isu agama, namun nyatanya isu agama dan politik agama tidak jalan di Sumut seperti kasus di Jakarta beberapa waktu lalu karena dalam konteks Pilkada masyarakat Sumut sulit dipecah. Djarot-Sihar pasangan pelangi (Muslim dan Kristen), sementara Edy Ramayadi-Ijeck pasangan yang homogen (sama-sama Islam). Jadi isu agama tidak jalan bila dibuat untuk memprovokasi masyarakat Sumatera Utara.

"Prakiraan saya ini secara objektif dan bisa menjadi masukan bagi kedua pasangan. Artinya walaupun analisis dan prediksi politik yang saya katakan bisa berbeda, harusnya bisa dicermati kedua pasangan. Dan masih banyak peluang untuk mendalami analisis saya ini," kata Wara. (A01/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Wadan Lantamal I Resmikan Monumen Naga Samudera
Stok Beras di Gudang Bulog Sumut 100.000 Ton
Penguatan Usaha Koperasi Harus Melalui Perbaikan Administrasi dan SDM
Joshua Pertahankan Sabuk Juara Kelas Berat
Pliskova Kalahkan Osaka di Final Pan Pacific Terbuka
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU