Home  / 
Gugur Jadi Cagubsu
JR Saragih Mempertanyakan Disdik DKI, Gugat KPU Sumut
* Korwil Tim Relawan: Ada Skenario Besar Gagalkan JR ke Pilgubsu
Selasa, 13 Februari 2018 | 11:15:32
SIB/Rido Adeward Sitompul
MENGGUGAT: JR Saragih memberi keterangan kepada wartawan setelah KPU Sumut menyatakan pasangan JR Saragih - Ance Selian tidak lolos (gugur) sebagai calon Gubsu pada Pilgubsu 2018, Senin (12/2). JR mengatakan, pihaknya akan melakukan gugatan atas keputusan KPU Sumut tersebut.
Medan (SIB) -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut memutuskan hanya dua pasangan calon (Paslon) yang akan bertarung dalam Pilgubsu 2018, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus. Sedangkan pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian tidak lolos terkait keabsahan legalisir ijazah JR Saragih.

Keputusan itu diambil KPU Sumut dalam rapat pleno terbuka soal penetapan pasangan calon Pilgubsu 2018, di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (12/2).

"Pasangan calon gubernur Sumut JR Saragih pada poin 14 terkait legalisir foto kopi ijazah atau STTB, Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 22 Januari 2018 menyatakan tidak pernah melegalisir pada saat verifikasi penelitian. Bahwa Dinas Pendidikan terkait telah menyatakan tidak pernah melegalisasi foto kopi ijazah yang bersangkutan (JR Saragih)," kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menjelaskan, berdasarkan peraturan yang berlaku, maka salah satu pasangan itu tidak bisa diluluskan, kerena tidak memenuhi salah satu syarat pendaftaran bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut.

"Bahwa salah satu pasangan calon ada yang tidak memenuhi syarat terkait legalisir ijazah SLTA yang bersangkutan. Untuk itu berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 50, maka pasangan tersebut tidak bisa kita tetapkan menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut," ujar Mulia Banurea.

Mulia Banurea menerangkan, sesuai Peraturan KPU No. 3/2017 tentang syarat pencalonan, terdapat ketentuan yang tidak dapat dipenuhi JR. Detailnya adalah tentang ijazah yang telah dilegalisir.

Kata Mulia, legalisir ijazah SMA yang disampaikan JR saat masa pendaftaran dan perbaikan pada Januari lalu oleh pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta dinyatakan tidak pernah dilakukan. JR meluluskan SMA-nya dari SMA Iklas Prasasti di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tetapi sejak 1994 sekolah tersebut tidak lagi buka alias tutup.

"Kami sudah mengklarifikasi legalisir ijazah tersebut langsung ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, seperti itu penjelasan yang kami peroleh," kata Mulia didampingi Komisioner KPU Sumut lainnya.

"Bahwa menetapkan pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 07/PL.03.3 - KPP/12/Prov/II/2018 yaitu Edi Rahmayadi dengan Musa Rajekshah, yang kedua Djarot Saiful Hidayat dengan Sihar PH Sitorus," lanjut Mulia Banurea.

Mulia pun menegaskan, pada 19 Januari lalu, ada masuk surat dari DPD Partai Demokrat Sumut dengan lampirannya berupa surat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang isinya mengatakan bahwa dari keterangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, telah menyatakan bahwa fotokopi ijazah JR telah resmi dilegalisir serta ditandatangani oleh kepala dinas. Atas itulah, sambung Mulia, pihaknya mengkroscek langsung ke dinas tersebut.

"Jadi, pada masa perbaikan kemarin, KPU ada menerima surat dari DPD Partai Demokrat Sumut dengan lampiran di surat itu ada surat dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Inti dari surat tersebut mengatakan bahwa fotokopi ijazah yang dilegalisir atas nama JR Saragih sudah diteken oleh kepala dinas. Surat itu kami verifikasi. Lalu kami mengklarifikasi surat tersebut dengan cara menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pada 22 Januari, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengirim surat ke KPU Sumut. Isinya Dinas Pendidikan DKI Jakarta dinyatakan tidak pernah melakukan legalisasi terhadap fotokopi ijazah atas nama Jopinus Saragih," terang Mulia sembari mengatakan bahwa masa perbaikan ditutup pada 20 Januari 2018 lalu.

PERTANYAKAN
Sementara itu, JR Saragih yang Bupati Simalungun itu tak kuasa menahan tangisnya saat memberikan penjelasan kepada wartawan pasca pencoretan oleh KPU. JR mengimbau seluruh pendukungnya untuk tetap menjaga kondusivitas. "Saya minta kepada masyarakat Sumatera Utara, ada 2 juta pendukung JR. Saya minta jangan ada ribut, kita tempuh jalur hukum. Di atas manusia masih ada Tuhan'," ungkap JR terisak karena tak kuasa menahan haru usai rapat pleno KPU Sumut yang mencoret JR-Ance.

Dalam pernyataannya, JR menjelaskan kronologi terkait ijazah SMA Iklas Prasasti Jakarta Pusat, yang menyebabkan ia dicoret oleh KPU.

JR mengatakan, dalam keperluan pencalonanannya di Pilgub 2018, ia telah melegalisir ijazah SMA nya ke Disdik DKI Jakarta. Disdik kemudian melegalisir ijazah JR pada 19 Oktober 2017. Legalisir ke Disdik diperlukan karena sekolahnya SMA Iklas Prasasti pada tahun ajaran 1993/1994 telah tutup.

Legalisir ijazah ini yang kemudian diserahkan ke KPU Sumut sewaktu pendaftaran 8-10 Januari lalu. Ia mengatakan, ijazah beserta NEM-nya dilegalisir oleh Dinas. "Kepala Dinas Pendidikan DKI yang tandatangan," kata JR sembari menunjukkan fotokopi ijazah dan NEM-nya.

Karena tersiar kabar ijazah JR bermasalah, Demokrat kemudian mengkonfirmasi Disdik DKI. "Dan dijawab (oleh Disdik lewat surat) pada tanggal 19 (Januari) menyatakan ijazah dilegalisir oleh Kepala Dinas. Dan Kepala Dinas sendiri menyatakan di poin empat bahwa ijazah tersebut ada," ungkapnya.

JR Saragih kemudian heran karena pada 22 Januari, Disdik DKI Jakarta membalas surat KPU terkait klarifikasi atas keabsahan ijazah SMA nya. Surat tersebut diteken oleh Sekretaris Disdik. Sementara kata dia, batas akhir klarifikasi tanggal 20 Januari. "Dijawab oleh Sekretaris Dinas, bahwa ijazah tersebut tak pernah dilegalisir. Tapi, tanggal 22 (Januari), sudah lewat batas waktu. Jadi yang mana mau kita percaya ini? Mana lebih tinggi Kepala Dinas atau Sekretaris Dinas?" Ya kita akan gugat," tegasnya.

Menurutnya, persoalan ijazahnya sebetulnya telah pernah digugat saat ia mencalonkan diri sewaktu pencalonan Bupati Simalungun 2015 silam. Dan Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan bahwa ijazahnya sah. JR kemudian memenangkan Pilbup Simalungun dan melanjutkan kepemimpinan periode kedua. "Kita akan gugat karena ini sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung dan (ijazah) dinyatakan sah. Kita akan ke Bawaslu dulu setelah ini. Kenapa saya bisa calon 2015?" ungkapnya.

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan menyampaikan, pasangan calon yang tidak ditetapkan oleh KPU bisa menempuh jalur menyengketakan keputusan KPU tiga hari sejak keputusan diterima. "Dan kami punya waktu 12 hari pasca diregistrasi untuk memproses sengketanya," kata Syafrida. Menurutnya, apa yang diputuskan KPU sepenuhnya kewenangan KPU.

ADA SKENARIO BESAR
Sementara itu, Korwil (Koordinator Wilayah) Dapil 9 Tim Relawan Semangat Baru yang juga anggota FP Demokrat DPRD Sumut  Rony Reynaldo Situmorang SH melihat, ada skenario yang dimainkan oleh "orang besar" dengan praktek politik 'jahat' untuk menggagalkan pasangan JR Saragih - Ance maju di Pilgubsu 2018.

"Ada dua surat dari instansi yang sama tapi isinya berbeda. Ini ada apa? Kita menduga ada skenario besar dan jahat untuk menggagalkan JR Saragih - Ance," kata Rony kepada wartawan, Senin (12/2) di DPRD Sumut terkait dengan pasangan JR-Ance 'ditolak' KPU karena tidak memenuhi  syarat.

"Surat itu menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah melegalisir STTB tersebut. Surat ini menjawab surat dari KPU. Kita heran, kok bisa Sekretaris Dinas mengeluarkan surat?" ungkapnya.

Rony yang anggota Komisi A DPRD Sumut ini juga mengaku heran dan menyesalkan ada pernyataan dari salah satu Komisioner KPU yang beberapa hari lalu sudah menyebutkan dalam talk show di salah satu radio, bahwa kemungkinan besar Pilgubsu hanya diikuti oleh dua pasang saja.

"Dua atau tiga hari sebelum rapat pleno hari ini, salah satu Komisioner KPU menyebutkan hal itu. Ini ada apa? Kok bisa diumumkan sebelum rapat pleno?," kata Rony sembari menyatakan kecurigaannya, ada skenario besar untuk menggagalkan pencalonan JR Saragih menjadi Gubsu.

Terkait hal ini, lanjutnya, pihaknya akan melakukan gugatan ke Bawaslu dan diharapkan ada  waktu untuk memutuskan perkara tersebut. "Jika Bawaslu menyatakan Pak JR Saragih - Ance ikut, maka itu wajib diikuti oleh KPU. Jika tidak sesuai maka ada mekanisme untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN yang memiliki kewenangan memutus selama 30 hari," tambahnya.

JR DI DADAKU
Sementara itu, pendukung JR langsung melakukan aksi begitu mengetahui KPU Sumut menetapkan Pasangan bakal Cagubsu-Cawagubsu JR Saragih-Ance Selian Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam rapat pleno, di Grand Mercure Hotel Medan.

Aksi sebagai bentuk solidaritas kepada JR untuk tidak menyerah dan tetap berupaya menempuh jalur hukum agar tetap bisa mengikuti tahapan Pilgubsu berikutnya.

Semula petugas kepolisian yang berjaga-jaga di halaman hotel berupaya mencegah aksi massa karena dianggap bisa mengganggu suasana dan tidak ada izin sebelumnya.

Namun salah seorang pemuda yang terlihat mengkordinir aksi menyatakan kepada petugas bahwa mereka hanya melakukan aksi damai dan ingin bernyanyi.

"JR di dadaku, Ance kebanggaanku. Kuyakin JR Ance Pasti Menang". Syair lagu tersebut berulang-ulang dinyanyikan dengan suara lantang mengikuti irama lagu "Garuda di Dadaku".

Tidak terlihat seorang pun pengurus DPD Partai Demokrat maupun PKB Sumut yang ikut dalam aksi itu. Hanya ada seorang anggota tim sukses yang dikenal sebagai tokoh pemuda Simalungun Ade Farnan ikut memberikan semangat kepada pendukung JR.

Sementara itu, pengurus partai seperti Tahan Panggabean dan Ronald Naibaho mengatakan meski dinyatakan tidak memenuhi syarat namun tetap yakin JR-Ance masih bisa ikut tahapan berikutnya dengan melakukan gugatan ke Bawaslu atau PTUN.

"Pak JR minta kita semua simpatisan tetap tenang. Percayalah ini bisa jadi iklan gratis bagi JR karena hal ini justru akan menaikkan pamornya. Kita besok (hari ini-red) akan langsung mengadu ke Bawaslu dan yakin pengaduan kita dikabulkan," tegas Ronald Naibaho.

SAYANGKAN
Di tempat terpisah, Anggota DPR RI Marsiaman Saragih sangat menyayangkan Bupati Simalungun JR Saragih tidak lolos sebagai cagub Sumut.

Sebab, diperkirakannya seandainya JR Saragih yang berpasangan dengan Ance Selian ikut maju memiliki peluang sebagai kuda hitam dari paslon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dan paslon Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah, ujarnya di Jakarta, Senin (12/2).

Paslon JR Saragih-Ance Selian dinyatakan gugur dengan alasan tidak melengkapi berkas ijazah sebagai syarat pencalonan ke KPU Sumut.

Terkait dengan peluang Paslon yang tersisa, Marsiaman Saragih yang anggota Komisi XI DPR ini berkeyakinan Paslon Djarot-Sihar bisa memenangkan pemilihan, karena masyarakat Sumut sudah lama menantikan pemimpin yang amanah dan betul-betul bekerja untuk masyarakat. (A14/A03/R18/J01/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ahli Waris Ompung Datu Dolok dan Ompung Buntu Ompusunggu Minta Pembangunan WTA di Huta Ginjang Dihentikan
Untuk Keenam Kalinya, Pemkab Humbahas Kembali Terima Opini WTP
Forum Naposobulung HKBP Dukung Badan Otorita Danau Toba
Masalah Simdesa Nisbar, Jaksa Periksa 11 Kades dan 1 ASN PMD
Sumut Surplus 160 MW, Tapi Pemadaman Listrik Masih Terjadi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU