Home  / 
Tahun Baru Imlek 2018/2569 BE, Unsur Api Mengantarkan Unsur Tanah
Perpolitikan Makin Sejuk, Sumut akan Dipimpin Sosok Berwajah Teduh dan Tidak Suka Marah-marah
Selasa, 13 Februari 2018 | 11:00:26
Djono Ngatimin
Medan (SIB) -Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Medan Djono Ngatimin SH mengatakan warga Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan pergantian tahun 2569 BE, yang disebut tahun baru Imlek,  Jumat (16/2). Tahun baru Imlek di tahun 2018 menurut kelender Cina adalah shio   Anjing Tanah.  Secara ilmu metafisika menurut kepercayaan leluhur orang Tionghoa, unsur tanah itu melambangkan kesuburan, kemakmuran, kesejukan dan kedamaian.

Perekonomian di tahun shio Anjing Tanah ini, kata Djono akan lebih baik, di Indonesia, khususnya Sumut dan Kota Medan. Usaha-usaha diyakini akan makin berkembang, karena suasana perpolitikan akan sejuk. Pilkada di 171 kabupaten/kota dan propinsi akan berlangsung kondusif. "Begitu juga pemimpinnya. Sumut diprediksi akan dipimpin sosok orang yang berhati sejuk, berwajah teduh, damai dan tidak suka marah-marah," kata Djono kepada SIB, yang ditemui, Sabtu (10/2) malam, di Vihara Pancaran Mentari Suci, Jalan Selam V, Medan Denai.

Tanah, kata Djono, adalah sumber kehidupan semua makhluk hidup, karena dari tanah tumbuh kehidupan, seperti pohon, tanaman untuk dikonsumsi. Dari tanah juga terdapat air untuk diminum semua makhluk. "Jadi, tanah ini melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Segala hajat hidup manusia, hewan dan tanaman berasal dari tanah," terangnya.

Unsur tanah, kata Djono,  dipengaruhi oleh unsur api, karena tanah berasal dari api. Misalnya, orang membakar sampah, sisa pembakaran bisa jadi kompos dan kembali menjadi tanah. Sehingga, tahun shio Anjing Tanah dipengaruhi oleh tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun 2016 ber-shio Ayam Api dan tahun 2017 shio Kera Api, kedua tahun tersebut mengandung unsur api. Unsur api bisa diasumsikan sesuatu yang panas, semangat yang berkobar untuk mencapai sesuatu.

Tapi, lanjut dia, di dalam api ada emosi dan amarah, terbukti 2 tahun belakangan banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tanah air. Seperti becana alam gunung meletus, banjir, tanah longsor. Kemudian, suhu politik yang memanas seperti ketika menjelang Pilgub DKI Jakarta. Secara tidak langsung, unsur api tersebut mempengaruhi  dan kejiwaan seseorang. Namun api tersebut sudah padam, menghasilkan tanah yang subur dan bermanfaat bagi makhluk hidup.

"Gejolak amarah dan emosi yang dihasilkan dari api, sudah berubah menjadi kesejukan dan kedamaian. Tahun ini penuh harapan, negara akan lebih makmur dan semakin kondusif. Namun semua itu tergantung manusia. Kalau tanah tidak dijaga dan dipelihara maka alam bisa marah, bencana alam bisa melanda. Begitu juga dengan pemerintah, kebijakannya harus menyentuh hajat kehidupan orang banyak," tuturnya.

Tradisi
Lebih lanjut Djono mengatakan, bagi masyarakat Tionghoa, Imlek merupakan perayaan tradisi leluhur yang sudah dilaksanakan sejak ribuan tahun lalu tanpa memandang apa agamanya. Karena perayaan bukan hari besar keagamaan, etnis Tionghoa, baik itu beragama Buddha, Hindu, Kristen maupun Islam juga merayakan tahun baru Imlek.

Bagi etnis Tionghoa Bergama Buddha, pada acara pergantian tahun itu, mereka akan pergi ke Vihara untuk bersembahyang, mengucap syukur kepada Tuhan karena sudah diberi kesehatan, keselamatan dan kelancaran mencari nafkah dan juga berdoa agar hidup lebih baik di masa mendatang. Ketika sembahyang, mereka juga berdoa, apa yang belum tercapai di tahun lalu, bisa dikabulkan Tuhan di tahun ini.

"Kemudian kami makan malam bersama di malam tahun baru bersama sanak saudara (Sacapme), untuk mempererat kebersamaan di antara anggota keluarga. Sebelumnya ada tradisi makan bersama di meja bulat (Wilo), pilosofinya adalah, kelurga berkumpul, bergembira dan melepas rindu. Dengan meja bulat itu, kita satu kesatuan yang kuat di keluarga yang dilambangkan dengan meja bulat," tuturnya. (A10/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Untuk Keenam Kalinya, Pemkab Humbahas Kembali Terima Opini WTP
Forum Naposobulung HKBP Dukung Badan Otorita Danau Toba
Masalah Simdesa Nisbar, Jaksa Periksa 11 Kades dan 1 ASN PMD
Sumut Surplus 160 MW, Tapi Pemadaman Listrik Masih Terjadi
Tim Safari Ramadan MUI Sumut Berkunjung ke Simalungun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU