Home  / 
Hanura Ambhara Pecat OSO dari Anggota Partai
* Klaim Didukung 65 Pendiri Partai, Kubu OSO Deklarasi Pengurus yang Sah
Senin, 22 Januari 2018 | 11:44:17
SIB/Ant/Reno Esnir
PENGURUS PARTAI NANURA YANG SAH : Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tengah) didampingi Sekjen Partai Hanura Harry Lontung Siregar (ketiga kanan), Bendahara Umum Partai Hanura Zulnahar Usman (kedua kiri) dan sejumlah pendiri Partai Hanura memberikan keterangan kepada wartawan saat mendeklarasikan 21 DPD Partai Hanura di Jakarta, Minggu (21/1).
Jakarta (SIB) -Hanura kubu 'Ambhara' memberhentikan keanggotaan Oesman Sapta Odang (OSO) dari Partai Hanura dengan tidak hormat. Pemberhentian ini berkait dengan dugaan penyelewengan dana Partai Hanura senilai Rp 200 miliar oleh OSO.

"Kami DPP Pantai Hanura di bawah kepemimpinan Daryatmo dan Syarifuddin Sudding sebagai ketua umum dan Sekjen akan memberhentikan secara tidak hormat kepada Oesman Sapta, karena fakta telah mengatakan terindikasi kuat Oesman Sapta melakukan pelanggaran keuangan partai menggunakan kekuasaannya sebagai ketua umum untuk menarik uang dari berbagai pihak untuk dimasukkan kepada rekening pribadinya kepada rekening Oso sekuritas," ujar Wakil Ketua DPP Partai Hanura, Sudewo di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (21/1).

Sadewa menilai sikap OSO sebagai ketua umum yang melakukan penggelapan dana senilai Rp 200 M bertentangan dengan anggaran dasar rumah tangga merupakan pelanggaran berat. Apalagi, tindakan penggelapan dana itu murni atas tindakan OSO tanpa adanya kontrak politik dengan Partai Hanura.

"Kami tegaskan apa yang terjadi itu bukan kehendak kami dari jajaran partai itu adalah murni dilakukan oleh pak OSO melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai Ketua Umum untuk itulah kami tegaskan bahwa dengan mosi tidak percaya itu dari provinsi kabupaten kota kami harus sikapi dengan pemberhentian OSO secara definitif, melalui Munaslub menunjuk ketua umum baru dan pemberhentian secara tidak hormat dari keanggotaannya dari Partai Hanura, ujar Sudewo.

Siap Rekonsiliasi
Setelah mengumumkan memecat dan memberhentikan OSO Hanura kubu Ambhara mengaku siap melakukan rekonsiliasi dengan kubu Manhattan.

"Kami dalam konflik menyelamatkan Hanura ya pada prinsipnya bisa duduk bersama. Dan siap berekonsiliasi," ujar  Sudewo.

Sudewo mengatakan pihaknya mau melakukan rekonsiliasi dengan syarat memiliki tujuan yang sama yakni menyelamatkan partai. Salah satu dengan tidak ada upaya dari pihak manapun yang berusaha untuk menguasai partai.

"Asal formatnya menyelamatkan Hanura. Bukan formatnya untuk menguasai Partai Hanura. Saya ulangi. Bukan formatnya untuk menguasai Hanura. Tetapi, untuk menyelamatkan Partai Hanura. Tetapi, kalau tujuannya itu kami siap untuk rekonsiliasi," ujar Sadewo.

Sudewo mengatakan rekonsiliasi itu juga sempat dibahas dalam pertemuan Hanura 'Ambhara' dengan Ketua Pembina Partai Hanura, Wiranto beberapa waktu lalu.

"Dengan Wiranto (pertemuan) hal biasa karena beliau pendiri dan Dewan Pembina. Ya tentu saja ada pembicaraan itu (rekonsiliasi)," ujar Sudewo.

Dalam pertemuan itu, Wiranto menitipkan pesan agar Partai Hanura dipimpin oleh seseorang yang berkualitas dan bermoral. Selain itu, Wiranto ingin pemimpin itu seseorang yang dapat 'membesarkan' Partai Hanura.

"Tetapi Wiranto juga menegaskan kan kami butuh pemimpin yang berkualitas, punya moral, manajerial handal, kalau itu kategorinya dan motivasinya besarkan Hanura welcome saja. Wiranto juga bilang begitu," ujar Sudewo.

Deklarasi
Sementara itu, Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku didukung 65 dari 114 orang pendiri partai. Maka dari itu, Hanura kubu OSO mendeklarasikan sebagai Ketua Umum Partai Hanura yang sah.

"Sebagian besar para pendiri partai mendukung kepemimpinan partai yang diatur dalam AD/ART partai Hanura serta keputusan Menkum HAM di bawah kepemimpinan OSO sebagai ketum dan Wiranto sebagai ketua dewan pembina," ujar Iing Solihin selaku perwakilan pendiri partai di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/1).

Iing mengatakan para perintis Hanura melihat gonjang-ganjing partai disebabkan pihak yang tidak terima dengan kebijakan OSO. Kebijakan itu terkait dengan pengelolaan dana partai.

"Kebijakan OSO tersebut antara lain dalam penertiban disiplin partai khususnya dalam kebijakan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran keuangan partai yang transparan dan akuntabel," kata Iing.

Selain itu, kubu OSO juga menetapkan Munaslub Jakarta Timur sebagai ilegal. Sebab telah melanggar aturan AD/ART Partai Hanura.

"Munaslub yang diselenggarakan oleh pihak yang menamakan diri yang kelompok Ambhara yang dimotori Sudding tidak sesuai dengan mekanisme diatur dalam UU nomor 2 tahun 2011 dan AD/ART Hanura yang berlaku, sehingga Munaslub dan semua keputusan di munaslub tersebut ilegal," kata Iing.

Sementara itu, OSO menyebutkan, kisruh yang dibuat kubu Munaslub Jaktim sebagai upaya menjatuhkan partai agar tidak bisa verifikasi faktual Pemilu 2019.

"Fitnah-fitnah yang dilakukan untuk menghancurkan partai Hanura ini adalah keinginan agar ini partai tidak masuk dalam verifikasi. Dan apabila tidak masuk dalam verifikasi maka orang-orang membikin fitnah ini akan keluar dari partai bergabung dengan partai yang sudah dipersiapkan," kata dia. (detikcom/merdeka/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Siantar Ringkus Dua Pria Diduga Terkait Perjudian
Tim Pegasus Polsek Pancurbatu Amankan Tersangka Pencuri
Polsek Patumbak Amankan Pedagang Bawa Sajam
BNN Gagalkan Peredaran 14,5 Kg Sabu dan 63.500 Butir Ekstasi
Miliki Narkotika, 2 Warga Hatonduhan Diringkus Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU