Home  / 
Pemerintah Federal AS Masih Tutup
Operasi Militer AS di Seluruh Dunia Terancam Lumpuh
Senin, 22 Januari 2018 | 11:42:55
Washington (SIB) -Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menyatakan dampak besar akibat tutupnya Pemerintah AS yang tengah terjadi saat ini adalah militer. Seperti diketahui, Pemerintah Donald Trump tutup setelah presiden dan senator Demokrat gagal mencapai kesepakatan soal anggaran 2018.

Menurut Mattis penutupan pemerintah akan memengaruhi operasi militer termasuk beberapa operasi pelatihan, perawatan, dan intelijen. "Kegiatan pemeliharaan kami mungkin akan cukup banyak ditutup. Lebih dari 50 persen, seluruhnya dari angkatan kerja sipil. Kami melakukan banyak operasi intelijen di seluruh dunia dan biayanya mahal, mereka pasti akan berhenti," kata Mattis menanggapi pertanyaan tentang dampak dari shutdown. Secara terpisah, Departemen Pertahanan mengatakan, shutdown tidak akan berdampak pada perang militer AS seperti di Afghanistan atau operasinya terhadap militan Islam di Irak dan Suriah.

Mattis yang berbicara dalam periode tanya jawab setelah berpidato, mengatakan bahwa dia akan pergi akhir pekan ini untuk melakukan perjalanan ke Indonesia dan Vietnam. Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjalanan Mattis ke Asia akan berlanjut karena hal itu diperlukan untuk keamanan nasional dan hubungan luar negeri.

Senat terus melakukan negosiasi. Namun, negosiasi itu masih buntu. Partai Demokrat berkukuh pada permintaan mereka yaitu agar rencana anggaran juga mencakup anggaran untuk program perlindungan 700 ribu imigran ilegal yang terancam dideportasi di bawah pemerintahan Trump. Di sisi lain, Partai Republik mengatakan mereka tidak akan bernegosiasi soal masalah imigrasi hingga Partai Demokrat memberikan hak suara yang dibutuhkan agar pemerintahan kembali dibuka. "Presiden tidak akan bernegosiasi soal reformasi imigrasi hingga Partai Demokrat berhenti main-main dan membuka pemerintahan," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders seperti dilansir Reuters, Minggu (21/1).

Ketua Minoritas Senat AS Chuck Schumer dari Partai Demokrat menyebut Trump sebagai mitra negosiasi yang tidak dapat dipercaya. Schumer mengungkap bahwa negosiasi sebenarnya sempat beberapa kali hampir mencapai kata setuju namun Trump kembali mundur. "Bernegosiasi dengan Trump itu seperti bernegosiasi dengan Jell-O," katanya.

Schumer sempat bertemu dengan Trump selama 90 menit pada Jumat (19/1). "Mustahil untuk bernegosiasi dengan pihak yang selalu pindah-pindah,"
tambahnya. Negosiasi dilakukan saat rapat akhir pekan yang sebenarnya jarang dilakukan senat. Hingga Sabtu (20/1) malam waktu setempat, Partai Demokrat dan Republik tidak mencapai kesepakatan dan pembahasan akan dilanjutkan di hari Minggu (21/1) waktu setempat. Senat akan melakukan voting pada Senin (22/1) terkait anggaran ini, kecuali bila Demokrat mencapai kata sepakat lebih cepat.

Selama pemerintahan AS ditutup, para pegawai pemerintahan diminta untuk tinggal di rumah atau bekerja tanpa dibayar hingga pendanaan disetujui. Beberapa lokasi wisata, salah satunya Patung Liberty, untuk sementara tutup.

Sebelumnya perundingan sengit digelar Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Schumer. Namun pada menit-menit terakhir sebelum tengah malam, perundingan dinyatakan tidak berhasil, dan Pemerintah AS secara teknis mengalami shutdown akibat kehabisan uang sebagai dampak 'molornya' pembahasan anggaran.

Akhirnya, shutdown secara resmi diumumkan, tepat ulang tahun pertama pelantikan Presiden Donald Trump. Nasib PNS di sana pun tak jelas. Ada ratusan ribu PNS di AS yang terancam dirumahkan. Tentu saja pelayanan publik bakal sangat terganggu. Taman nasional dan monumen juga akan ditutup untuk umum. Namun, layanan esensial tetap akan dijalankan.

Serang Partai Demokrat
Hubungan antara Presiden Donald Trump dan Partai Demokrat makin panas setelah pemerintah AS tutup. Ini gara-gara iklan Trump yang menyebut Partai Demokrat terlibat dalam pembunuhan yang dilakukan imigran ilegal.

Iklan kampanye Trump berjudul 'Complicit' itu dirilis bertepatan dengan setahun pemerintahannya. Iklan itu memperlihatkan imigran ilegal bernama Luis Bracamontes yang didakwa membunuh dua orang polisi pada 2014. "Partai Demokrat yang menghalangi langkah kami akan terlibat dalam setiap pembunuhan yang dilakukan oleh imigran ilegal" demikian bunyi iklan tersebut.

Iklan ini dirilis setelah pemerintah AS tutup karena tidak ada kesepakatan anggaran dengan Senat. Trump menyalahkan senator dari Partai Demokrat yang tetap menuntut agar rencana anggaran yang diajukan pemerintah Trump juga mencakup anggaran untuk melindungi 700 ribu imigran ilegal yang terancam dideportasi di bawah pemerintahannya.

Iklan ini bisa membuat marah Partai Demokrat dan membuat hubungan makin tegang. Padahal, saat ini senator dari Partai Demokrat dan Republik masih terus bekerja untuk kembali membuka pemerintahan AS. Keterangan tertulis yang menyertai iklan tersebut menyalahkan Ketua Minoritas Senat AS, Chuck Schumer yang berasal dari Partai Demokrat. Schumer dianggap menyandera warga AS yang sah demi imigran ilegal. Jubir Schumer menganggap iklan ini adalah pengalihan isu dari penutupan pemerintah AS. Daripada membuat iklan kampanye, Trump disarankan bernegosiasi untuk kembali membuka pemerintahan.

Kecam Trump
Sementara itu ratusan ribu orang bergabung dalam unjuk rasa kaum perempuan di seluruh penjuru Amerika Serikat guna memprotes Presiden Donald Trump dan serangan seksual yang di antaranya ditudingkan kepada sang presiden.

Dalam unjuk rasa di lebih dari 250 kota di AS itu para demonstran mengutuk pandangan Trump terhadap imigrasi, aborsi, LGBT dan hak-hak wanita dalam tepat satu tahun pemerintahannya. Adele, Natalie Portman, Scarlett Johansson dan Whoopi Goldberg menjadi beberapa selebritis yang turut dalam unjuk rasa yang juga menyuarakan kampanye antipelecehan seksual menyusul skandal Harvey Weinstein.

Banyak pengunjuk rasa yang membawa slogan berisi pesan-pesan anti-Trump seperti "Berita benar, presiden palsu", sedangkan di Oklahoma, demonstran meneriakkan, "Kita butuh pemimpin, bukan pencuit kejam!". Trump memang paling gemar mencuit di Twitter. Mengutip Sky News, unjuk rasa serupa juga digelar di berbagai kota di seluruh dunia. Hari ini juga kaum perempuan akan menggelar unjuk rasa di London.

Merespons gelombang demonstrasi ini, Trump kembali lari ke Twitter untuk menyampaikan cuitan bahwa "ini adalah hari yang sempurna bagi kaum wanita untuk berpawai merayakan tonggak bersejarah dan keberhasilan ekonomi luar biasa serta penciptaan kesejahteraan yang sudah terjadi dalam 12 bulan terakhir." (Detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Dua Bulan Berjuang, Bocah Penderita Gizi Buruk di Tanjungbalai Meninggal
Ketua Ardindo Suyono RW: Masyarakat Asahan Harus Bijak Menggunakan Medsos
Santuni Anak Yatim Warnai Reses Jainal Samosir di Simandulang
PLN Bantu Pembangunan Jalan Menuju Lokasi Wisata Air Terjun Simonang-monang
Akibat Dahsyatnya Erupsi Sinabung, Tanaman Rusak Petani Menjerit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU