Home  / 
PDIP Kritik Pernyataan Zulkifli Soal Sikap Fraksi DPR Terkait LGBT
* PPP: PAN Tak Hadir di Rapat KUHP Soal LGBT
Senin, 22 Januari 2018 | 11:39:07
Jakarta (SIB) -Pernyataan Ketua MPR yang juga Ketum PAN, Zulkifli Hasan, soal sikap fraksi di DPR terkait LGBT menuai kritik, salah satunya dari PDIP. Zulkifli diminta memberi penjelasan soal hal itu.

"Saya sangat kecewa, prihatin dan menyesalkan sikap Pak Zulkifli dalam kapasitasnya selaku Ketua MPR secara ceroboh dan tanpa dasar melontarkan pernyataan yang keji serta cenderung menista institusi DPR," kata anggota Tim Perumus RUU KUHP dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan kepada wartawan, Minggu (21/1).

Arteria menyarankan Zulkifli memberikan penjelasan di depan publik atas pernyataannya itu. Dia menegaskan bahwa DPR selama ini tidak pernah membahas UU LGBT.

Keheranan akan pernyataan Zulkifli juga disampaikan Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. Dia menyarankan Zulkifli lebih hati-hati ke depannya.

"Ketum PAN, Ketua MPR, buat pernyataan tentang LGBT dan Minol, yang bila tidak ada salah kutip pers, bersifat asbun, tendensius dan halusinatif. Sangat disesalkan. Sebagai ketua lembaga negara, memang harus ekstra hati-hati. Pernyataan demikian langsung viral dan menimbulkan pro-kontra meluas. Saya yakin hal demikian juga tidak diharapkan oleh Pak Zul," ungkap Hendrawan kepada wartawan.

Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah mengaku kaget dengan pernyataan Zulkifli. Namun, dia mengambil hikmah dari pernyataan Zulkifli itu.

"Pernyataan Ketua MPR tersebut perlu untuk kita ambil hikmahnya bahwa dalam negara hukum Pancasila tidak dibolehkan ada norma Undang-Undang atau peraturan perundang-undangan manapun yang akan melegalisasi perkawinan sejenis maupun LGBT seperti yang dilakukan sebagian bangsa barat yang memang paham ideologinya mengagung-agungkan kebebasan individu," papar Basarah dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, pernyataan Zulkifli itu diungkapkan saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di hadapan ratusan peserta Tanwir Aisyiah di kampus Universitas Muhammadiyah (UM), Sabtu (20/1). Berikut isi pernyataan Zulkifli berdasarkan video yang diperoleh:

Kalau jaman dulu nilai-nilai begitu diagungkan, akhlakul karimah. Ibu ibu sekarang ini masyaallah Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan.

Dan dalam keadaan itulah, lama-lama juga diam. Perempuan boleh sama perempuan. Di DPR, keputusan MK kemarin ada UU pornografi lagi dibahas soal ini. Bayangkan ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima, lima.

Dikonfirmasi terpisah, Zulkifli menyatakan, sudah ada 5 fraksi di DPR yang menolak adanya LGBT.

"PAN menyatakan ada 4 partai yang menolak (LGBT) plus PAN. Yang lima lagi belum ngomong," ujar Zulkifli Hasan.

PAN Tak Hadir
Sementara itu, PPP juga mempertanyakan pernyataan Zulkifli Hasan terkait sikap fraksi di DPR soal LGBT. PAN disebut tidak hadir di rapat terakhir RUU KUHP soal LGBT.

Hal itu disampaikan oleh anggota Panitia Kerja (Panja), RUU KUHP dari Fraksi PPP, Arsul Sani. Dia menjelaskan bahwa soal LGBT ini masuk dalam pembahasan RUU KUHP dan kini sedang dibahas untuk adanya perluasan cakupan tentang perbuatan cabul.

Arsul mengungkapkan dalam konsep awal RUU KUHP dari pemerintah, perbuatan cabul oleh LBGT atau sesama jenis hanya dipidana kalau dilakukan terhadap orang di bawah umur 18 tahun. Cakupan itu diminta diperluas, di antaranya oleh PPP dan PKS.

"Dalam rapat di tingkat Panja ini, enam fraksi lain setuju dengan usulan perluasan FPPP dan FPKS ini. Keenam fraksi tersebut: Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, Gerindra dan PDIP. Sedangkan PAN dan Hanura tidak hadir dalam rapat Panja tersebut," papar Arsul kepada wartawan, Minggu (21/1).

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Firman Soebagyo menjelaskan perihal RUU LGBT yang ditolak untuk masuk Prolegnas. Menurut Firman, keputusan itu ada dari hampir semua fraksi.

"Sampai sekarang DPR RI belum pernah membahas RUU tersebut bahkan hampir semua fraksi menolak untuk dimasukkan dalam daftar prolegnas baik prolegnas prioritas maupun prolegnas jangka menengah," ungkap Firman yang merupakan politikus Golkar ini.

Pernyataan Zulkifli itu juga mendapat sorotan dari sejumlah pihak di DPR. Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan saat ini tidak ada pembahasan UU LGBT di DPR.

"Tidak ada pembahasan UU LGBT. Itu masuk dalam pembahasan RUU KUHP," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Bamsoet meluruskan anggapan bahwa ada fraksi yang setuju dengan LBGT. Dia meyakini semuanya menolak.

"Apalagi kita melegalkan, itu keliru. Semangatnya adalah menolak LBGT di tanah air," ucap Bamsoet. "Saya nggak yakin ada fraksi yang setuju soal LGBT," sambungnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU