Home  / 
Waktu Verifikasi Parpol Dipangkas Dinilai Turunkan Kualitas Pemilu
* PDIP: KPU akan Kedodoran
Senin, 22 Januari 2018 | 11:31:12
Jakarta (SIB) -Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay merespons terkait waktu verifikasi parpol untuk Pemilu yang dipangkas dalam revisi PKPU Nomor 7/2017. Ia khawatir kualitas Pemilu akan menurun.

"Apa yang akan dilakukan itu beda sekali dengan verifikasi faktual apa yang diatur dan selama ini. Jadi saya kira khawatir dengan kualitas," kata Hadar dalam diskusi 'Pro Kontra Verifikasi Faktual Parpol' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1).

Keputusan KPU untuk memangkas verifikasi faktual parpol yaitu pasca-putusan MK terkait syarat parpol ikut Pemilu yang digugat Partai Idaman. Putusan ini membuat seluruh Parpol, baik yang lama atau yang baru akan mengikuti Pemilu harus diverifikasi.

"Kita ini diajak seperti bersandiwara. Masa demokrasi kita di aspek kepemiluan ini kita mau sandiwara kan?" ujar Hadar.

"Partai (lama) yang 12 dan tambah 4 (partai baru) ini ya bisa saja lolos semua. Jangan menganggap saya ingin mereka tidak lolos, tapi kualitas yang terpenting," sambungnya.

Hadar mengatakan verifikasi yang dilakukan dengan waktu singkat dapat menghasilkan peserta Pemilu yang tidak berkualitas. Menurutnya jika kualitas dalam proses seleksi tidak diperhatikan maka hasil yang diperoleh tidak akan baik.

"Jadi kualitas bermasalah kita akan mendapatkan peserta Pemilu yang tidak sesuai nantinya," ujar Hadar.

Kedodoran
Sementara itu, PDIP menilai, KPU sebagai penyelenggara Pemilu akan kedodoran karena cepatnya waktu verifikasi.

"Yang kami pastikan penyelenggara ini akan kedodoran, yang kami pastikan partai politik akan kesulitan ritme," ujar Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan Arteria Dahlan dalam diskusi yang sama.

"Untuk kesekian kalinya MK melakukan akrobat hukum, MK bisa lebih bijak bagaimana tahapan verifikasi sudah berjalan hampir selesai tiba-tiba menghasilkan keputusan ini tapi tetap kita hormati dan menjunjung tinggi putusan itu," sambungnya.

Arteria mengatakan metode verifikasi yang akan dilakukan setelah revisi PKPU akan menurunkan kualitas calon peserta Pemilu. Menurutnya, verifikasi tidak bisa dilakukan dengan waktu yang cepat.

"Metode dan sistem yang dibangun pasca-revisi saya memastikan demokrasi jauh lebih menurun. Mana ada verifikasi yang dilakukan hanya dua hari? mana ada verifikasi di kabupaten/kota 3 hari? Kalau kita serius, demokrasi serius betul ikuti aturan main," ujar Arteria.

Pasca-putusan MK soal verifikasi parpol, PDIP dan parpol lama lainnya diwajibkan untuk diverifikasi oleh KPU. Arteria menegaskan, PDIP siap untuk mengikuti verifikasi faktual.

"PDI Perjuangan menghormati penuh putusan MK PDI Perjuangan siap verifikasi kita pastikan PDIP akan lolos karena kita sudah antisipasi," kata Arteria.

Sebelumnya, KPU merevisi PKPU Nomor 7/2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019. Dalam revisinya, KPU mengubah lamanya waktu verifikasi partai politik.

Arief mengatakan, dalam PKPU sebelumnya, verifikasi dilakukan selama 14 hari. Namun, dari hasil revisi yang telah disepakati bersama DPR dan pemerintah, KPU memangkas waktu verifikasi di tiap tingkatan. Hal ini dilakukan karena ada keterbatasan waktu.

"Di kabupaten/kota yang semula 14 hari dipangkas hanya 3 hari. Di KPU provinsi, yang semula 14 hari itu kami pangkas menjadi 2 hari," ujar Arief  di Jakarta, Jumat (19/1).

"Di KPU pusat memverifikasi DPP yang semula 14 hari, kami pangkas jadi 2 hari juga. Jadi semua kami pangkas menjadi lebih padat karena keterbatasan waktu, keterbatasan SDM dan anggaran," kata Arief. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Dua Bulan Berjuang, Bocah Penderita Gizi Buruk di Tanjungbalai Meninggal
Ketua Ardindo Suyono RW: Masyarakat Asahan Harus Bijak Menggunakan Medsos
Santuni Anak Yatim Warnai Reses Jainal Samosir di Simandulang
PLN Bantu Pembangunan Jalan Menuju Lokasi Wisata Air Terjun Simonang-monang
Akibat Dahsyatnya Erupsi Sinabung, Tanaman Rusak Petani Menjerit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU