Home  / 
Imigrasi Minta Polri Bantu Usut 72 Ribu Pemohon Paspor Fiktif
Sabtu, 20 Januari 2018 | 11:46:26
Jakarta (SIB)- Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham meminta bantuan Polri untuk mengungkap temuan 72 ribu pemohon paspor fiktif. Permintaan bantuan itu ditujukan kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Untuk penanganan (pemohon paspor fiktif) kami pertama sudah melapor ke BIN (Badan Intelijen Negara). Kemudian hari ini atau kemarin, seingat saya, sudah ada surat yang ditujukan kepada Bareskrim, Unit Siber Bareskrim Polri sebagai bahan laporan," kata Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Agung Sampurno, Jumat (19/1).

Agung mengatakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Kominfo juga dimintai bantuan dalam pengungkapan temuan ini.
"Ke Lemsaneg (Lembaga Sandi Negara yang sekarang menjadi BSSN) juga, ke Kominfo juga. Sudah kami laporkan kepada instansi-instansi itu dan kami berikan data-data yang kami miliki terkait dengan pemohon fiktif tersebut," jelas Agung.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan laporan dari Imigrasi sudah ditindaklanjuti. Polisi kini menyelidiki siapa yang mendalangi adanya 72 ribu pemohon paspor fiktif dan apa motifnya.

"Komunikasi itu sudah dilakukan oleh Ditjen Imigrasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber. Sekarang sedang didalami oleh penyidik di Direktorat Tindak Pidana Siber siapa yang secara masif mengajukan permohonan dengan email-email yang berbeda-beda," ujar Martinus.

"Munculnya (permohonan) itu hampir bersamaan dan jumlahnya lebih dari 70-ribuan sehingga perlu didalami siapa yang menyebarkan ini, dan motifnya apa," sambung Martinus.

Sebelumnya Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronnie F Sompie mengungkapkan ada 72 ribu pemohon paspor fiktif secara online. Hal tersebut merugikan masyarakat karena memakan kuota pemohon paspor di pelayanan online.

"Ini sindikat. Ya, sindikat calo. Sindikat yang ingin mengganggu," kata Ronny di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Minggu (14/1).
Perintahkan Usut
Menanggapi permintaan Imigrasi itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan kepada jajarannya untuk berkoordinasi dengan pihak imigrasi .
"Saya baru mendengar, tapi ini informasi masuk saya terima. Nanti saya akan perintahkan kepada jajaran Bareskrim, Polda Metro Jaya segera koordinasi dengan pihak Imigrasi," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Kapolri menegaskan, pihaknya akan menindak para pelaku. Polri akan mengusut tuntas jika ada sindikat dalam temuan pemohon paspor fiktif ini.
"Kalau memang ada paspor-paspor palsu, kita tangkap dan kita proses hukum," imbuh Tito. (detikcom/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Dua Bulan Berjuang, Bocah Penderita Gizi Buruk di Tanjungbalai Meninggal
Ketua Ardindo Suyono RW: Masyarakat Asahan Harus Bijak Menggunakan Medsos
Santuni Anak Yatim Warnai Reses Jainal Samosir di Simandulang
PLN Bantu Pembangunan Jalan Menuju Lokasi Wisata Air Terjun Simonang-monang
Akibat Dahsyatnya Erupsi Sinabung, Tanaman Rusak Petani Menjerit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU