Home  / 
Jokowi Dikelilingi Purnawirawan Jenderal
* Teten Tepis Bentuk Timses Jokowi di 2019 * PDIP Prediksi Ada Reshuffle Lagi
Kamis, 18 Januari 2018 | 10:38:28
Jakarta (SIB) -Jenderal (purn) Moeldoko menambah deretan 'bintang' TNI yang berada di lingkar pemerintah Presiden Jokowi. Menurut Moeldoko yang baru saja jadi Kepala Staf Kepresidenan, hal ini semakin baik untuk membuat keputusan.

"Saya pikir sesuatu kalau bervariasi akan lebih indah dilihat. Kan begitu saja. Jadi semakin bervariasi, pasti banyak hal yang--apa ya--kalau kita membuat keputusan itu mesti banyak berbagai pertimbangan," ungkap Moeldoko usai serah terima jabatan di Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).

Moeldoko berpikir bahwa semakin banyak orang, maka semakin banyak pula masukan untuk membuat keputusan. Namun ia enggan menilai apa maksud Jokowi menambah purnawirawan TNI di kabinetnya.

"Saya tidak bisa menilai Presiden. Intinya siapapun yang diberi kepercayaan oleh presiden, sebuah kehormatan yang harus dijalankan," kata Moeldoko.

Moeldoko sendiri baru tahu akan dilantik jadi Kepala Staf Kepresidenan Rabu (17/1) dini hari. Namun tak masalah baginya, karena menurut dia tugas adalah kehormatan.

"Bagi kita waktu masih berdinas, tugas adalah kehormatan, kehormatan adalah segala-galanya," kata Moeldoko.

Selain Moeldoko, sudah ada Jenderal (purn) Wiranto di posisi Menko Polhukam, Jenderal (HOR) (purn) Luhut Panjaitan, serta Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu. Selain itu ada pula Jenderal (purn) Try Sutrisno di Unit Kerja Presiden - Pembinaan Ideologi Pancasila, dan juga Jenderal (purn) Agum Gumelar yang baru saja menjadi anggota Wantimpres.

Tepis Bentuk Timses Jokowi
Sementara itu, Bekas Kepala Staf Presiden (KSP) yang kini menjabat Koordinator Staf Khusus Jokowi, Teten Masduki, menepis reshuffle ini untuk membentuk tim sukses Jokowi di Pilpres 2019.

"Nggak seperti itulah," kata Teten di Kantor Staf Presiden, Rabu (17/1).

"Saya kira ini kan memang tinggal satu tahun kalau dihitung. Pilpres 2019 itu kan (mulainya) 17 April. September ini sudah ada pencapresan sehingga memang perlu di tim presiden, perlu diperkuat untuk mengkonsolidasikan capaian-capaian," sambung Teten.

Teten mengatakan Jokowi ingin menyelesaikan berbagai program kerjanya karena masa kepemimpinannya akan berakhir. Kinerjanya akan dilihat oleh rakyat, sehingga Presiden memperkuat tim dengan melakukan reshuffle jilid III.

"Karena pemerintah kan akan dilihat berhasil atau tidak. Nah saya kira Pak Presiden ingin memperkuat tim di sekitar beliau untuk konsolidasi berbagai program-program yang ada di pemerintahan," ujarnya.

PDIP Prediksi Ada Reshuffle Lagi
PDIP  sendiri memprediksi akan ada reshuffle lanjutan terkait Airlangga.

"Saya kira bisa diharapkan seperti itu ya (ada reshuffle lanjutan). Bisa diharapkan seperti itu dalam rangka sekali lagi menata agar pemerintahan lebih efektif, kemudian partai pendukung pemerintah solid, semua orang bekerja dengan efektivitas tinggi," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/1).

Menurut Hendrawan, Jokowi memang butuh waktu untuk memutuskan apakah Airlangga akan di-reshuffle atau tidak. Dia meminta semua pihak tidak mendesak Jokowi me-reshuffle Airlangga.

"Itu juga butuh waktu, butuh waktu. Berikan kesempatan untuk presiden menimang-nimang, mempertimbangkan ya," ucap dia.

Soal Airlangga yang merangkap jabatan sebagai ketum parpol dan Menteri Perindustrian (Menperin), Hendrawan memandangnya sebagai pro-kontra. Dia yakin Jokowi akan konsisten dengan sikapnya soal menteri.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi pernah mengatakan menteri harus fokus dan jangan rangkap jabatan, termasuk di parpol.

"Gini, presiden selama ini kita kenal sebagai presiden yang konsisten. Presiden berani, yang tegas, itu sebabnya kita sabarlah, ini kan masih transisi semua," ucap Hendrawan.

Presiden Joko Widodo buka suara terkait dengan posisi Airlangga Hartarto yang tetap menjabat Menteri Perindustrian di jajaran Kabinet Kerja, walaupun merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar).

Jokowi menilai, Airlangga Hartarto merupakan sosok yang sudah menguasai konsep industri nasional.

"Kita lihat dan memang di Kementerian Perindustrian Pak Airlangga itu betul-betul menguasai dan mengerti betul. Yang berkaitan dengan baik mengenai makro, konsep makro industri di negara kita, menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan seperti apa," kata Jokowi di Istana Negara. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Dua Bulan Berjuang, Bocah Penderita Gizi Buruk di Tanjungbalai Meninggal
Ketua Ardindo Suyono RW: Masyarakat Asahan Harus Bijak Menggunakan Medsos
Santuni Anak Yatim Warnai Reses Jainal Samosir di Simandulang
PLN Bantu Pembangunan Jalan Menuju Lokasi Wisata Air Terjun Simonang-monang
Akibat Dahsyatnya Erupsi Sinabung, Tanaman Rusak Petani Menjerit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU