Home  / 
Bunuh Suami karena Cekcok, Istri Kubur Jasad Hasudungan Aruan di Kebun
* Istri Kedua Bunuh Suaminya Saat Selingkuh
Minggu, 14 Januari 2018 | 12:07:37
Aceh Tenggara (SIB) -Ibu rumah tangga (IRT) berinisial TP (50) membunuh suaminya Hasudungan Aruan (55). Polisi menyebut motif pembunuhan ini karena pasutri tersebut kerap cekcok mulut dan bertengkar.

"Mereka sering bertengkar di rumah. Sebelum suaminya tewas, mereka bertengkar," kata Kapolsek Semadam, Polres Aceh Tenggara Ipda Saniman, Sabtu (13/1).

Menurut pengakuan pelaku, pemicu utama dari pertengkaran itu akibat sang suami (korban) sering mabuk hingga kerap ribut di rumahnya. Korban juga kerap memukul istrinya (pelaku) jika pulang ke rumah.
Hal tersebut memicu ibu dari lima orang anak ini membunuh suaminya sendiri. Setelah dibunuh dengan cara dipukul, jasad korban diikat dengan tali.

Selanjutnya jasad korban dibawa dengan gerobak sorong dan menggali lobang dengan alat berat untuk ditanam di kebun miliknya sendiri.

"Kita dapat laporan bahwa tersangka TP mengakui telah membunuh suaminya. Jasadnya dikubur di kebun milik korban," kata Saniman.

Akibat kejadian itu, saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Semadam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Saat ini, pelakunya satu orang. Namun, penyidik terus melakukan pengembangan apakah ada keterlibatan orang lain. Termasuk motifnya juga apakah hanya sebatas bertengkar atau ada lainnya," sebut Saniman.

Bunuh Saat Selingkuh
Di tempat terpisah, Sari Purwati (44) membunuh suaminya, Amrin (62), karena berselingkuh di sebuah rumah di Pekanbaru, Riau. Sari bersama beberapa orang lainnya terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan Amrin tewas.

"Dalam kasus ini, ada 6 orang kita amankan, termasuk istri korban. Mereka melakukan pengeroyokan dengan cara korban dan wanita selingkuhannya diikat dengan tali. Korban tewas di lokasi akibat penganiayaan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Amrin adalah warga Jalan Uka Perum Ayu Lestari, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Sedangkan Sari ialah istri kedua Amrin.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/1) sekitar pukul 00.45 WIB di salah satu rumah di Jalan Kubang Raya, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan,
Pekanbaru. Sari bersama kelima orang lainnya memukuli korban hingga tewas.

Susanto mengatakan, keenam orang yang diamankan ini masih berstatus satu keluarga. Ada juga yang merupakan anak tiri korban.

"Mereka masih kita lakukan pemeriksaan secara maraton untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut. Mereka statusnya masih terperiksa," kata Susanto.

Polisi juga memeriksa seorang wanita teman selingkuh korban inisial BL (29). BL ikut diikat dan menyaksikan pengeroyokan terhadap Armin.

"Kita juga lagi memintai keterangan dari saksi BL itu. Karena dia juga diikat dan menyaksikan terjadi perbuatan main hakim sendiri yang menyebabkan kematian korban," kata Susanto.

Susanto juga akan mendalami informasi yang menyebut Sari sebagai istri kedua korban.

"Kabar awal salah satunya berstatus istri kedua korban. Tapi kan sah atau tidaknya pernikahan itu harus kita kumpulkan dulu bukti-buktinya," kata Susanto. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Partai Perindo Target 70 Persen Suara untuk Pasangan Jokowi - Amin di Sumut
Ratusan Warga Porsea Berangkatkan dan Doakan Caleg DPR RI Partai Hanura Edison Manurung
Bupati Karo Launching Musik Campursari Diatonis dan Pentatonis di Berastagi
Penyanyi Cilik Berdarah Indonesia Dapat Golden Ticket American Idol
Nostalgia Artis 3 Generasi Lantunkan Lagu Top-40
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU