Home  / 
Diyakini Halangi Penyidikan Novanto
Fredrich Yunadi Ditangkap KPK
Minggu, 14 Januari 2018 | 10:32:15
SIB/Ant/Elang Senja
DITAHAN KPK : Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (tengah) mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1). Tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto tersebut resmi ditahan KPK setelah sebelumnya ditangkap KPK pada Jumat (12/1) malam.
Jakarta (SIB) -KPK menangkap Fredrich Yunadi dengan membawa surat perintah penangkapan. KPK meyakini Fredrich melakukan perintangan terhadap penyidikan Setya Novanto.

"Ya, dilakukan penangkapan. Jadi kita tidak melakukan apa yang sering disebut dengan jemput paksa. Kita sudah membawa surat perintah penangkapan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (13/1).

Menurut Febri, ketika tim KPK melakukan penangkapan dengan membawa surat penangkapan, Fredrich diduga kuat melakukan dugaan tidak pidana menghalang-halangi penyidikan KPK terhadap Setya Novanto.

"Ketika (melakukan) penangkapan, tim sudah meyakini bahwa yang bersangkutan diduga keras melakukan tindak pidana dugaan obstruction of justice, perbuatan menghalang-halangi dalam kasus e-KTP tersangka SN," kata Febri.

Penangkapan terhadap Fredrich perlu dilakukan agar proses penyidikan berjalan dengan baik. "Dan nanti akan dipertimbangkan alasan objektif-subjektif dalam penahanan lebih lanjut," ucapnya.

Fredrich tak melawan saat ditangkap KPK. Penangkapan Fredrich berjalan dengan baik.

"Tadi penangkapan berjalan dengan baik. Yang kami lakukan adalah membagi tim di beberapa lokasi. Tidak ada perlawanan tadi dan sudah dibawa ke kantor KPK," ungkap Febri.

Punya Bukti
KPK mengaku memiliki bukti yang sangat kuat untuk memproses Fredrich Yunadi atas dugaan tindak pidana menghalangi proses penyidikan tersangka e-KTP Setya Novanto. KPK akan memproses Fredrich seefektif mungkin.

"Bahwa orang ini, kita sudah punya bukti yang sangat kuat dan meyakinkan. Kita akan proses seefektif mungkin," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

KPK belum menyimpulkan siapa aktor utama yang menghalangi penyidikan Novanto. KPK masih memproses sejumlah pihak.

"Kita belum sampai pada kesimpulan klasifikasi aktor, apalagi ditanya aktor utama atau bukan. Yang pasti, kita proses dulu saja," kata Febri.

Terkait kasus Fredrich, KPK meminta semua pihak menjalankan tugas sesuai dengan jalannya. Febri meminta agar tugas suatu profesi tak menghalangi proses hukum yang sedang berjalan.

"Advokat adalah mitra KPK. Kami hormati yang bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. Kita juga bekerja demikian, terutama juga dokter bekerja secara mulia. Saya kira kita dan IDI punya komitmen yang sama ke depan. Profesi yang mulia tidak boleh disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk menyelamatkan dirinya atau menghindari pihak tertentu di republik ini," imbuhnya.

Ditahan BERSAMA Setya Novanto
Pengacara kondang Fredrich Yunadi ditahan KPK. Fredrich bisa jadi bertemu dengan mantan kliennya, Setya Novanto, karena ditahan di rutan yang sama.

"K4," kata kubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan menjawab pertanyaan di mana Fredrich ditahan.

Jawaban Febri mengacu pada kompleks gedung KPK K4, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Lokasi rutan ada di belakang gedung Merah-Putih, kantor utama KPK.

Setya Novanto juga ditahan di rutan yang sama. Fredrich adalah mantan pengacara Novanto, sebelum pria berkumis itu mengundurkan diri setelah Maqdir Ismail masuk sebagai kuasa hukum mantan Ketum Golkar itu.

MEMBANTAH
Advokat Fredrich Yunadi membantah melakukan upaya merintangi penyidikan yang dilakukan KPK terhadap Setya Novanto terkait kasus korupsi e-KTP. Dia menyebut KPK ingin membumihanguskan dirinya.

"Sekarang saya dibumihanguskan. Ini adalah suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," kata Fredrich, yang memakai rompi tahanan berwarna oranye, saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

"Jelas KPK dong, siapa lagi," sambungnya saat ditanya siapa yang dia maksud ingin membumihanguskan dirinya.

Fredrich mengatakan dirinya sebagai advokat hanya melakukan tugas dan kewajiban membela Setya Novanto sebagai kliennya. Dia berdalih Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 mengatur bahwa advokat tidak bisa dituntut secara perdata ataupun pidana.

"Saya difitnah katanya melakukan pelanggaran, sedangkan Pasal 16 UU 18 Tahun 2003 tentang advokat, sangat jelas mengatakan advokat tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun pidana," ujarnya. Menurutnya, hal itu juga diperkuat oleh putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Fredrich tidak terima dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia menegaskan tidak menghalangi penyidikan, apalagi bersekongkol dengan dr Bimanesh Sutarjo untuk menyiapkan skenario saat Setya Novanto masuk Rumah Sakit Medika Permata Hijau akibat kecelakaan.

"Sama sekali tidak ada, buktikan. Itu permainan. Nggak ada itu. Sesuatu hal rangkaian itu namanya skenario ingin membumihanguskan," tegasnya. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Terima Kirab Obor Paskah Nasional, Bupati Karo Ajak Tingkatkan Kasih Persaudaraan
Pemkab Langkat Beri Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Brandan
Kejaksaan Dairi Gelar Penyuluhan dan Penerangan Hukum di SMAN 2 Sidikalang
Dandim Tetap Pantau Kegiatan TMMD Imbangan 101 di Agara
KAHMI Langkat Gelar Musda III
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU