Home  / 
Andi Lala Pembunuh Satu Keluarga di Medan Divonis Mati
Sabtu, 13 Januari 2018 | 12:07:02
SIB/Ant/Irsan Mulyadi
VONIS MATI: Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Andi Lala (kanan) menangis seusai mengikuti sidang dengan agenda pembacaan putusan, di PN Medan, Jumat (12/1). Andi Lala yang merupakan otak pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Medan tersebut divonis mati dan dua orang terdakwa lainnya Roni dan Andi Sahputra divonis masingmasing 20 tahun penjara.
Medan (SIB)- Andi Lala alias Andi Matalata tak kuasa menahan tangis setelah divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (12/1) sore. Pria tukang las itu dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana dan sadis terhadap satu keluarga di Mabar serta Suherwan alias Iwan Kakek.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Lala alias Andi Matalata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan atau turut serta melakukan pembunuhan dengan berencana yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. Menjatuhkan hukuman dengan pidana mati," ucap majelis hakim diketuai Dominggus Silaban.

Dalam pertimbangan majelis hakim, Andi Lala menggunakan alat saat menganiaya Rianto beserta keluarga dan Suherwan hingga tewas. Hal itu, menurut hakim, untuk mempercepat kematian para korban.

"Menimbang, bahwa hakim tidak mendengar kata permintaan maaf di dalam persidangan, maka perbuatan para terdakwa harus dijatuhkan sebagaimana mestinya. Menimbang bahwa terdakwa Andi Lala setelah melakukan pembunuhan tidak ada perubahan maupun penyesalan hingga tindakannya berkelanjutan," kata Dominggus.

Hakim berpendapat, hal memberatkan, perbuatan terdakwa Andi Lala bukan hanya membunuh orang dewasa saja, melainkan anak-anak yang menjadi korban. "Sehingga bisa membuat anak itu kehilangan keluarganya dan trauma sepanjang hidupnya. Hal meringankan nihil," ujar Dominggus.

Andi Lala dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Usai mendengarkan vonis mati itu, Andi menangis saat diboyong pengawal tahanan (waltah) ke sel tahanan sementara PN Medan. Ia tak berkomentar sedikit pun saat diwawancarai wartawan.

Selain Andi Lala, majelis hakim juga menghukum terdakwa Andi Sahputra alias Andi Keleng dan Roni Anggara alias Roni. Keduanya dihukum masing-masing selama 20 tahun penjara karena ikut turut serta melakukan pembunuhan berencana. Bedanya, kedua terdakwa ini tidak berkelanjutan.

Usai sidang, penasehat hukum ketiga terdakwa, Torang Manurung menjelaskan, untuk vonis terdakwa Roni dan Andi Sahputra, pihaknya mengajukan banding. Menurutnya, banyak pertimbangan majelis hakim yang tidak sesuai dengan fakta persidangan.

"Ketiga terdakwa ini semuanya ditembak. Bahkan Roni sempat lumpuh karena peluru yang bersarang di kakinya. Persoalannya sekarang Roni dalam penekanan dan dipaksa oleh polisi untuk mengakui perbuatan itu. Kita banding untuk kedua terdakwa ini," jelasnya. (A14/f)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Partai Perindo Target 70 Persen Suara untuk Pasangan Jokowi - Amin di Sumut
Ratusan Warga Porsea Berangkatkan dan Doakan Caleg DPR RI Partai Hanura Edison Manurung
Bupati Karo Launching Musik Campursari Diatonis dan Pentatonis di Berastagi
Penyanyi Cilik Berdarah Indonesia Dapat Golden Ticket American Idol
Nostalgia Artis 3 Generasi Lantunkan Lagu Top-40
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU