Home  / 
La Nyalla Ngaku Dipalak Prabowo Rp40 M untuk Pilkada Jatim
* Gerindra Membantah: Bukan Mahar, Itu untuk Saksi
Jumat, 12 Januari 2018 | 11:32:45
Jakarta (SIB) -Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, mengaku dimintai uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, untuk mengeluarkan rekomendasi kepada dirinya terkait pencalonan gubernur di Pilkada Jawa Timur.

La Nyalla menceritakan, diberi surat tugas oleh Prabowo pada tanggal 9 Desember 2017 untuk mengumpulkan dukungan partai dalam pencalonan dirinya. Selain itu, dia juga diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi untuk seluruh TPS di Jawa Timur sebesar Rp40 miliar.

"Saya dimintai uang Rp40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan," kata La Nyalla saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (11/1).

La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU.

Namun, kata La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum tanggal 20 Desember. Keberatan dengan permintaan Prabowo, La Nyalla mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

"Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan Rp300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita," ujarnya.

La Nyalla juga menyatakan berhenti dari kader Gerindra, dan memastikan tidak akan mendukung Gerindra di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

"Mohon maaf saya orang bego kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra," tegasnya.

Itu untuk Saksi
La Nyalla Mattalitti mengaku dimintai uang miliaran rupiah untuk Pilgub Jatim oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Hal tersebut disangkal Waketum Gerindra Arief Poyuono.

"Tidak ada permintaan Rp40 miliar dalam surat tugas Gerindra pada Mas La Nyalla untuk mendapatkan partai koalisi untuk mengusung Mas La Nyalla dalam Pilgub Jatim," kata Arief.

Arief menjelaskan bahwa memang Gerindra menugaskan La Nyalla untuk mencari koalisi di Pilgub Jatim. Arief mengatakan, adalah wajar apabila Gerindra meminta uang Rp40 miliar kepada La Nyalla karena untuk membayar saksi di TPS, jadi bukan mahar.

"Mengenai uang Rp40 miliar kata Mas La Nyalla yang katanya diminta oleh partai Gerindra dan untuk bayar saksi di TPS saat pencoblosan, kalaupun itu benar adalah sangat wajar karena pertama kemenangan cakada dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS," sebut Arief. (Viva.com/detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus DPW Doakan Jokowi Menang Sumut Dilantik, Tuani Lumbantobing Ketua
CSIS: Prabowo Alami Stagnasi Elektoral
Bawaslu Jadwalkan Panggil Kepala Daerah di Riau Pendukung Jokowi
Sandiaga Resmikan Posko Pemenangannya di Rumah Keluarga Soeharto
Tensi Pilpres 2019 Makin Panas Karena Medsos
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU