Home  / 
Singgung Fitnah di Pilkada
Mega: Kalau Mau Tempur yang Jantan
Kamis, 11 Januari 2018 | 10:07:46
SIB/Ant/Rosa Panggabean
HUT KE-45 PDI PERJUANGAN : Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kiri) memotong tumpeng dengan disaksikan Presiden Joko Widodo (keempat kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kedua kiri) dan Deklarator PDI Perjuangan Sabam Sirait (kedua kanan) dalam acara HUT ke-45 PDI Perjuangan di JCC, Jakarta, Rabu (10/1).
Jakarta (SIB)- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato berapi-api di HUT ke-45 partainya. Salah satu isi pidato Mega ialah tentang fitnah di Pilkada.

Mega menyampaikan pidatonya itu di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (10/1). Mega mengatakan fitnah dan pembunuhan karakter dipakai untuk menyerang seseorang melalui media sosial.

"Pelaku menggunakan identitas palsu, memaki, memfitnah, menghujat, membunuh karakter terhadap siapapun. Mereka lukai tanpa merasa bersalah, menyesal," ujar Mega.

Mega lalu menyinggung soal Pilkada 2018 yang dikaitkannya dengan fitnah di media sosial. Seperti diketahui, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mundur dari bursa Pilgub Jatim. Salah satu alasannya karena penyebaran foto aib diduga dirinya.

Menurut Mega, serangan seperti itu sangat tidak jantan. Kalau mau 'tempur', kata Mega, mari secara sehat.

"Kemarin Pilkada saya katakan mereka seperti ini sebenarnya seorang yang pengecut, tidak berjiwa ksatria. Saya tahu, 'Bapak Presiden, kalau banteng itu jantan'. Jadi saya suka bilang begini, 'Kalau mau tempur, ayo bersikap jantan'," ucap Mega.

"Anak-anak bilang, 'Ibu, jangan lupa Ibu betina lho'," imbuhnya disambut tawa kader.

Gemuruh Tepuk Tangan
Gemuruh tepuk tangan beberapa kali terdengar saat Presiden Joko Widodo berpidato pada HUT ke-45 PDI Perjuangan. Dari awal pidato, Jokowi terus memuji partainya.

"Selamat ulang tahun ke-45 PDIP, selamat ulang tahun partai perjuang demokrasi, selamat ulang tahun partainya wong cilik," ujar Jokowi disambut tepuk tangan pengurus dan kader yang hadir.

Di hari jadi yang ke-45, PDIP menurut Jokowi menorehkan catatan kebesaran. PDIP dinilai Jokowi sudah berhasil melalui rintangan yang berat.

"Kekompakkan tidak pernah pudar, kepemimpinaan kuat tidak ada yang menyangsikan, gotong-royong selalu memperkokoh partai," sambung Jokowi yang kembali mendapat tepuk tangan.

PDIP menurut Jokowi konsisten menjadi pejuang kepentingan wong cilik yang memegang teguh cita-cita pendiri bangsa. PDIP juga disebut memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika dan memegang teguh Pancasila.

"Indonesia beruntung memiliki PDIP yang militan kadernya, yang demokratis, yang visioner tanpa melupakan sejarah bangsa. PDIP pendukung penting visi pembangunan Indonesia sentris, mendorong terwujudnya poros maritim dan pendukung pelaksanaan nawacita di seluruh Nusantara," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebut Indonesia beruntung memiliki PDIP yang menjadi gambaran kebhinnekaan Indonesia dan memperkuat semangat persatuan. PDIP disebut Jokowi juga selalu mendukung perjuangan melawan kemiskinan.

"Saya percaya ada satu kata yang membuat PDIP tetap kokoh berdiri yaitu gotong-royong," tutur Jokowi disambut tepuk tangan.

Presiden Joko Widodo hadir dalam HUT ke-45 PDIP didampingi Wapres Jusuf Kalla. Jokowi dan JK pun mendapat potongan tumpeng HUT PDIP dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Ingatkan AMKI Soal Potensi Radikalisme di Masjid Kampus
Jokowi akan Tetap ke Afganistan Meski Baru Saja Ada Penyerangan
Periksa Dahnil, Polisi akan Klarifikasi "Mata Elang" di Kasus Novel
Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Buka Kongres Mahasiswa Katolik
Tolak Keberatan Pengacara, Hakim Lanjutkan Sidang Jonru
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU