Home  / 
PKS: Fahri Hamzah Putus Asa Tak Jadi Bakal Caleg Lagi
Minggu, 7 Januari 2018 | 11:04:13
Fahri Hamzah
Jakarta (SIB)- Fahri Hamzah kembali menyerang pimpinan PKS dan mengajak kader muda partai tersebut untuk melakukan perlawanan. PKS menyebut langkah Fahri merupakan bentuk keputusasaan.

"Fahri seperti hari ini, kehebatan yang diakuinya itu berkat dan didikan pembinaan PKS. Harusnya terima kasih dengan PKS, sebelum di PKS, dia bukan siapa-siapa. Karena dia PKS, dia baru dikenal, Fahri sebagai Wakil Ketua DPR. Sebelum jadi anggota PKS, baik setelah dipecat atau mundur, dia itu besar karena PKS," ujar Kepala Departemen Hukum dan HAM PKS Zainuddin Paru dalam perbincangan, Jumat (5/1).

Dalam kritiknya, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Zainuddin membantahnya dan menyebut kepemimpinan di PKS sangat terbuka, tapi semua kader partai harus patuh pada kebijakan partai.

"Di PKS itu amat sangat terbuka dan memberi kebebasan ke semua orang, baik dari pengurus pusat, wilayah, daerah, kader tingkat terkecil, dan anggota biasa boleh bicara untuk berpendapat, menyampaikan kritik dan saran terhadap suatu hal yang masih dalam proses diskusi, selama tidak menyalahi akhlak dan moral atau hal-hal tidak baik," jelasnya.

"Ketika suatu hal sudah diputuskan, kalau kami musyawarah syuro, walau di awal tidak setuju, dia harus tunduk dengan keputusan itu. Tidak ada istilah diktator dan arogan. Dibuka ruang seluas-luasnya, sampai pada waktunya mengambil keputusan. Setiap keputusan yang diambil sudah merupakan konsensus dan semua kader baik pengurus atau anggota biasa, dia ikut dengan keputusan itu," imbuhnya.

Fahri pun menyinggung soal kader PKS yang menjadi koruptor tapi tidak dipecat dari partai. Sedangkan dia yang mengkritik justru dipecat. Menanggapi statement Fahri tersebut, Zainuddin menilai itu sebagai bentuk keputusasaan. Sebab, PKS yang telah memecat Fahri tidak memasukkannya kembali sebagai bakal caleg untuk Pemilu 2019.

"Itu kan bagian dari keputusasaan dari Fahri karena sudah dipecat, apalagi kesempatan untuk menjadi calon anggota DPR sudah tidak ada lagi. Daftar pencalonan anggota Dewan sudah di-launching oleh hampir semua partai, termasuk PKS, dan tidak ada nama Fahri dari PKS," terang Zainuddin.

"Bacaleg sudah di-launching oleh DPP akhir November atau awal Desember lalu, nama Fahri tak ada. Posisinya sudah di luar PKS, jangan lagi urus internal PKS. PKS akan tetap hidup, roh besarnya PKS ada di kader yang tulus, yang tidak mengumbar amarah, kebencian, dan membuka aib," sambung dia.
Zainuddin juga membantah PKS tidak bertindak tegas terhadap kadernya yang terlibat korupsi. Namun, menurutnya, keputusan tersebut oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik untuk menjaga nama baik.

"Bahwa tuduhan oleh FH terhadap anggota PKS yang korupsi ataupun masalah lainnya, sudah pasti mereka mendapatkan sanksi yang setimpal. Tapi semua keputusan itu, oleh PKS tidak pernah disampaikan kepada publik. Itu semua semata-mata untuk menjaga nama baik yang bersangkutan dan kemaslahatan bersama," papar Zainuddin.

Ini disebutnya sama seperti pemecatan Fahri dari PKS. Zainuddin mengatakan justru Fahri sendiri yang mengungkap soal pemecatannya dari PKS.
"Termasuk pemecatan terhadap FH sendiri. Awalnya DPP PKS menyimpan rapat di internal PKS saja. Justru FH sendiri yang buka ke publik," kata dia.
Zainuddin pun meminta Fahri tidak saling menyerang dengan para pimpinan PKS. Meski PKS sudah memecat Fahri, hingga saat ini Wakil Ketua DPR tersebut masih melawan di jalur hukum atas pemecatannya dari partai dan keputusan belum inkrah.

"Kami kirimkan doa, mudah-mudahan Fahri husnul khatimah, akhir atau ending yang baik, walau tidak lagi bersama PKS. Jadi makanya saya mulai dengan baik. Walau sudah tidak di PKS, jangan saling menyakiti, engkau di sana kami di sini, jangan saling menyakiti," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Fahri menyebut PKS menerapkan asas ketaatan yang tinggi dan akan memecat setiap kader yang kritis. Dia lalu mengajak para kader muda PKS melakukan perlawanan.

"Saya lawan ini, mengajak anak muda di partai ini. Janganlah model kepemimpinan seperti ini dibiarkan, berbahaya!" kata Fahri saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/1). (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Ingatkan AMKI Soal Potensi Radikalisme di Masjid Kampus
Jokowi akan Tetap ke Afganistan Meski Baru Saja Ada Penyerangan
Periksa Dahnil, Polisi akan Klarifikasi "Mata Elang" di Kasus Novel
Jokowi Jadi Presiden Pertama yang Buka Kongres Mahasiswa Katolik
Tolak Keberatan Pengacara, Hakim Lanjutkan Sidang Jonru
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU