Home  / 
DPRDSU: Usut Rekanan Pelaksana Proyek Jalan Lau Renun-Lau Njuhar Dairi
* Proyek Berbiaya Rp1 Miliar Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Kini Sudah Kupak-kapik
Kamis, 14 Desember 2017 | 10:35:38
SIB/INT
Ketua FP Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop
Medan (SIB)- Ketua FP Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut rekanan yang mengerjakan pengaspalan Jalan Lau Renun - Lau Njuhar Kecamatan Tanah Pinem, Dairi, berbiaya Rp1 miliar lebih yang diduga dikerjakan asal jadi. Hal itu disampaikannya karena proyek belum berakhir masa pengerjaannya sudah "kupak-kapik" di sejumlah titik.

"Memang proyek pengaspalan jalan yang anggarannya bersumber dari APBD Dairi ini masih tanggungjawab rekanan hingga masa pemeliharaan 6 bulan kedepan, terhitung sejak proyek itu selesai dikerjakan. Tapi jika pada tahap awal juga sudah ditemukan ketidakberesan, berarti sudah ada ketidakberesan dalam pelaksanannya," ujar anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Toni Togatorop kepada wartawan, Rabu (13/12) di DPRD Sumut.

Diakui Toni, proyek pembangunan Jalan Lau Renun - Lau Njuhar sepanjang 1,90 Km x 3,0 meter ini, anggarannya bukan bersumber dari APBD Sumut, tapi karena dirinya selaku anggota dewan yang berasal dari Dapil Dairi, harus ikut menyuarakan aspirasi masyarakat yang disampaikan Kepala Desa Renun Losta Sembiring tentang pengerjaan proyek tersebut.

"Walaupun proyek itu anggarannya bersumber dari APBD Dairi, saya selaku anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, berhak menyampaikan keluhan masyarakat untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum," ujar Toni menepis tudingan, tentang adanya protes dari oknum-oknum tertentu, untuk tidak mencampuri urusan proyek yang anggarannya bersumber dari APBD Dairi.

Anggota Komisi B ini bahkan tetap bersuara keras menyoroti berbagai proyek yang diduga bermasalah, walaupun mendapat tantangan dari oknum-oknum yang merasa tidak senang atas kekritisannya. Sebab selaku wakil rakyat wajib hukumnya membela aspirasi masyarakat yang sangat kecewa melihat sarana perhubungan ke desanya, diduga dikerjakan asal-asalan.

 "Kita akan terus menuntut pihak rekanan untuk segera melakukan perbaikan kembali secepatnya dan diharapkan kepada penegak hukum melakukan pengusutan, sebab kerusakan jalan itu sudah terjadi dua kali dan sudah diperbaiki kembali, tapi tetap juga rusak. Ini mengisyaratkan, pengerjaannya diduga asal-asalan," tegas Toni Togatorop. (A03/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eramas Gelar Kampanye Dialogis dan Doa Bersama 23 Juni
Seribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Simalungun Bersama Djarot Saiful Hidayat di Perdagangan
FKI 1 Sumut Komit Dukung Paslon Bupati Dairi Nomor Urut 2
Warga Pinggiran Rel Berharap Pada Djoss Ada Pemondokan Layak
BEM se-Jabar Kirim Surat Protes ke Kemendagri Terkait Komjen Iriawan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU