Home  / 
Antisipasi Banjir Medan, BWSS-II akan Bangun 2 Bendungan dan Keruk 4 Sungai
* Kepala BWSS-II Roy P Pardede: 40 Persen Banjir Akibat ‘Human’ dan Lahan Akses Utama
Kamis, 14 Desember 2017 | 10:31:44
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)- Pihak Kementerian PU-PR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)-II Medan menetapkan enam program teknis jangka menengah dan jangka panjang untuk mengantisipasi serangan arus banjir di kawasan kota Medan, yaitu empat program peningkatan kapasitas sungai, dan dua pembangunan bendungan baru di kawasan hulu sungai.

Kepala BWSS-II Medan, Roy P Pardede ST MTech, menyebutkan peningkatan kapasitas berupa pengerukan dan pelebaran atau normalisasi alur sungai itu meliputi sungai Sei Deli mulai dari hulu Sungai Babura hingga sungai Titikuning sepanjang 7,5 kilometer, Sungai Deli mulai titik temu arus dari Sungai Baburan hingga Sungai Bekala sepanjang 16 kilometer, Sungai Batugingging mulai kota Lubukpakam hingga Sungai Serdang desa Segitiga sepanjang 8,9 kilometer, dan Sungai Belawan mulai dari muara hingga titik temu arus di Sungai Brantas dan anak-anak sungai sekitar, sepanjang 37,5 kilometer.

Sedangkan dua lagi rencana konstruksi adalah pembangunan bendungan atau dam raksasa Lau Simeme di hulu Sungai Percut atau Desa Sibiru-biru Kecamatan Delitua, dan pembangunan bendungan Namu Batang di kawasan hulu Sungai Deli. Proyek dam Lau Simeme disebutkan sudah mencapai tahap finalisasi sedangkan proyek dam Namu Batang sedang masa proses disain-perencanaan.

"BWSS-II mengagendakan program antisipasi dan penanggulangan banjir yang terus mengancam Medan dan kota sekitarnya. Untuk jangka pendek dan menengah awal, kita (BWSS-II) sudah melaksanakan penataan sungai-sungai di akses utama atau saluran primer pada Sei Putih, Sei Kera, Sei Badera dan Sei Sikambing. Sedangkan  saluran sekunder dan tersier berupa objek-objek drainase, itu tanggung jawab pemerintah kota (Pemko Medan). Untuk antisipasi banjir jangka menengah lanjut dan jangka panjang telah disiapkan program peningkatan kapasitas pada empat jalur sungai utama dan dua rencana pembangunan bendung. Tapi yang jelas, 40 persen banjir di kota itu disebabkan faktor 'humanis' atau prilaku manusia seperti pertambahan populasi dan properti di area tepian sungai yang seharusnya menjadi area bantaran bebas, dan juga akibat sulitnya pembebasan lahan di area-area akses utama," ujar Roy P Pardede kepada SIB di kantornya, Senin (12/12).

 Dia mengutarakan hal itu bersama para staf inti yang membidani masalah banjir dan penataan air, yaitu kepala satker pelaksanaan jaringan pemanfaatan air (PJPA) Ir Jinto Lumbanbatu, kepala seksi perencanaan umum dan program (PUP) Ir Herbert Sihite dan kepala tata usaha (KTU) Daud Turki ST.

Mereka mencontohkan, beberapa program penataan sungai yang terkendala selama ini antara lain di titik atau lokai sungai kawasan Kampung Aur, Kampung Hamdan, belakang kantor DPRD Kota Medan, belakang eks Deli Plaza (kini Podomoro), Sei Denai dan beberapa lokasi lainnya di dalam kota Medan.

Sebelumnya, untuk jangka pendek, Pardede menegaskan program aksi penanganan dan antisipasi banjir pada objek-objek sungai itu meliputi peningkatan kapasitas tampung arus banjir berupa pengerukan lumpur atau matrial sedimentasi pada Sungai Deli sepanjang 24 kilometer mulai dari muara sungai hingga Sungai Babura dan anak-anak sungai sekitar, alur sungai Sei Sikambing 18 kilometer, sungai Sei Putih 8 kilometer dan sungai Sei Kera 4,5 kilometer. Program jangka menengah tahap awal juga sudah dilakukan pada Sei Percut 28 kilometer, kanal Sei Deli--Percut 3,8 kilometer, Sei Belumai 8,5 kilometer, dan sungai Sei Badera mulai Helvetia hingga Paluh Besar dan Sei Belawan sepanjang 17,3 kilometer. (A04/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU