Home  / 
Jokowi Pastikan Tahun Politik Tak Buruk Bagi Ekonomi
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:22:07
Jakarta (SIB)- Presiden Jokowi berpendapat tahun politik tak harus berdampak buruk untuk ekonomi. Menurut dia, politik dan ekonomi memiliki ranah masing-masing dan bisa saling mendukung.

"Saya kira kalau kita bersama-sama bisa menghilangkan paling tidak persepsi 'ini politik, ini ekonomi', saya kira yang politik berjalanlah politik, yang ekonomi berjalanlah ekonomi," kata Jokowi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Jokowi menggarisbawahi pelaku ekonomi yang memilih wait and see setiap kali menjelang tahun politik. Padahal tahun politik bisa dibilang justru merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Menurut saya, kontestasi politik, 0,2-0,3%, itu justru ada belanja spanduk, kaos, sembako, justru naik. Tapi yang ngomong bukan saya, ekonom juga Pak Darmin (Menko Perekonomian)," tutur Jokowi.

Tahun politik pun bukan hanya 2019 atau saat pemilihan presiden (pilpres). Setiap tahun ada pilkada serentak di berbagai daerah.

"Tahun 2014 kita ada pilpres, wait and see. Tahun 2015 ada 150-an pilkada apa wait and see lagi, 2016 (ada) 106 pilkada wait and see lagi, 2018 ada 171 pilkada wait and see lagi, 2019 ada pilpres, apa mau wait and see lagi," papar Jokowi.

Maka itu, Jokowi menyarankan pelaku ekonomi tetap berjalan di ranah ekonomi. Sedangkan politikus berjalan di ranahnya.

"Artinya, marilah kita memulai bersama agar yang politik berjalan, yang ekonomi mari bermain di wilayah ekonomi dan ingat bahwa ini bukan pertama kali Indonesia menjalankan pilkada serentak, dan bukan pertama kali pemilu diadakan di negara kita," kata Jokowi. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU