Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Politikus PKS Didakwa Terima Suap Rp 11,1 Miliar
* Terima Suap dari Aseng, Yudi Widiana Pakai Kode Juz
Kamis, 7 Desember 2017 | 09:56:52
SIB/Ant/Reno Esnir
SIDANG PERDANA YUDI WIDIANA: Terdakwa kasus suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yudi Widiana (kanan), berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (6/12). Politisi PKS itu didakwa menerima suap lebih dari Rp11 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, terkait usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara.
Jakarta (SIB) -Anggota DPR Yudi Widiana Adia didakwa menerima uang suap sebesar Rp 4 miliar dari komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng. Uang tersebut untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2015.

"Telah menerima atau turut serta melakukan perbuatan yang menerima hadiah yaitu berupa uang sejumlah Rp 2 miliar dan uang Rp 2 miliar dari So Kok Seng alias Aseng selaku komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata jaksa pada KPK Iskandar saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (6/12).

Selain itu, jaksa mendakwa Yudi Widiana menerima uang suap Rp 2,5 miliar, USD 214 ribu (kurs rupiah Rp 2,8 miliar) dan USD 140 ribu (kurs rupiah Rp 1,8 miliar dari Aseng). Uang itu juga untuk untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2016. Sehingga total uang suap yang diterima Yudi yang merupakan Politikus PKS itu adalah Rp 11,1 miliar.

Jaksa menyatakan Yudi selaku Wakil Ketua Komisi V DPR saat itu mengajukan usulan program aspirasi kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk dimasukan dalam DIPA Kementerian PUPR. Kemudian, Yudi meminta anggota DPRD Kota Bekasi M Kurniawan Eka Nugraha menghubungi Aseng untuk menyerahkan nama kegiatan menjadi program aspirasi.

"Terdakwa (Yudi Widiana) menerima penyampaian dari Kurniawan perihal nama kegiatan beserta nilai proyek yang diberikan Aseng. Kemudian Yudi memerintahkan Kurniawan untuk menyerahkan nama kegiatan beserta nilai proyek tersebut sebagai usulan program aspirasi milik Yudi ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR yakni pembangunan jalan Pasahari-Kobisonta Rp 50 miliar, pelebaran jalan Kobisonta-Pasahari Rp 50 miliar dan pelebaran jalan Kobisonta-Bonggol Bula Rp 40,5 miliar," jelas jaksa.

Pada bulan Oktober 2015, jaksa menyatakan Yudi memerintahkan Kurniawan untuk menanyakan perihal komitmen fee dalam proyek tersebut kepada Aseng. Lalu Kurniawan meminta Aseng menyelesaikan feekomitmen tersebut kepada Paroli alias Asep.

"Kurniawan kemudian melakukan komunikasi dengan Aseng membahas realisasi pembayaran uang muka komitmen fee program aspirasi Yudi sekitar Rp 7 miliar merupakan 5% dari nilai anggaran Rp 140 miliar dari tiga proyek," kata jaksa.

Atas permintaan komitmen fee, jaksa menyatakan Yudi beberapa kali menerima uang dari Aseng melalui Kurniawan. Pertama Yudi menerima uang Rp 4 miliar dari Aseng melalui Kurniawan di Hotel Cikini, Jakarta pada bulan Mei 2015.

Kedua, Yudi menerima uang Rp 2,5 miliar di Hotel Ibis, Jakarta yang dimasukkan dalam koper warna merah pada bulan Desember 2015. "Kemudian Kurniawan menghubungi Asep bertemu di Pom bensin Tol Bekasi Barat menyerahkan uang Rp 2,5 miliar agar diserahkan kepada Yudi," jelas jaksa.

Selanjutnya, jaksa mengatakan Kurniawan bertemu dengan Aseng di Hotel Manies Ambon untuk menerima uang Rp 3 miliar. Uang itu diberikan untuk Ustara.
Setelah itu, Aseng menyerahkan uang sejumlah USD 214.300 dan parfum merk Hermes serta jam tangan Panerai kepada Yudi melalui Kurniawan. "Di lobby Surabaya Suites Hotel, Kurniawan menerima uang USD 140.000 dari Aseng untuk terdakwa Yudi," kata jaksa.

pakai kode 'Juz'
Pemberian uang suap, dipom bensin Pertamina Tol Bekasi Barat kata Jaksa penuntut umum ternyata diinformasikan Kurniawan ke Yudi melalui pesan singkat dengan menggunakam sandi 'Juz'.

"Semalam sudah liqo dengan asp ya," begitu SMS Kurniawan kepada Yudi.

"Na'am berapa juz?" tanya Yudi.

"Sekitar 4 juz lebih campuran," respons Kurniawan.

"Itu ikhwah Ambon yang selesaikan. Masih ada minus Juz yang agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yang mahad Jambi," ujar Kurniawan.

Jaksa penuntut umum pun mendakwa Yudi dengan Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (detikcom/Merdeka.com/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU