Home  / 
Kapolri: Ini Negara Bhinneka, Tak Boleh Ada Sweeping Tahun Baru
* Kapolres Diperintahkan Bersihkan Tempat dari Copet, Tukang Bius dan Preman * Tito: Enggak Bisa, Saya Copot !
Kamis, 7 Desember 2017 | 09:26:56
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian
Bogor (SIB) -Polisi tak memperbolehkan adanya razia (sweeping) liar oleh kelompok masyarakat di malam perayaan tahun baru 2018 nanti. Soalnya Indonesia adalah negara yang menghargai keberagaman.

"Pengamanan juga (untuk) kegiatan-kegiatan keagamaan. Ini negara Bhinneka Tunggal Ika, negara yang menghargai keberagaman. Ini juga sama, tidak boleh ada sweeping segala macam," kata Tito di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Pelarangan sweeping tak akan dilakukan dengan cara represif. Tito memerintahkan agar para polisi mengedepankan cara-cara persuasif, namun jika terjadi pelanggaran tetaplah harus ditegasi.

"Lakukan dengan cara-cara soft, pendekatan ke semua tokoh. Kalau ada yang melanggar, lakukan penegakan hukum," kata Tito.

Polisi menamai pengamanan malam tahun baru 2018 sebagai Operasi Lilin. Banyak hal yang akan diamankan, meliputi pengamanan dari aksi terorisme, aksi mafia sembako, kemacetan lalu lintas, hingga kejahatan jalanan.

Sebelumnya diberitakan, Operasi Lilin ini juga akan fokus pada pemberantasan preman-preman. Bila pejabat polisi wilayah setempat tak mampu memberantas preman, maka Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mencopot pejabat polisi.

"Yang nggak bisa bersihkan (preman), ya saya copot," kata Tito.

PERINTAHKAN KAPOLRES
Tito Karnavian juga memerintahkan ke Kapolres dan Kapolsek di seluruh wilayah di Indonesia untuk melaksanakan operasi penangkapan pelaku kejahatan konvensional dan kejahatan jalanan.

Perintah tersebut untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Saya sampaikan, kepada Kapolres, Kapolsek, bersihkan semua tempat dari calo, copet, tukang todong, jambret, tukang bius, semua preman dan segala macamnya," ujar Tito.

Tito menegaskan, akan mencopot para kepala satuan wilayah tersebut jika masih ada laporan terjadinya tindak kejahatan jalanan dan kejahatan konvensional.

"Yang enggak bisa, saya copot," ujar Tito.

Tito juga memastikan telah berkoordinasi dengan institusi lain seperti TNI, pemerintah provinsi/kota/kabupaten atau kementerian terkait mengenai pengamanan.

Rencananya, untuk mematangkan operasi pengamanan libur Natal dan Tahun Baru, Kapolri akan menggelar rapat dengan institusi-institusi lain pada pekan depan.

Tidak hanya soal pengamanan, rapat koordinasi itu juga akan membahas hal lain, mulai dari pengamanan harga sembilan bahan pokok hingga ancaman terorisme di objek vital. (Detikcom/Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kegiatan Eramas dan Djoss di Labuhanbatu Masih Sepi
Djarot Diminta Dongkrak Industri Kerajinan Oleh-Oleh Khas Sumut
Seorang Pedagang Curi Perhatian Edy Rahmayadi di Pasar Gambir Tembung
Paslon EKAB Sambangi Warga Kecamatan Lae Parira
H Benteng Panjaitan Ketum Tim Kampanye Eramas Kabupaten Asahan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU