Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Kasus Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
Poldasu Amankan 14 Tersangka Termasuk Dua Oknum Polisi, 38 Kg Sabu Disita
* Empat Tersangka Ditembak, 1 Tewas
Kamis, 7 Desember 2017 | 09:24:34
SIB/Roy Marisi Simorangkir
TUNJUKKAN SITAAN: Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw didampingi Direktur Ditres Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung, Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kasubdit II Ditres Narkoba AKBP Hilman Wijaya menunjukkan barang bukti 38 Kg sabu dan belasan tersangka yang berhasil diamankan, Rabu (6/12).
Medan (SIB) -Setelah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis sabu jaringan internasional yang melibatkan Kapolsek Lolowau Nisel dan satu oknum personil Polres Tj Balai, Selasa (5/12) lalu, personil Subdit II Ditres Narkoba Poldasu mengamankan total 14 tersangka dengan barang bukti sabu mencapai 38 Kg. Diketahui, serangkaian pengungkapan jaringan dengan bandar pengendali asal Malaysia itu dilakukan petugas terhitung sejak 25 November-5 Desember 2017.

Informasi diperoleh wartawan di Poldasu, Rabu (6/12) siang, penangkapan ke-14 tersangka itu dilakukan petugas dari 6 lokasi berbeda. Karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri, empat di antara belasan tersangka itu terpaksa ditembak dan satu di antaranya tewas.

Kepada wartawan dalam paparan di Poldasu, Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw didampingi Direktur Ditres Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah menindaklanjuti tiga informasi yang didapat, mengenai jaringan sindikat internasional yang kerap mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu-sabu di Sumut.

"Melalui penyelidikan atas informasi itu, pertama kali tim menangkap tersangka Mu (31) warga Jalan Marindal I Gang Madrasah Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Medan, Sabtu (25/11) lalu. Tersangka ditangkap di jalan Lintas Medan-Banda Aceh Desa Batu Lenggang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Sumut, tepatnya di depan warung internet (Warnet) dengan barang bukti 6 Kg sabu yang dikemas plastik teh hijau Guan Yin Wang," ujarnya.

Setelah melakukan interogasi terhadap tersangka Mu, katanya, polisi melakukan upaya pengembangan atas informasi yang didapat tentang adanya tempat penyimpanan sabu dari jaringan tersebut yang berada di Medan. Kemudian, petugas melakukan penangkapan kedua dengan menangkap tersangka Pa (45) dari kediamannya di Jalan Pasar I LK VII Kecamatan Medan Marelan Medan, Selasa (28/11). Dari rumah tersangka, petugas menyita barang bukti 6 Kg sabu lain yang tersimpan dalam kotak dibungkus koran.

Upaya pengembangan selanjutnya dari penangkapan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan mengarah ke Desa Sampali. Dalam pengembangan itu, tersangka Pa mencoba melarikan diri sehingga terpaksa dilumpuhkan petugas dengan tembakan di kaki.

"Dari hasil interogasi terhadap tersangka Mu dan Pa, tim mendalami informasi tentang adanya pengiriman sabu dari Tanjungbalai menuju Medan. Lalu diperoleh informasi, jaringan sindikat tersebut akan menjemput narkoba di Jalan Turi Medan, Minggu (3/12). Sekira pukul 11.00 WIB, tim membuntuti pelaku yang menjemput sabu di Jalan Turi Medan dengan mengendarai mobil," katanya.

Setelah dilakukan pengejaran hingga ke kawasan Jalan Gaperta Ujung Helvetia Medan, petugas berhasil menangkap dua pelaku yaitu CPS (46) warga Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal Medan dan GS (56) warga Desa Suka Maju Indah Kecamatan Sunggal. Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap mobil para tersangka, petugas menemukan satu tas berisi 15 Kg sabu dalam 15 bungkus kemasan teh kuning merek Guan Yin Wang.

Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku mendapat sabu tersebut dari tersangka MDS alias Koro (40), yang selanjutnya berhasil ditangkap, walau sempat menabrakkan mobilnya ke mobil petugas di kawasan Namorambe. Dari situ terungkap, tersangka Koro merupakan pengusaha yang berdomisili di Teluk Nibung, Desa Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kodya Tanjungbalai.

"Selain menangkap tersangka Koro, tim juga mengamankan tiga rekannya yaitu Ri (34) alias Athong warga Jalan Ringroad /Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Sunggal, bersama dua oknum polisi antara lain Kapolsek Lolowau Nisel AKP BS (44) warga Jalan Durian Komplek Royal Durian, Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan dan Bripda MYMS (22) warga Jalan Kampung Jawa, Gang Ule, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu," jelasnya.

Kemudian unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Poldasu melakukan pengembangan terhadap pemesan sabu tersebut kepada pelaku dan menangkap dua kurir yang mengambil pesanan yaitu AAB (28) warga Tanjung Baru, Pasar IX, Jalan Bakaran Batu, Dusun II Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, yang memesan 2 Kg sabu dan Jo (45) warga Jalan Titi Papan Simpang Dobi, Gang Nuri, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, yang memesan 3 Kg sabu dari para tersangka.

Setelah dilakukan interogasi, diketahui sabu 3 Kg itu telah dibawa pergi ke daerah Helvetia Medan. Kemudian dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka Koro yang mengetahui lokasi 3 Kg sabu tersebut disembunyikan. Tetapi, saat turun dari mobil tersangka Koro berupaya melawan dan mencoba merebut senjata polisi, sehingga ditindak tegas polisi.

Pada penangkapan keempat, hasil interogasi terhadap pelaku yang sudah tertangkap diketahui dari jaringan mereka ada sabu yang terjual ke Tanjungpura.
Sehingga polisi menyelidikinya, Senin (4/12) sampai ke Jalan Titi Baru Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat.

"Pada pukul 11.00 WIB, diamankan tiga orang yang diduga membawa sabu yaitu MAS (22) mahasiswa warga Desa Pekuburan Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat, AZ (40), wiraswasta, penduduk Desa Pekuburan Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat dan AC (35), wiraswasta warga Desa Pekuburan Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat," lanjut Paulus.

Dari ketiganya, Subdit II menyita barang bukti berupa sebungkus sabu yang dikemas dalam bungkus teh bertuliskan Guan Yin Wan. Saat akan dilakukan pengembangan, tersangka MAS berupaya melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan menembak kakinya.

Penangkapan kelima, Selasa (5/12) sekira pukul 23.00 WIB, pengembangan dilakukan dengan penangkapan anggota sindikat narkotika jaringan itu di Jalan Putri Hijau Medan tepatnya di depan Merdeka Walk. Seorang tersangka yang ditangkap bernama Sur (44) warga Jalan Perjuangan Gang Tunggal, Kecamatan Medan Perjuangan yang juga disebut-sebut "bos besar". Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 10 Kg sabu dalam mobil jenis Totota Avanza hitam berplat BK 1674 KD yang dikemudikan tersangka. Karena melawan dan berupaya kabur saat dilakukan pengembangan, polisi menembak kaki tersangka Sur.

Dari lima kali pengungkapan di sejumlah lokasi itu, Ditresnarkoba Poldasu menyita total barang bukti 38 Kg sabu dan menangkap 14 orang tersangka. Empat tersangka terpaksa ditembak petugas, satu di antaranya meninggal dunia. Kapolda menegaskan, seluruh tersangka merupakan anggota jaringan sindikat internasional yang dikendalikan bandar dari Malaysia bernama Polytron. Pihaknya selanjutnya masih akan mengembangkan dan menyelidiki lebih lanjut terhadap pengendali jaringan internasional ini yang berada di Malaysia.

Berkaitan dua oknum anggota Polri AKP BS yang merupakan Kapolsek Lolowau Nisel dan personil Polres Tanjungbalai Bripda MYMS yang turut diciduk dalam serangkaian penangkapan itu, Direktur Ditres Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung menduga keduanya berteman dengan para bandar narkoba.
Disebutkan, keduanya diamankan ketika sedang bersama tersangka MDS (40) dan R alias Atong (34) dengan barang bukti 15 Kg narkoba jenis sabu.

"Kedua oknum polisi yang turut terjaring dalam kasus ini, ditangkap bersama dengan beberapa tersangka bandar yang diamankan atas kepemilikan 15 Kg sabu, Selasa (5/12) kemarin. Kita menduga keduanya (AKP BS dan Bripda MYMS) berteman dengan para bandar tersebut, " sebutnya.

Berkaitan hal itu, akunya, pihaknya masih berupaya mendalami peran kedua oknum Polri berpangkat AKP dan Bripda itu, dengan kaitan jaringan sindikat peredaran sabu tersebut.

"Tentu kita dalami peran mereka mengenai hubungannya dengan sindikat jaringan ini. Propam Poldasu juga masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Apakah keduanya terlibat dalam jaringan itu atau tidak, untuk memastikannya masih dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kode etik profesi keduanya yang kedapatan bersama para bandar narkoba, Hendri Marpaung tak menampik bahwa keberadaan keduanya di lokasi penangkapan para tersangka jelas merupakan pelanggaran kode etik.

"Memang sudah termasuk pelanggaran kode etik, apalagi keduanya ini berada di luar wilayah hukumnya pada saat diamankan bersama para tersangka bandar 15 Kg sabu tersebut. Tapi untuk kepastian selanjutnya masih dilakukan pemeriksaan, kita berharap rekan-rekan bersabar. Pasti akan kita sampaikan perkembangannya nanti," tambahnya. (A15/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU