Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Proyek e-KTP
DPR Dijatahi USD 7 Juta
* Andi Narogong Mengaku Ditagih oleh Setya Novanto dan Chairuman Harahap
Sabtu, 2 Desember 2017 | 10:14:37
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Terdakwa perkara korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong mengaku memberikan uang total USD 7 juta ke DPR terkait proyek e-KTP. Andi Narogong menyebut uang itu diberikan setelah ditagih Setya Novanto dan Chairuman Harahap.

"Ada berapa hal harus diklarifikasi keterangan Irman dan Sugiharto. Bahwa ada uang diselesaikan saudara Anang ke Novanto katanya. Tapi anda tidak mengetahui?" tanya hakim anggota Anwar saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (30/11).

"Maksud yang dieksekusi 7 juta dolar itu Yang Mulia dilaporkan Pak Irman dan Sugiharto untuk DPR. Memang awal ditanyakan Pak Novanto dan Chairuman," jawab Andi.

Awalnya, Andi menyebut mantan Dirjen Dukcapil Irman ditagih Chairuman yang saat itu menjabat Ketua Komisi II dan Novanto yang masih menjabat Ketua Fraksi Golkar. Atas tagihan tersebut, Andi Narogong dan Dirut PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos ke Kantor Novanto di Equity Tower, Jakarta Selatan.

"Pada akhir 2011 Irman ditagih Chairuman Harahap fee 5 persen untuk DPR. Jadi dari awal sudah tahu Depdagri akan kasih 5 persen ke DPR," kata Andi.
Andi mengatakan dalam pertemuan tersebut Novanto menagih fee untuk anggota DPR sebesar 5 persen. Dikatakan Andi, Novanto meminta Andi merealisasikan fee tersebut.

"Apa yang dikatakan Pak Novanto dalam pertemuan tersebut?" tanya hakim.

"Pak Novanto bilang fee 5 persen sudah ditagih tolong direalisasikan untuk teman-teman DPR," jawab Andi.

Atas tagihan tersebut, Andi mengatakan Johannes Marliem mentransfer uang 3,5 juta USD ke rekening Made Oka Masagung di Singapura. Lalu pada tahun 2012, Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana mentransfer uang ke rekening Johanes Marliem untuk dikirim kepada Made Oka Masagung.

"Kami semua saling melaporkan Anang bayar ke Marliem, lalu Marliem transfer ke rekening Made Oka di Singapura. Dilaporkan bersama ke Irman dan Sugiarto lalu nggak ada tagihan lagi dari DPR," jelas Andi.

JAM RICHARD MILLE RP 1,3 M
Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong mengaku memberikan hadiah ulang tahun kepada Setya Novanto pada 12 November 2012. Andi saat itu memberikan satu jam tangan Richard Mille seharga USD 135 ribu (kurs Rp 1,3 miliar saat itu).

"Apakah Anda (Andi Narogong) pernah beri hadiah pas ulang tahun Pak Novanto?" tanya jaksa.

"Pernah kasih jam tangan Richard Mille waktu itu," jawab Andi Narogong.

Andi mengatakan saat itu memberikan uang Rp 650 juta kepada Johannes Marliem untuk membelikan jam tangan hadiah ulang tahun Setya Novanto. Kemudian Marliem membeli jam tangan tersebut di Los Angeles, Amerika Serikat.

"Harga jam tangan USD 135 ribu, saya kasih Rp 650 juta ke Marliem buat beli jam di LA. Saya patungan dengan Marliem," ujarnya.

Andi menjelaskan alasan memberikan hadiah ulang tahun jam tangan tersebut adalah Novanto sudah membantu anggaran proyek e-KTP di DPR.

Lantas Hakim Ketua Jhon Halasan menanyakan keberadaan jam tangan yang diberikan kepada Novanto. Jam tangan tersebut seharga Rp 1,3 miliar.

"Saya mau tanya, jam tangan itu sekarang di mana?" tanya hakim.

"Jadi, sebelum saya ditangkap awal tahun 2017, saya ketemu Pak Novanto. Pak Novanto kembalikan, 'Ini ribut-ribut e-KTP, saya kembalikan.' Kemudian saya jual, saya suruh Vidi jual ke Tata Watch di Blok M, saya jual satu miliar sekian rupiah. Kemudian Rp 650 juta saya ambil, sisanya saya berikan ke staf Johannes Marliem, Pak Raul kalau tidak salah," jawab Andi.

Sejumlah momen di dalam dan luar negeri menunjukkan Novanto pernah mengenakan jam tangan Richard Mille. Momen yang paling tersohor adalah saat Novanto bertemu dengan Donald Trump pada 5 September 2015. Saat itu Donald Trump masih berstatus capres Amerika Serikat. Foto salaman Novanto dan Trump, yang menyingkap jam tangan Richard Mille di balik lengan jasnya, menjadi pembicaraan hangat di jagat media sosial Indonesia.

Bila mengutip keterangan dari situs www.watchclub.com, harga arloji Richard Mille 011 Rose Gold yang asli adalah 83.500 pound sterling atau setara dengan Rp 1.791.826.500 (kurs saat itu). Memang tidak ada kepastian soal seri Richard Mille yang digunakan Novanto.

JANJI KEMBALIKAN UANG
Terdakwa perkara korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong berjanji akan mengembalikan uang USD 2,5 juta kepada negara lewat KPK. Uang itu diperolehnya selama mengikuti lelang proyek pengadaan e-KTP.

"Saya sadar saya salah, saya berniat kembalikan uang yang saya terima USD 2,5 juta. Karena itu uang negara dan saya mau hidup tenang," kata Andi Narogong .

Andi menjelaskan pernah memberikan uang USD 1,5 juta kepada mantan Dirjen Dukcapil Irman melalui Vidi Gunawan. Ada juga pemberian lainnya kepada Irman sebesar USD 700 ribu.

"Setelah saya lapor eksekusi pertama, kedua USD 7.000 untuk Irman minta USD 700 ribu, urusin juga dong kami-kami ini. Saya bilang, 'Pak, itu Bapak ada di percetakan, di PT PNRI karena memang kami memang sudah ada kesepakatan.' Jadi total USD 2,2 juta yang sudah saya kasih," ucap Andi.

Untuk mengganti kerugian negara itu, Andi mengaku sudah mencicil uang USD 350 ribu selama ini. Uang tersebut sudah ditransfer ke rekening KPK.
"Saya sudah mulai mencicil USD 350 ribu, dikirim ke KPK," kata Andi.

DIPERIKSA MKD
Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap Setya Novanto di KPK. Pemeriksaan tersebut dalam rangka verifikasi dugaan pelanggaran etik Ketua DPR itu.

"Hari ini  maksudnya Kamis (30/11), red) kita sudah melakukan verifikasi dan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto. Lalu kemudian beberapa pertanyaan dalam rangka verifikasi yang kita tanyakan, beberapa hal Ketua DPR yang disampaikan kepada kita. Pertanyaan dijawab," ucap Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 10.20 WIB itu selesai sekitar pukul 11.50 WIB. Hasil verifikasi ini disebut Dasco masih harus dimintakan konfirmasi kepada beberapa pihak terkait. Nantinya konfirmasi ke beberapa pihak akan ditanyakan kembali kepada Novanto.

"Kami harus melakukan konfirmasi ke beberapa pihak. Dan hasil konfirmasi itu akan konfirmasi ke sini. Sehingga ada pemeriksaan susulan akan kita lakukan," ujarnya.

Pemeriksaan hari ini, dikatakan Dasco, terbatas hanya 2 jam. "Karena penjadwalan hanya sampai jam 12. Karena ada penjadwalan jam kunjungan, dan ada jadwal pemeriksaan dari KPK. Kami dari pihak MKD menyelesaikan agenda kami sampai jam 12," tutur dia.

Pemeriksaan Novanto juga tidak didampingi pengacaranya, Fredrich Yunadi. Ketika MKD mulai memeriksa, Fredrich kembali menunggu di ruang tunggu KPK hingga MKD turun.

Dasco, yang juga didampingi oleh anggota MKD Maman Imanulhaq dan Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding, kemudian segera beranjak dari KPK. Mereka kembali menuju ke DPR.

Ketua DPR Setya Novanto sempat menyampaikan permohonan maaf saat diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Novanto juga mengingatkan anggota DPR agar berhati-hati.

"Terakhir, Pak Novanto bilang mohon maaf, dan kepada anggota DPR hati-hati, itu saja," ujar anggota MKD Maman Imanulhaq di gedung KPK.

Soal maksud dari permintaan maaf Novanto, Maman tak mau berasumsi. Maman hanya menegaskan pemeriksaan dilakukan terkait pembuktian.

"Ini proses hukum, bukan mengakui kesalahan," kata dia.

MKD menyebut Setya Novanto masih mendapatkan gaji sebagai anggota DPR. Sebab, proses hukum Novanto belum inkrah.

"Loh iya (masih terima gaji). Karena proses hukumnya masih berlanjut, dia masih berhak mendapatkan gajinya," ucap Anggota MKD Maman Imanulhaq. (detikcom/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU