Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Ketua MPR: Akan Baik Kalau Novanto Mundur dari Ketua DPR
* Novanto Gandeng Otto Hasibuan Jadi Pengacaranya
Selasa, 21 November 2017 | 10:35:40
Ketua MPR Zulkifli Hasan
Jakarta (SIB) -Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut bicara soal kursi Ketua DPR yang masih diduduki tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto. Zulkifli menyarankan Novanto meletakkan jabatan.

"Akan baik buat Pak Novanto, buat Golkar, buat DPR, kalau Pak Novanto mundur," kata Zulkifli kepada wartawan, Senin (20/11).

Zulkifli mengatakan Golkar-lah yang punya hak atas kursi Ketua DPR. Jika Novanto mundur, Golkar dipersilakan mempersiapkan penggantinya.

"Itu haknya Golkar, silakan diganti kader Golkar lainnya," ujar Ketum PAN ini.

Soal kasus Novanto, Zulkifli bicara keras terkait dengan citra DPR. Kasus Novanto dinilainya membuat citra DPR hancur.

Ketua DPR Setya Novanto terbelit kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut DPR hancur karena ketuanya yang tersandung kasus.

Dikendalikan Ketua Harian dan Sekjen
Terpisah, Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid menjelaskan roda organisasi Golkar saat ini dapat diambil alih dirinya dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Hal ini terkait penahanan Ketum Golkar Setya Novanto oleh KPK.

"Sekarang ini sampai dengan ada keputusan Munaslub atau tidak Munaslub, partai dikendalikan oleh Ketua Harian (Nurdin Halid) bersama Sekjen (Idrus Marham). Karena dari susunan partai dan anggaran dasar/rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar, maka ketua harian itu bersama Sekjen menangani sekarang seluruh kegiatan organisasi," ujar Nurdin saat dihubungi.

Golkar akan menindaklanjuti soal kursi Ketum Golkar dalam rapat pleno, Selasa (21/11). Pleno juga akan menentukan apakah Golkar perlu menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk memilih Ketum Golkar definitif.

"Oleh karena ini, kami akan menggelar rapat pleno, Selasa (21/11). Siang atau sore. Rapat plenolah yang akan menentukan nanti. Apakah mau Munaslub atau bagaimana itu rapat pleno yang  menentukan itu," jelas Nurdin.

"Kami kaji, kami evaluasi kebutuhan partai. Kalau kebutuhan partai membutuhkan Munaslub, ya kami lakukan Munaslub. Tapi kalau tidak, ya tidak Munaslub. Tergantung evaluasi dari kawan-kawan diputuskan ke rapat pleno," sambung eks Ketum PSSI ini.

Nurdin mengaku belum ada usulan nama yang akan menggantikan Novanto jika digelar Munaslub. Menurutnya, semua aspek masih dikaji.

"Belum bicara calon. Belum ada dong. Belum kami bicarakan, kami belum tentukan sikap kok. Nanti dievaluasi dulu, dikaji dulu, baru tentukan sikap, baru cari calon. Akan kami bicarakan di rapat pleno besok. Semua keputusan kami bicarakan ke rapat pleno besok," ujar Nurdin.

Tidak Jangka Panjang
Ditahannya Setya Novanto oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP, membuat posisi Ketua DPR kosong untuk sementara. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menerangkan, tak ada istilah pelaksana tugas (Plt) Ketua DPR dalam jangka panjang.

Posisi Plt Ketua DPR pernah dijabat oleh Wakil Ketua Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Fadli Zon pada akhir 2015. Ia menggantikan Novanto yang mengundurkan diri terkait kasus 'Papa Minta Saham'.

"Ya kalau DPR itu tidak mengenal soal penunjukan Plt. Namun biasanya jika ketua DPR berhalangan sementara, itu kan biasa akan ditunjuk wakil ketua DPR untuk menjalankan tugas. Namun, berhubungan dengan status seperti ini, tidak mengenal Plt dalam jangka panjang," ujar Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Dasco belum mengetahui apakah Fraksi Golkar sudah membahas soal pengganti Novanto dari Ketua DPR. MKD akan menggelar rapat dengan seluruh fraksi, besok (21/11) membahas Novanto.

"Dan itu juga berkaitan dengan hak dari Fraksi Golkar untuk menarik atau mengusulkan kembali pimpinan atau ketua DPR, dan besok akan mengadakan rapat dengan fraksi-fraksi untuk menyatukan persepsi," ujar Waketum Gerindra ini.

Gandeng Otto Hasibuan
Pengacara Otto Hasibuan menemui Setya Novanto di rumah tahanan (rutan) KPK. Otto pun bergabung dengan pengacara Novanto sebelumnya, Fredrich Yunadi.

"Saya memberitahukan bahwa yang menangani perkara Pak SN (Setya Novanto) adalah antara timnya saya dan ini, abangku (Otto Hasibuan), sama-sama nanganin," kata Fredrich di KPK.

Otto mengaku telah bertemu langsung dengan Novanto di rutan. Menurutnya, Novanto mengharapkan bantuan hukumnya.

"Tadi saya sudah tanyakan apa sungguh-sungguh Pak Novanto mau untuk bertemu saya dan meminta kami dan dia mengatakan berharap saya bantu dia," ucap Otto di tempat yang sama.

Mereka mengaku menemui Novanto selama hampir 2 jam. Otto dan Fredrich pun mengaku akan berada 1 tim untuk membela Novanto.

"Bukan 2 tim, kita satu tim," ucap Otto. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Drainase Nagori Pinang Ratus Butuh Pengerukan
Jalan Nasional Jurusan Medan-Kuta Cane Berlubang dan Rawan Kecelakaan
Dianggap Melanggar Perjanjian, Warga Perdagangan Akan Lakukan Demo Tangkahan Pasir
Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Jadi Desa Sukamulia Secanggang
Pemkab Karo Sosialisasi Tata Cara Pemberian Tambahan Penghasilan PNS
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU