Home  / 
Pemprovsu dan FoRSEAA Gagas Lake Toba Forum
* Gubsu Undang 30 Dubes Negara Asing ke Parapat
Rabu, 15 November 2017 | 10:54:26
SIB/Dok
SAMPAIKAN PAPARAN: Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi didampingi Duta Besar Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito dan Kadis Pariwisata Provsu E Marbun menyampaikan papar pada rapat Persiapan bersama kabupaten/kota di kawasan Danau Toba di Museum Negeri Sumut, Senin (13/11).
Medan (SIB)- Forum of Small Medium Economic Africa ASEAN (FoRSEAA) bekerjasama dengan Pemprovsu akan menggelar Lake Toba Forum yang akan dilaksanakan di Parapat dan dihadiri puluhan Dubes dari negara-negara Afrika dan ASEAN pada pertengahan Desember mendatang. 

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi didampingi Duta Besar Seychelles untuk Indonesia Nico Barito usai menggelar rapat persiapan bersama kabupaten/kota di kawasan Danau Toba di Museum Negeri Sumut, Senin (13/11). 

Lake Toba Forum, kata Gubsu, direncanakan akan digelar setiap tahun dalam rangka membahas pengembangan usaha kecil menengah di bidang industri kecil, pariwisata dan budaya, pertanian dan pengolahan pangan, serta inovasi pengetahuan dan teknologi di negara-negara Afrika dan ASEAN.

Disebutkan, Lake Toba Forum merupakan salah satu upaya memajukan Kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi andalan dunia. "Beliau (Nico Barito-red) pernah bertugas di PBB dan pada tahun 2005, Sumut pernah menjadi tuan rumah Lake Toba Summit,  pertemuan gubernur seluruh dunia dan beliaulah yang memprakarsai," jelas Gubsu.

Dalam rangka memajukan kawasan Danau Toba, lanjut dia, Nico akan membawa 25-30 Dubes negara-negara Afrika dan ASEAN untuk hadir pada Lake Toba FOrum. "Ini adalah salah satu hal yang baik sekali, karenanya para kepala daerah diharapkan bisa menyampaikan peluang investasi di daerahnya. Ini tentu peluang yang harus dimanfaatkan dengan sebaiknya. Forum ini diharapkan teragendakan setiap tahun," ujar Erry.

Sementara  Nico Barito menjelaskan, tujuan dari penyelenggaraan Lake Toba Forum untuk mengangkat Danau Toba. "Mudah-mudahan bisa digelar setiap tahun agar program  bisa dievaluasi dan ada progress ke depan," katanya.

Menurut dia, hal paling utama dalam pengembangan kawasan Danau Toba adalah membangun kesertaan masyarakat.

Menurutnya, bicara pembangunan Danau Toba bukan hanya soal investasi dan kapitalis saja. "Bagaimana Danau Toba bisa berkembang kalau masyarakat tidak siap, bagaimana Danau Toba bisa maju, kalau infrastruktur, air dan sanitasi buruk. Ada dua faktor yang mendongkrak Danau Toba, yakni  alam dan budaya yang menawan, ditambah dengan kearifan lokal," jelasnya.

Untuk itu, kata dia, masyarakat harus siap yang di antaranya bisa disiapkan melalui forum-forum kecil secara bertahap. "Mudah-mudahan melalui forum yang dilaksanakan dengan mendatangkan duta besar, biro perjalanan, perusahaan penerbangan internasional, investor hotel, perusahaan penerbangan internasional. Kita harapkan Danau Toba terjual, karena daya tarik ada," ujarnya.

Dia menjelaskan, FoRSEAA adalah sebuah organisasi antar pemerintah dengan sekertariat tetap di Jakarta, Indonesia yang dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil RI No 29/Kep/M.KUKN/IX/2014 tanggal 29 September 2014. Pendiri perdana adalah pemerintah Seychelles dan Indonesia dengan tujuan mengelola kelancaran dari usaha dan program kegiaan demi mewujudkan potensi ekonomi baru melalui kekuatan UKM. (A11/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU