Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Korban Tewas Gempa Iran-Irak Mencapai 450 Orang, 7.370 Luka-luka
Kelaparan dan Kedinginan, Korban Gempa Iran Menanti Bantuan
Rabu, 15 November 2017 | 10:51:51
SIB/DailyMail
HANGATKAN DIRI: Warga Iran di Provinsi Kermanshah menghangatkan diri di depan api unggun dengan latar belakang gedung yang hancur akibat gempa. Pemerintah Iran, Selasa (14/11), gempa yang megguncang perbatasan Iran-Irak telah menewaskan 450 orang dan 7.370 orang lainnya luka-luka.
Teheran (SIB)- Otoritas Iran mengakhiri operasi penyelamatan di area-area terdampak gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR). Sejauh ini korban tewas akibat gempa yang menguncang perbatasan Iran dan Irak ini bertambah menjadi 450 orang dan 7.370 orang lainnya luka-luka. Sementara di Irak, gempa tersebut menewaskan setidaknya 7 orang dan melukai 535 lainnya, semuanya berada di wilayah Kurdi bagian utara. "Operasi penyelamatan di Provinsi Kermanshah (bagian barat) telah berakhir," tegas Kepala Layanan Medis Darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/11).

Sedikitnya 14 provinsi di Iran terkena dampak gempa. Namun Provinsi Kermanshah menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Lebih dari 300 korban tewas berasal dari kawasan Sarpol-e Zahab yang ada di Provinsi Kermanshah, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Irak.

Otoritas Iran menyebut, lebih dari 30 ribu rumah rusak dan sedikitnya dua desa hancur total akibat gempa itu. Rumah-rumah warga Iran kebanyakan menggunakan batu bata yang terbuat dari lumpur atau tanah liat yang mudah ambruk saat gempa kuat melanda. Ribuan orang berdesak-desakan di kamp-kamp pengungsian, sebagian terpaksa bermalam di area terbuka karena takut akan gempa susulan.

Jumlah korban baik tewas maupun luka diperkirakan masih bertambah, mengingat petugas penyelamat belum dapat mengakses area pegunungan terpencil. Gempa di sebelah barat Provinsi Kermans, Iran, membuat ribuan orang yang rumahnya hancur harus berjuang menahan dingin saat malam tiba.
"Kami membutuhkan tempat berlindung," ujar pria setengah baya di Sarpol-e Zahab mengatakan kepada televisi pemerintah. "Dimana bantuannya? Dimana bantuannya? Keluargaku tidak bisa menghabiskan satu malam lagi di luar, dalam cuaca dingin," katanya.

Lebih dari setengah kerusakan akibat gempa, berada di provinsi tersebut. Satu-satunya rumah sakit di pusat kota itu juga hancur. Palang Merah Iran menyatakan setidaknya 70.000 orang membutuhkan tempat penampungan darurat di 14 provinsi.

Listrik telah terputus di banyak kota di kedua negara tersebut. Masyarakat masih diselimuti ketakutan adanya gempa susulan. Penyelamatan terhambat tanah longsor. Namun, kementerian kesehatan terus menyerukan kebutuhan donor darah.

Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan, kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat antara lain tenda, air, dan makanan. "Bangunan baru dapat bertahan, tapi rumah-rumah tua telah hancur total," katanya.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan belasungkawa mendalam untuk para korban. Khamenei juga meminta pemerintah untuk melakukan segenap kemampuan mereka untuk membantu warga yang terdampak.

Pemerintah sedang mendirikan tenda bantuan untuk pengungsi sebanyak 22.00 tenda. Selain itu, 52.000 selimut dan makanan serta air telah didistribusikan ke pengungsi. Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan sebanyak 30 tim palang merah telah dikirim ke lokasi bencana. Ratusan ambulans dan puluhan helikopter telah disiapkan untuk melakukan misi evakuasi.

Selain itu, Ketua Tim Sabit Merah Turki, Kerem Kinik menyampaikan kepada NTV bahwa mereka menyiapkan 3.000 tenda dan penghangat, 10.000 tempat tidur dan selimut, dan bersiap memindahkan korban dari wilayah perbatasan.

Iran pernah diguncang gempa berskala 7,4 SR pada tahun 1990 yang menewaskan 40.000 orang. 13 tahun kemudian, gempa sahsyat meratakan kota Bam, Iran. Setidaknya 31.000 orang tewas dalam peristiwa itu. Pada 2005, gempa di Iran juga telah menewaskan lebih dari 600 orang. Pada 2012, dua gempa melanda barat laut Iran dan menewaskan 200 orang. (Detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU