Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Gempa Guncang Iran-Irak, 332 Orang Tewas 2500 Luka-luka
Selasa, 14 November 2017 | 10:32:03
SIB/Pouria Pakizeh/ISNA via AP
CARI KORBAN: Tim penyelamat mencari korban usai gempa berkekuatan 7,3 SR menghantam Sarpol-e Zahab, Provinsi Kermanshah, Iran, Senin (13/11). Gempa dahsyat di perbatasan Irak-Iran ini menewaskan 332 orang dan 2500 orang lainnya luka-luka.
Teheran (SIB)- Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) mengguncang di wilayah perbatasan Iran-Irak menewaskan 332 orang di Iran dan 2500 orang lainnya luka-luka. Petugas berwenang menyebut, angka kematian bisa jadi terus naik mengingat masih ada wilayah terpencil yang belum terjangkau proses evakuasi. "Masih ada orang-orang di bawah reruntuhan. Kami berharap jumlah korban tewas dan luka tidak akan naik terlalu banyak, tapi akan bertambah," kata Wakil Gubernur Kermanshah, Mojtaba Nikkerdar.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS menyatakan, gempa tersebut terjadi pada Minggu (12/11) sekitar pukul 21.20 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer barat daya Halabja, Irak. Getaran gempa dirasakan hingga 20 detik di Baghdad, bahkan lebih lama di sejumlah wilayah di Irak.
Getaran akibat gempa juga dilaporkan dirasakan hingga Pakistan, Lebanon, Kuwait dan Turki, seperti dilaporkan kantor berita masing-masing negara. Badan seismologi Iran mencatat lebih dari 50 gempa susulan dirasakan setelah gempa awal ,dan diperkirakan akan terjadi lebih banyak gempa susulan lainnya.

Kawasan terdampak gempa yang paling parah adalah Provinsi Kermanshah. Setidaknya 236 orang meninggal di Kota Sarpol-e Zahab di provinsi tersebut, sekira 15 Km dari perbatasan Irak. Rumah sakit utama rusak parah dan harus berjuang menangani ratusan pasien menurut siaran televisi. Pemerintah Provinsi Kermanshah pun mengumumkan tiga hari masa berkabung.

Gempa tersebut telah memicu tanah longsor, yang menghambat upaya penyelamatan. "Sulit untuk mengirimkan tim-tim penyelamat ke desa-desa karena jalan-jalan telah terputus ... ada tanah longsor," tutur kepala layanan darurat Iran, Pir Hossein Koolivand. Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan, 30 tim Palang Merah telah dikirimkan ke zona gempa, yang sebagian mengalami putusnya aliran listrik akibat gempa. Iran telah beberapa kali dilanda gempa mematikan. Gempa pada 2003 di selatan Kota Bam menewaskan setidaknya 26.000 orang, sedangkan gempa pada 2012 di Provinsi Azerbaijan Timur membunuh lebih dari 300 orang.

Sementara di Irak, gempa ini dilaporkan menewaskan enam orang di provinsi Sulaimaniyah dan melukai sekitar 150 orang. Getaran gempa ini juga dirasakan di wilayah Turki tenggara. Di kota Diyarbakir, warga setempat dilaporkan berlarian keluar dari rumah-rumah mereka saat gempa terjadi.  Sejumlah masjid di Baghdad meminta warga untuk menggelar salat bencana setelah situasi tenang.

Kementeriaan Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga Indonesia (WNI) menjadi korban gempa yang mengguncang Irak dan Iran. "Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI menjadi korban," kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Christiawan Nasir.

Data Kemlu RI menunjukan terdapat 295 WNI tinggal di Iran dan 700 WNI menetap di Irak. Kemlu RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran dan Baghdad terus memantau perkembangan situasi pasca gempa di Iran dan Irak. "Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran dan KBRI Baghdad terkait hal ini," kata Arrmanatha.

Sementara itu gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang pantai Pasifik Kosta Rika di dekat Ibu Kota San Jose. Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa atau kerusakan pada infrastruktur. Gempa melanda daerah pedesaan dekat kota wisata Jaco, di mana hanya beberapa bangunan tinggi.

Saksi mata di San Jose mengatakan, guncangan sempat dirasakan dalam waktu yang sangat singkat, tetapi cukup untuk membuat warga ketakutan. "Kami sangat takut. Sudah bertahun-tahun sejak kita merasakan gempa yang begitu kuat, " kata Otto Vargas, seorang profesor di San Jose.

Berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut, awalnya tercatat berkekuatan 6,8 SR dan berpusat di 69 km barat daya San Jose pada kedalaman 20 km di bawah permukaan tanah. Badan Cuaca Nasional AS menyatakan tidak ada peringatan tsunami menyusul gempa tersebut, sementara Komisi Darurat Nasional Kosta Rika mengatakan masih terus memantau situasi. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU