Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Profesor Stephen Hawking Prediksi Bumi Jadi Bola Api Raksasa Saat Kiamat
* Profesor Stephen Hawking Prediksi Bumi Jadi Bola Api Raksasa Saat Kiamat
Minggu, 12 November 2017 | 11:26:59
Stephen Hawking
Ilmuwan terkenal, Profesor Stephen Hawking, membuat prediksi mengerikan tentang kiamat. Kali ini, dia sangat khawatir bahwa Bumi akan berubah menjadi bola api raksasa.

Berbicara melalui siaran radio di Beijing, China, fisikawan berusia 75 tahun itu mengatakan bahwa populasi dan tuntutan kebutuhan energi yang melonjak akan mengubah dunia menjadi bola api yang berputar pada tahun 2600.

Dan satu-satunya cara agar bisa selamat adalah melarikan diri dari Bumi. Hawking mengatakan bahwa proyeknya, yang bernama Breakthrough Starshot, bisa menjadi langkah pertama dalam mengantisipasi bencana tersebut.

Ilmuwan Inggris ini berharap pesawat ruang angkasa kecil yang didorong oleh cahaya itu bisa mencapai Alpha Centauri dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Breakthrough Starshot bisa mencapai Mars dalam waktu kurang dari satu jam, atau mencapai Pluto dalam beberapa hari. Jika bisa melewati Voyager dalam waktu kurang dari seminggu, maka akan mencapai Alpha Centauri hanya dalam waktu 20 tahun," jelasnya.

KIAMAT
Hawking telah memperjuangkan Breakthrough Starshot menjadi sebuah proyek untuk mengirim pesawat antariksa ke Alpha Centauri dalam waktu 20 tahun.
Didukung oleh miliarder Internet Rusia, Yuri Milner, dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, pesawat ruang angkasa mikroskopis itu akan melaju seperlima dari kecepatan cahaya.

Disebut juga dengan pesawat antariksa nano, Breakthrough Starshot didukung oleh pendorong yang ditenagai sinar.

Dengan fitur tersebut, Breakthrough Starshot kemungkinan bisa melesat 1.000 kali lebih cepat dan melakukan perjalanan ke Alpha Centauri hanya dalam waktu 20 tahun.

20 Planet Baru
Teleskop luar angkasa Kepler telah membuat penemuan besar setelah kurang lebih delapan tahun memata-matai luar angkasa.

Dalam penelitian yang dipublikasikan secara online di jurnal Earth and Planetary Astrophysics, sekelompok peneliti internasional yang memilah data milik Kepler mengklaim telah menemukan 20 planet ekstrasolar yang layak huni.

Sayangnya, planet-planet yang ditemukan belum sepenuhnya dikonfirmasi. Salah satu alasannya karena ada kesalahan dalam data rekaman Kepler tentang lokasi planet yang baru ditemukan ini.

Meski begitu, para peneliti sangat yakin bahwa planet-planet ini memang ada dan beberapa di antaranya disebut layak untuk menjadi hunian baru bagi manusia.

Salah satu planet yang dilabeli memenuhi syarat dinamai KOI-7923.01. Ia mengorbit bintangnya dengan cara yang sama seperti bumi mengorbit matahari dan satu tahun di planet ini sama dengan 395 hari Bumi.

Akan tetapi, planet baru ini jauh lebih dingin dan berbatu daripada Bumi, meski masih cukup hangat untuk sebuah kehidupan.

Para peneliti mengakui bahwa mereka butuh penelitian lebih lanjut, yang berbasis pada pengamatan lapangan, untuk mendapatkan gambaran lebih jelas atas 20 planet baru dan mengonfirmasi keberadaan mereka.

Namun, sejauh ini, prospek dari ke-20 planet tersebut terlihat menjanjikan.

Dikutip dari Futurism, belum lama ini, Direktur Planetary Habitability Lab di Observatorium Arecibo berkata bahwa planet-planet kandidat ini bisa menjadi sangat penting dalam usaha manusia mencari rumah baru karena orbitnya yang menyerupai bumi dan bintangnya yang seperti matahari. (metro.co.uk/dream/Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU