Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
PDIP-PPP-PD Terima Perppu Ormas Jadi UU
* Gerindra dan PAN Menolak
Jumat, 20 Oktober 2017 | 11:40:17
Jakarta (SIB) -Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas sedang dibahas di Komisi II DPR. Sikap fraksi-fraksi di DPR masih terbelah antara menerima dan menolak Perppu Ormas.

Partai Gerindra menegaskan mereka menolak Perppu Ormas. Dengan alasan dalam Perppu tersebut semua kewenangan diambil alih oleh pemerintah. Gerindra tidak ingin pemerintahan otoriter.

"Ya kalau terkait Perppu Ormas sejak awal kami kan sudah membaca, memperhatikan, mencermati dan mendengar, berdiskusi, kami tetap pada sikap kami yang intinya adalah menolak," ujar Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10).

Selain Gerindra ada PAN yang juga menolak Perppu ormas. PAN menolak dengan syarat.

"Kami menolak dengan catatan kita kembali saja ke revisi undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 misalkan pengadilan itu terlalu panjang kan bisa kita perpendek waktunya. Sanksi-sanksi lain juga bisa kita (revisi)," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Sikap kedua partai tersebut bertolak belakang dengan PDIP, PPP dan Partai Demokrat. Ketiga partai tersebut menerima Perppu Ormas.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyampaikan sikap partainya yang menerima dengan catatan merevisi dan memasukkan undang-undang nomor 17 Tahun 2013 ke dalam Prolegnas 2018.

"Setelah mendengarkan paparan pemerintah khususnya menyampaikan bukti-bukti kegentingan yang memaksa yang dimaksudkan pemerintah, tapi kami harap kalau diterima tetap harus dengan catatan yaitu revisi dan masuk dalam Prolegnas 2018," tutur Baidowi.

Senada dengan PPP, PDIP juga mempunyai sikap menerima Perppu Ormas. Hal ini disampaikan dalam ruang rapat Komisi II oleh Politikus PDIP Dwi Ria Latifah.

"Kami dari Fraksi PDIP dengan tegas menerima dan mendukung Perppu Ormas," tegas Latifah.

Partai Demokrat yang bukan partai pendukung pemerintah ternyata mempunyai sikap yang sama dengan PPP dan PDIP. Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Evert Ernest Mangindaan mengatakan akan menerima Perppu Ormas dengan catatan.

"Kami setuju dengan catatan-catatan. Pertanyaan kami juga sama dengan banyak orang itu. Apapun yang bertentangan dengan Pancasila, jadi kami pasti dukung," kata Mangindaan.

Adapun pasal yang menjadi catatan Demokrat untuk direvisi adalah pasal tentang pengadilan. Karena menurutnya yurisprudensi harus ada.

"Pasal bahwa harus lewat pengadilan itu jelas. Karena yurisprudensi harus ada. Kenapa bertentangan dengan Pancasila. Sehingga ormas bisa membela diri dan sebagainya," tutup dia. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU