Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Survei Indikator Politik:
Jika Pilpres Sekarang, Jokowi Kalahkan Prabowo
* 60,3 Persen Warga Cukup Puas atas Kinerja Jokowi * Mayoritas Warga Tolak Anggapan Jokowi Musuh Ulama
Kamis, 12 Oktober 2017 | 10:43:41
Jakarta (SIB)- Mayoritas masyarakat akan memilih Joko Widodo (Jokowi) jika hari ini digelar pemilihan presiden. Prabowo Subianto disebut masih menjadi lawan utama Jokowi.

Ini adalah hasil survei dari Indikator Politik, yang dirilis di kantornya, Jl Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.220 orang. Margin of error survei ini +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Awalnya masyarakat diberi pertanyaan terbuka soal siapa yang akan mereka pilih jika pilpres dilakukan sekarang. Sebanyak 34,2 persen responden akan memilih Jokowi dan 11,5 persen akan memilih Prabowo Subianto. Ada pula nama-nama seperti Susilo Bambang Yudhoyono (11,5%), Hary Tanoesoedibjo (1,0%), Gatot Nurmantyo (0,7%), Basuki Tjahaja Purnama (0,5%), Agus Harimurti Yudhoyono (0,5%), Anies Baswedan (0,5%), dan Jusuf Kalla (0,3%).

Menurut peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, jika responden diberi alternatif nama, terjadi perubahan persentase keterpilihan jika pilpres dilakukan saat ini. Jokowi masih menempati urutan pertama dengan pemilih 47,3% dan Prabowo Subianto 19,0%. Sisanya, SBY mendapatkan suara 3,7%, Anies Baswedan 2,2%, Basuki Tjahaja Purnama 2,0%, Gatot Nurmantyo dan Hary Tanoesoedibjo sama-sama 1,7%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,5%, dan Jusuf Kalla 1,0%.

"Dengan dukungan terhadap Jokowi saat ini tidak berbeda dengan tahun lalu, Agustus 2016. Namun demikian, dukungan terhadap Prabowo sedikit menguat dibandingkan Agustus 2016," kata Burhanuddin saat pemaparan rilis survei.

Tidak sampai di situ, Muhtadi mengatakan pihaknya kemudian mengurutkan menjadi 6 nama dan 2 nama jika pilpres dilakukan sekarang. Pada simulasi 6 nama, Jokowi mendapatkan suara 53,3 persen, disusul Prabowo 26,6 persen, Anies Baswedan 3,5 persen, Gatot Nurmantyo 2,9 persen, Sri Mulyani 0,8 persen, dan Tito Karnavian 0,5 persen. Sebanyak 10,4 persen responden memilih tidak menjawab dan tidak tahu.

Untuk simulasi nama, antara Jokowi dan Prabowo, 58,9 persen responden akan memilih Jokowi dan 31,3 persen akan memilih Prabowo. Sebanyak 9,8 persen memilih tidak menjawab dan tidak tahu.

"Responden 9,8 persen sepertinya mengharapkan ada alternatif figur di pilpres," ucapnya.

Selain itu, Jokowi unggul dalam simulasi head to head dengan Prabowo.

"Prabowo tidak bisa diremehkan mengingat selama tiga tahun terakhir Prabowo belum melakukan aktivitas sosialisasi secara memadai," terangnya.
Puas atas Kinerja Jokowi

Sementara untuk soal tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK, mayoritas masyarakat merasa cukup puas hingga saat ini.
Menurut Burhanuddin Muhtadi, responden ditanyakan soal tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sejak dilantik pada 20 Oktober 2014.

Hasilnya, 7,95 persen mengatakan sangat puas dan 60,3 persen memilih cukup puas terhadap kinerja Jokowi. Sisanya, 27,23 persen, mengatakan kurang puas dan 2,26 persen mengatakan tidak puas sama sekali.

Dikatakannya, tren tingkat kepuasan Jokowi sejak Januari 2015 hingga September 2017 relatif stabil di atas 60 persen.

"Approval rating atau tingkat kepuasan publik adalah standar emas yang sering dipakai dalam survei opini publik untuk mengetahui tingkat dukungan publik terhadap sebuah pemerintahan," kata Burhanuddin.

Namun dia mengingatkan kinerja bukanlah satu-satunya variabel penentu kepuasan publik. Ada ekspektasi masyarakat kepada pemerintah dan pemimpin di luar wilayah kerja pemerintah.

"Ekspektasi tersebut bisa jadi berada di luar urusan kinerja resmi pemerintah, seperti ideologi, identitas sosial, dan perilaku pribadi," ucapnya.

Sementara itu, soal kemampuan Jokowi memimpin, 12,4 persen merasa sangat yakin akan kepemimpinan Jokowi dan 60,3 persen mengatakan cukup yakin. Sebanyak 20% masyarakat mengaku kurang yakin akan kepemimpinan Jokowi dan 2,6 persen tidak yakin sama sekali. Hanya 4,8 persen responden yang memilih jawaban tidak tahu.

"Hal senada juga ditunjukkan oleh tingkat kepercayaan publik pada Presiden Jokowi yang dianggap mampu memimpin bangsa ini," ujarnya.

Tolak Musuhi Ulama
Terkait soal pandangan masyarakat soal apakah Presiden Jokowi memusuhi ulama, mayoritas responden menolak anggapan itu.

Pertanyaan pertama yang diajukan adalah apakah Jokowi seorang yang anti Islam atau membela Islam? 67 persen responden mengatakan Presiden Jokowi membela Islam dan hanya 6 persen yang mengatakan Presiden Jokowi antiIslam. Sisanya, 27 persen masyarakat memilih jawaban tidak tahu atau tidak menjawab.

Selanjutnya pada pertanyaan kedua adalah apakah Jokowi dianggap memusuhi ulama? 66 Persen masyarakat menjawab tidak setuju pandangan itu, 9 persen menjawab sangat tidak setuju. Hanya 9 persen yang menjawab setuju dan 0 persen menjawab sangat setuju.

"20 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," kata Burhanuddin.
"Bisa dikatakan, angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan maraknya anggapan itu di media sosial," tambahnya.

Menurut Muhtadi, jika publik menganggap Jokowi memusuhi ulama, terlebih dianggap anti Islam, maka dukungan politik Jokowi sangat rendah.

Sementara itu terkait isu Partai Komunis Indonesia (PKI), sebanyak 57 persen warga menolak anggapan bawah Jokowi melindungi kelompok PKI. Hanya 7 persen yang menyatakan setuju dan 7 persen lainnya menjawab sangat tidak setuju tentang pandangan itu.

Bahkan, 52 persen responden menyebut isu PKI bangkit hanya dihembuskan dan dibesar-besarkan oleh kelompok tertentu untuk menyerang pemerintahan Jokowi.

Hanya 13 persen yang menganggap saat ini terjadi kebangkitan PKI di tanah air.

"Jika publik menganggap bahwa PKI saat ini sedang bangkit dan Jokowi dianggap melindungi kelompok komunis, maka dukungan kepada Jokowi sangat tertekan," terangnya.  (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pakai Sepeda, Kapolres Deliserdang Dampingi Kapoldasu Tatap Muka dengan Masyarakat
Jalan Diaspal, Warga Beringin Berterimakasih ke Pemkab Deliserdang
33 Putra-Putri Asal Deliserdang Ikuti Program Pembinaan Tes Kesehatan Masuk Anggota Polri
472 Pejabat Pengawas di Sergai Ikuti Uji Kompetensi
UPT Rampah Sosialisasikan Keringanan Pajak Kendaraan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU