Hotel Tapian Nauli
Home  / 
13-15 Oktober Kejurda Tinju Piala Gubsu
Pertina Sumut Bertekad Kembalikan Kejayaan Tinju
* Prestasi Menurun karena Minim Kejuaraan, Diharapkan Muncul Bapak Angkat * Lamhot Simamora Mengaku Jadi Juara OPBF Berkat Dukungan DR GM Panggabean
Kamis, 12 Oktober 2017 | 10:41:53
SIB/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Wakil II Pemred Harian SIB Drs Proklamasi Naibaho foto bersama pengurus Pengprov Pertina Sumut yang akan menggelar kejurda Tinju Sumut, usai beraudiensi ke kantor SIB, Rabu (11/10). Pengurus terdiri dari Ir Romein Manalu, Sekum Hendrik Silalahi SE, penasehat yang juga mantan juara tinju Asia Pasifik (OPBF) Lamhot Simamora, Bidang Hukum dan Organisasi Rotua Sibagariang, Ketua Panitia Junhaidel Samosir SH MH, dan Humas Maju Manalu.
Medan (SIB)- Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov-Pertina) Sumut menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) Sumut tinju amatir Piala Gubsu, 13-15 Oktober di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Pengprov Pertina Sumut periode 2017-2021. Dalam rangkaian kegiatan itu, pengurus bersilaturahmi ke kantor SIB, Rabu (11/10) diterima Wakil II Pemred Drs Proklamasi Naibaho mewakili Pemimpin Redaksi GM Immanuel Panggabean BBA.

Pengurus Pengprov Pertina yang hadir terdiri dari Ketua Umum Ir Romein Manalu, Sekum Hendrik Silalahi SE, penasehat yang juga mantan juara tinju Asia Pasifik (OPBF) Lamhot Simamora, Bidang Hukum dan Organisasi Rotua Sibagariang, Ketua Panitia Junhaidel Samosir SH MH dan Humas Maju Manalu.
Romein Manalu mengatakan, jadwal Kejurda diawali dengan babak penyisihan, Jumat (13/10), keesokan harinya pelantikan pengurus oleh Ketua PB Pertina Brigjen Pol Jhony Asadoma dan babak semifinal, kemudian Minggu (15/10) final dan penyerahan hadiah.

Even ini, kata Romein, mempertandingkan 10 kelas tinju putra dan 6 kelas tinju putri yang diikuti sekitar 89 petinju dari 23 Pengcab Pertina Kabupaten/Kota di Sumut dari 26 Pengcab pertina yang ada saat ini. Para juara masing-masing kelas akan di-TC-kan di Martubung untuk persiapan Kejurnas tinju amatir 13-18 November di Bangka Belitung.

Romein Manalu berharap, di kepengurusan mereka ada harapan baru untuk membangkitkan pertinjuan di Sumut dan mengembalikan kiblat tinju nasional kembali ke Sumut yang sudah lama bertengger di Pulau Jawa. "Tahun 80-90an, pertinjuan Sumut sangat disegani di Indonesia, karena Sumut adalah gudang tinju tanah air. Namun belakangan ini prestasi itu melorot tajam oleh berbagai faktor dan pengurus akan membangkitkan kembali lewat berbagai even. Setelah Kejurda Piala Gubsu, akan ada kejuaraan lainnya di Sidikalang, Tapsel dan Humbahas, karena intensitas kejuaraan akan menambah jam terbang tanding sehingga petinju makin bergairah dan matang di atas ring. Kita akan memburu medali di kejurnas Bangka Belitung sehingga Sumut bisa tampil maksimal di PON XX 2020 di Papua," kata Romein.

Prestasi pada PON XIX di Jawa Barat, petinju Sumut hanya meraih 2 perak dan 2 perunggu. Padahal tahun 80-90an, Sumut merajai emas di PON, bahkan sampai ke Sea Games, Asian Games dan Olimpiade, petinju Sumut tetap tampil membawa nama Merah-Putih. Di kepengurusan baru ini, katanya, ada "geliat" prestasi lewat petinju berbakat Saroha Lumbantobing yang meraih medali perak untuk Indonesia pada Sea Games Kuala Lumpur baru lalu.

Kepengurusan baru ini akan menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam TC untuk Kejurnas. Tidak membenarkan adanya sistem pengaturan dalam pertandingan dan menseleksi atlet masuk TC. "Kalau prestasinya stabil dan meningkat maka akan dipertahankan di TC, kalau menurun akan kena degradasi dan digantikan dengan petinju lainnya. Karena dengan peraturan yang tegas kita harapkan pertinjuan Sumut bangkit kembali. Karena kehadiran atlet yang handal dan berkualitas maka prestasi itu kita capai," tuturnya.

MINIM KEJUARAAN
Sementara itu, Lamhot Simamora mengatakan, menurunnya prestasi tinju Sumut karena minimnya even tinju. Kalau tahun 80-90an, setiap bulan ada saja kejuaraan, karena waktu itu banyak sasana tinju, banyak atlet dan banyak juga promotor yang menggelar kejuaraan tinju. Dia mengungkapkan rasa bangganya kepada DR GM Panggabean yang semasa hidupnya sangat memperhatikan prestasi tinju.

Dia menjadi juara tinju profesional OPBF berkat dukungan DR GM Panggabean dan memegang juara Asia Pasifik tersebut selama 6 tahun tak terkalahkan, sehingga akhirnya memutuskan mundur dari tinju. Selama berkiprah di tinju pro, Lamhot Simamora diberi Pak GM bea siswa kuliah di STMIK Sisingamangaraja XII Jalan Urip Medan sampai sarjana. Dia berharap muncul bapak angkat baru di Sumut untuk petinju berprestasi seperti Pak GM yang mau ikut memajukan prestasi olahraga di Sumut.

"Kami juga berharap, para mantan petinju ikut membina tinju agar bangkit kembali, pelatih itu tidak harus mantan juara, tapi bisa memoles dengan tangan dingin sampai berprestasi. Terakhir petinju Sumut yang berkiprah sampai ke Olimpiade adalah Hendrik Simangunsong, setelah itu tidak ada lagi," tuturnya.
Diharapkannya juga, setiap daerah harus menganggarkan dana untuk cabang olahraga tinju di APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Karena kata dia, Jawa Timur saja menganggarkan anggaran olahraga sampai Rp150 miliar yang disalurkan lewat KONI dan Disporanya. Pertinjuan di Sumut sudah lama redup, sasana dan petinju banyak di Sumut, seperti di Medan, P Siantar, Sidempuan, Rantauprapat, Asahan dan lainnya. Tapi begitu berprestasi mereka dilirik oleh provinsi lain, khususnya Pulau Jawa.

"Karena di sana ada harapan dan masa depan para atlet yang berprestasi, makanya tidak heran kalau atlet-atlet Jawa dan Kalimantan didominasi orang-orang Sumut. Saya yakin, di kepengurusan Romein Manalu, marwah dan era keemasan tinju Sumut bisa dikembalikan," ucapnya optimis.

Proklamasi Naibaho atas nama Harian SIB memberi apresiasi kepada Pengurus Pertina Sumut dipimpin Romein Manalu yang mau membaktikan diri untuk kemajuan olahraga di Sumut. Harian SIB yakin, dengan pola berfikir yang lebih maju serta ketulusan memimpin Pertina Sumut, Romein Manalu diyakini mampu mengembalikan kejayaan tinju Sumut dan melahirkan Lamhot Simamora yang baru sebagai jawara tinju profesional yang dilahirkan dari tinju amatir asuhan Pertina. SIB berharap Kejurda tersebut dapat berjalan baik dan melahirkan petinju-petinju handal membawa nama Sumut di kancah nasional maupun internasional, ujar Proklamasi Naibaho. (A10/h)
 


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Minta Mereka yang Terima Suap Segera Mengembalikan
Kejari Labuhanbatu Pelajari Penggunaan Anggaran Penyusunan Dokumen Perencanaan Pemukiman Kumuh Rp1,5 M
GMPG Polisikan 3 Petinggi Golkar Terkait Dugaan Pemalsuan AD/ART
Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Kaum LGBT Jangan Dimusuhi
Libur Akhir Tahun, Menhub Imbau Warga Mudik Sebelum 22 Desember
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU