Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Apresiasi Kapoldasu Aktifkan Tim Anti Begal
Effendi Simbolon: Penegakan Hukum yang Tegas Jadi Perhatian Investor
Kamis, 12 Oktober 2017 | 10:37:46
SIB/Dok
Effendi Simbolon foto bersama Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dalam suatu kegiatan.
Medan (SIB)- Aksi begal dan maraknya perampokan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan harus segera diberantas, sebab jika dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu kegiatan investasi dan laju perekonomian. Konon pula, menurut  survei satu lembaga tingkat kriminalitas di Medan  cukup tinggi dibanding daerah lain di negeri ini.

Effendi  Simbolon, anggota DPR RI  mengatakan, selama ini  Medan sebagai ibukota Sumut dikenal sebagai pusat perekonomian dan investasi Indonesia di luar Pulau Jawa.

"Kita harus mempertahankan prestasi itu, bahkan meningkatkannya, jangan sampai direbut  kota-kota lain yang sedang berusaha mengembangkan iklim investasinya lewat berbagai cara, termasuk dengan menekan  kriminalitas  untuk meningkatkan keamanan guna memikat investor," katanya, Rabu (11/10).
Pihak kepolisian, katanya, mencatat khususnya Kota Medan telah terjadi  77 kasus begal sepanjang  Januari-September 2017, dimana 62 kasus berhasil diungkap.

Namun, kasus begal itu tetap saja terjadi, sebagaimana sepekan lalu tiga  warga  Kota Medan  kembali menjadi korban aksi begal. Mereka adalah Wita Astuti  (32 tahun) yang bekerja sebagai karyawan swasta,  lalu seorang  wiraswasta bernama Supriyanto (45 tahun), dan  Lily (49 tahun) yang merupakan seorang guru SMA swasta. Ketiga korban mengalami luka parah bahkan ada yang patah tulang, sedangkan harta bendanya dilarikan para begal.

Para begal, kata Effendi,  seolah tidak jera meski  Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw sudah turun tangan  menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tindakan tegas terukur dalam memberantas para begal. Hasilnya, tiga orang terduga pelaku perampokan dan pembegalan terhadap dua driver angkutan berbasis daring (online) ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Meski sudah dilakukan tindakan tegas, pembegalan tetap juga terjadi, karena itu Poldasu mengaktifkan kembali Tim Khusus Anti Begal untuk upaya pencegahaan dan pemberantasan tindak kriminal tersebut.

Effendi Simbolon memuji  kebijakan tegas Kapoldasu   dalam memberantas  kasus begal tersebut.  Tetapi, dia mengimbau,  selain menumpas  pembegalan, pihak  kepolisian juga  mesti  mengejar sumber  penyebab  maraknya aksi  kriminal.

Effendi Simbolon, figur pemimpin yg mendapat banyak dukungan menjadi Gubsu itu menambahkan, polisi juga  harus mengedepankan hukum dalam pemberantasan aksi begal. "Proses hukum  perlu ditegakkan dengan membawa  terduga  pelaku begal  ke pengadilan, kecuali dia tertangkap tangan melakukan kejahatan itu dan memberikan perlawanan terhadap petugas polisi yang hendak mengamankannya," tuturnya.

Soalnya, kata Effendi Simbolon, penegakan hukum  yang  tegas juga menjadi perhatian investor. "Penegakan hukum yang  sesuai  prosedur dan berkeadilan  menjadi  perhatian  investor  untuk berinvestasi,   karena mereka  membutuhkan  kepastian hukum  dan  jaminan keamanan dalam menjalan bisnis di daerah ini," ungkapnya.

Terpisah, pengamat hukum Sumut Redyanto Sidi SH MH menjawab ada dua faktor penyebab dan sekaligus menjadi tugas bagi pihak kepolisian untuk menciptakan kembali rasa aman dan nyaman. Dia mengemukakan, polisi  harus meningkatkan kegiatan pemberantasan  begal sekaligus menekan peredaran narkoba dengan segera menangkap para bandar dan pengedarnya.

"Itu sebabnya kita sangat mendukung tindakan Kapolda yang mengaktifkan kembali Tim Anti Begal, dengan begitu Sumut kembali aman sehingga kegiatan perekonomian meningkat," kata Redyanto. (R5/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU