Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Hanura Tetap Yakin Elektabilitas Jokowi Katrol Suara pada Pemilu 2019
Kalah di Survei, Gerindra Yakin Prabowo Ungguli Jokowi
Senin, 9 Oktober 2017 | 10:35:12
Dadang Rusdiana
Jakarta (SIB) -Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dadang Rusdiana meyakini elektabilitas Presiden Joko Widodo tetap akan meningkatkan suara partainya pada Pemilu 2019.

Dadang mengatakan, bisa saja elektabilitas Jokowi saat ini belum maksimal sehingga belum terlalu berdampak pada partainya.

Namun, ia meyakini di akhir tahun pemerintahan, elektabilitas Jokowi akan meningkat tajam dengan tingginya serapan anggaran, tenaga kerja, dan tingginya daya beli masyarakat.

"Elektabilitas itu dinamis. Bisa turun dan naik. Biasanya disebabkan oleh momentum politik tertentu atau ada masalah yang berhubungan dengan perekonomian, seperti masalah harga bahan pokok, listrik. Tetapi itu pergerakannya tidak statis," kata Dadang melalui pesan singkat, Jumat (6/10).

Terlebih, lanjut Dadang, elektabilitas Prabowo Subianto selaku pesaing terdekat Jokowi masih rendah, yakni di angka 12 persen.

Dia memprediksi elektabilitas Jokowi akan melewati angka 50 persen pada akhir tahun 2017.

"Dan tentu kenaikan elektabilitas akan berdampak positif juga pada elektabilitas Hanura sebagai partai pendukung yang selama ini mendukung dengan sepenuh hati, dan tidak pernah melakukan 'kenakalan' apa pun," ujar dia.

Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan, elektabilitas partai-partai politik pendukung Presiden Joko Widodo cenderung stagnan, kecuali PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengungkapkan, jika dibandingkan Pemilu 2014, semua parpol pendukung Jokowi kecuali PDI Perjuangan elektabilitasnya cenderung stagnan.

"Misal Golkar dapat 14 persen, sekarang pada posisi 11,4 persen. Tapi PDI Perjuangan satu-satunya parpol yang kecenderungan suaranya menguat dan terlihat di trennya," kata dia.

Djayadi berasumsi, hal itu terjadi karena parpol utama pendukung Jokowi adalah PDI Perjuangan. Alhasil hanya partai ini yang terkatrol karena efek Jokowi.

Gerindra Yakin
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tidak menggambarkan kondisi riil yang akan terjadi pada Pemilu 2019.

Oleh karena itu, ia menganggap wajar jika elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hanya 12 persen.

Posisi Prabowo masih di bawah Joko Widodo dengan tingkat elektabilitas 38,9 persen.

"Ya kan namanya survei. Kan bica macem-macem. Kemarin survei angkanya lain, ini juga lain. Pada waktu Pilkada DKI yang diunggulkan siapa, yang menang siapa. Jadi menurut saya, survei tersebut hanya indikator saja, tidak jadi kenyataan," kata Fadli, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Elektabilitas Prabowo dianggapnya wajar karena belum berkampanye.

Sementara itu, kata Fadli, Jokowi yang kerap keliling ke seluruh pelosok Indonesia elektabilitasnya masih di bawah 50 persen.

Menurut Fadli, dua tahun menjelang pemilu, elektabilitas petahana seharusnya sudah di atas 50 persen.

Ia mengatakan, saat ini Gerindra masih fokus mengurus verifikasi partai politik dan konsolidasi internal menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Saat ditanya apakah sudah melakukan survei internal terkait elektabilitas Prabowo, ia mengatakan, partainya sudah melakukan hal tersebut. Akan tetapi, Fadli tak mau mengungkapkan hasilnya.

"Hasilnya promising, menjanjikan," lanjut Fadli.
Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Prabowo berada di urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 12 persen. Sementara itu, Jokowi mengunggulinya dengan elektabilitas sebesar 38,9 persen. (Kps/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Minta Mereka yang Terima Suap Segera Mengembalikan
Kejari Labuhanbatu Pelajari Penggunaan Anggaran Penyusunan Dokumen Perencanaan Pemukiman Kumuh Rp1,5 M
GMPG Polisikan 3 Petinggi Golkar Terkait Dugaan Pemalsuan AD/ART
Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Kaum LGBT Jangan Dimusuhi
Libur Akhir Tahun, Menhub Imbau Warga Mudik Sebelum 22 Desember
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU