Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Tabrak Material Proyek Peningkatan Jalan di Paranginan, Mahasiswa UNITA Melva Erika Togatorop Tewas
Sabtu, 23 September 2017 | 12:27:33
SIB/Dok
TUMPUKAN MATERIAL PROYEK : Inilah sejumlah tumpukan material proyek peningkatan Jalan Pargaulan Bahal Imbalo -Batas Taput yang dikerjakan PT Marudut Tua Jaya yang diduga menewaskan pengendara sepedamotor Melva Erika Togatorop Warga Desa Purba Manalu, Kecamatan Doloksanggul
Humbahas (SIB)- Melva Erika Togatorop (19), warga Desa Purba Manalu, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tewas di tempat kejadian setelah terjatuh menabrak tumpukan material bebatuan proyek peningkatan Jalan Pargaulan Bahal Imbalo - Batas Taput, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Humbahas, Kamis (21/9), sekira pukul 19.00 WIB.

Korban yang diketahui terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita) Fakultas Ekonomi Manajemen, semester III ini telah dikebumikan pada Jumat (22/9) sore.

Camat Paranginan Pardomuan Simanullang ketika dikonfirmasi SIB via selulernya, Jumat (22/9), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebutkan setelah kejadian itu, warga di sekitar lokasi kejadian sempat membawa korban ke salah satu rumah bidan di desa itu. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi dan langsung dibawa ke rumah duka.

Dia menambahkan, sebelum kejadian naas itu, pihaknya juga sudah mengingatkan pihak rekanan untuk membuat rambu-rambu proyek atau police line serta tidak sembarangan meletakkan material proyek di sepanjang badan jalan yang sedang dikerjakan saat ini, karena sangat mengganggu dan mengancam nyawa pengendara yang melintas dari lokasi proyek itu.

"Informasinya korban langsung dibawa ke rumah duka. Jadi kita tidak sempat mengetahui bagaimana persisnya kejadiannya di lapangan. Yang pasti, sebelum kejadian itu, kita sudah mengingatkan pihak rekanan untuk membuat rambu-rambu dan tidak sembarangan membuat tumpukan material di sepanjang jalan lintas. Namun sepertinya mereka tidak mengindahkan permintaan kita," kata Pardomuan.

Sementara itu, Kadis PUPR Humbahas melalui Kabid Binamarga Johan V Pandiangan ST ketika dikonfirmasi SIB via selulernya mengaku telah mengetahui kejadian yang menewaskan seorang mahasiswa di lokasi proyek yang mereka tangani itu. Dia juga mengatakan, sebelum kejadian itu, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan pihak rekanan untuk selalu mengutamakan keselamatan para pekerja terlebih para pengendara yang melintas di lokasi proyek itu.

"Kita turut berdukacita atas kejadian yang menimpa saudara kita itu. Namun yang pasti kita sudah ingatkan mereka untuk membuat rambu-rambu atau police line sepanjang lokasi proyek. Namun alasan mereka (rekanan) tanda-tanda yang mereka pasang selalu dirusak dan hilang dari lokasi. Dengan adanya kejadian ini, yang pasti kita akan menyurati dan memanggil pihak rekanan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya," kata Johan.

Lebih lanjut dia menyebutkan, proyek yang saat ini masih berlangsung itu dikerjakan PT Marudut Tua Jaya, dengan nilai kontrak sebesar Rp5,1 miliar, dengan panjang 3,6 Km dan lebar 5 meter.

Terpisah, salah seorang Pelaksana PT Marudut Tua Jaya bernama Iwan Turnip ketika dihubungi via teleponnya mengaku belum mengetahui persis di lokasi mana dan bagaimana kejadiannya hingga menewaskan wanita muda pengendara sepedamotor tersebut. Namun dia mengakui kalau setelah kejadian dia langsung dihubungi oleh pekerja di sana berselang dua jam setelah kejadian.

"Setelah kejadian, saya langsung dihubungi dan terjun ke lokasi. Namun saya tidak ada menemukan seorang pun di lokasi proyek. Kata warga di sana, korban telah dibawa ke rumah duka. Yang pasti kita turut berdukacita atas kejadian itu, dan dari perwakilan perusahaan tadi siang sudah pergi melayat ke rumah duka," kata Iwan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, pihaknya selaku rekanan selalu mengingatkan para pekerja untuk mengutamakan keselamatan terlebih keselamatan pengendara. Namun kata dia, terkadang para pekerja tidak mengindahkan peringatan tersebut.

"Sebenarnya pekerjaan sekarang kita subkan kepada orang di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta. Kita selalu ingatkan untuk segera memindahkan setiap tumpukan material yang mengenai bahu jalan. Mereka selalu jawab, siap. Namun kenyataannya tidak mereka lakukan. Tapi saat ini tumpukannya telah mereka pindahkan," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Humbahas melalui Kanit Laka, Aiptu J Tampubolon kepada SIB membenarkan peristiwa itu. "Untuk identitas korban sudah kita dapatkan. Rencananya Senin depan, kita akan melakukan olah TKP. Untuk kepentingan penyelidikan, kita akan memanggil para saksi-saksi terkait kejadian itu," kata Tampubolon.  (BR8/f)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020?
Unik, RS di China Punya Robot Suster
Teknologi E-Voting Laris untuk Pemilihan Kepala Desa
Apple Bakal Tinggalkan Pembaca Sidik Jari Demi Sensor Wajah
OnePlus Ketahuan Koleksi Data Pengguna Tanpa Permisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU