Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Kampung Melayu di Jatinangor
* Baju Militer dan Sangkur Disita
Minggu, 13 Agustus 2017 | 12:06:30
SIB/Detikcom
GARIS POLISI: Lokasi diringkusnya terduga teroris kelompok jaringan bom Kampung Melayu di depan Perumahan Panorama, Kabupaten Sumedang, Sabtu (12/8) diberi garis polisi.
Bandung (SIB) -Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Polda Jabar menangkap terduga teroris DG alis O di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rumah DG yang diduga kelompok jaringan bom Kampung Melayu itu juga digeledah.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan DG diringkus Densus 88 di depan Perumahan Panorama, Kabupaten Sumedang, Sabtu (12/8), sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut Yusri, penangkapan terhadap DG berkaitan dengan jaringan pelaku bom bunuh diri di kawasan Kampung Melayu, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Penangkapan DG alias O merupakan hasil pengembangan dari delapan terduga teroris yang sudah kami amankan," kata Yusri di lokasi penggeledahan.

Dalam penggeledahan itu ditemukan baju militer serta senjata tajam jenis sangkur di rumah . Tidak ada bahan peledak ditemukan di rumah itu.

"Pada penggeledahan ini, kami temukan pakaian militer yang digunakan DG latihan, senjata tajam jenis sangkur, obat herbal dan dokumen jaringan JAD," kata Yusri .

Penggeledahan dilakukan personel Densus 88 di rumah bercat putih yang di halamannya terparkir mobil Grand Max bertuliskan 'Be Happy'. Proses penggeledahan berlangsung selama satu jam atau mulai pukul 10.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.

"Kami tidak temukan bahan peledak di rumah kontrakan DG. Hanya ada istri dan kedua orang anaknya," ujar Yusri.

Selain itu, Yusri menambahkan DG menikah dengan seorang janda yang suaminya meninggal di Suriah. "DG mengawini istri dari suaminya yang meninggal di Suriah yang gabung ISIS," ujar Yusri.

DG tercatat sebagai warga Kabupaten Sumedang. Ia baru empat hari menempati rumah kontrakan tersebut. Ternyata kehadiran DG menghuni di Perumahan Panorama ini belum mengurus izin kepada Ketua RT setempat. "DG yang mengontrak rumah milik salah satu dosen Unpad ini belum melapor kepada kami. DG baru tinggal empat hari di sini," kata Ketua RT 02 Perumahan Paronama Didin (48).

Petugas keamanan Perumahan Panorama Bayu (33) mengungkapkan selama empat hari ini DG belum pernah bersosialisasi dengan warga setempat.

"Paling keluar pagi, kalau anaknya mau jajan ke warung. Istrinya bercadar, punya dua anak yang masih kecil-kecil," ujar Bayu.

Menurut pantauan, sekitar pukul 10.30 WIB, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jabar memasang garis polisi di rumah yang dikontrak DG di Perumahan Panorama Jatinangor, Blok B 41, RT 02 RW 12, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

DG disinyalir tergabung dalam Jamaah Ansor Daullah (JAD) Bandung Timur. Sebelumnya, polisi berhasil menangkap sembilan  terduga teroris lainnya di Cileunyi, Cimahi dan Garut, Jawa Barat. "DG berprofesi sebagai pedagang toko. Terkait peran yang dilakukannya, kami masih mendalaminya," ujar Yusri.(detikcom/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pimpinan DPR Minta Calon Pemimpin Tak Hanya Kejar Popularitas
Novanto Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Pencegahan ke Luar Negeri
Kayuh Sepeda Kuning, Jokowi Bagikan Sepeda Merah
Viral Video Siswa SD Hisap Vape, KPAI Minta Ortu Turun Tangan
Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan Kondom untuk LGBT Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU