Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Difoto Wartawan, Terdakwa Korupsi Pembangunan Nias Waterpark 2014 Berceloteh
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:51:19
SIB/Rido Adeward Sitompul
SIDANG LANJUTAN: Johanes Lukman Lukito (kanan) dan Yulius Dakhi (kiri), dua terdakwa korupsi pembangunan Nias Waterpark saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Kamis (10/8).
Medan (SIB) -Johanes Lukman Lukito, satu dari dua terdakwa korupsi pembangunan Nias Waterpark tahun 2014, berceloteh ketika wartawan mengambil foto dirinya saat menjalani sidang lanjutan di ruang Kartika gedung Pengadilan Tipikor pada PN Medan dengan agenda mendengar keterangan saksi, Kamis (10/8) sore.

Saat duduk di kursi pesakitan, Johanes kerap menundukkan kepala. Ia juga melirik ke arah Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Kok mesti difoto-foto. Saya jangan difoto-foto dululah," kata Johanes saat berbincang dengan JPU Netty Silaen usai sidang.

Tak hanya terdakwa, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo ikut merasa keberatan dengan kehadiran wartawan. "Pers ini izin dululah, jangan main foto-foto saja," ucap hakim yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PN Medan ini.

Johanes merupakan Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering yang mengerjakan proyek pembangunan Waterpark Nias.

Selama bersidang, ia menyewa jasa pengacara mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung bernama Marten Pongrekun.

Johanes berstatus tahanan kota. Beda halnya dengan terdakwa Direktur PT Bumi Nisel Cerlang, Yulius Dakhi yang saat ini ditahan di Rutan Tanjunggusta Medan.

Uang kerugian negara telah dikembalikan Johanes kepada penyidik Direskrimsus Polda Sumut senilai Rp 1,5 miliar. Kemudian melalui rekening kejaksaan senilai Rp 3 miliar.

Kerugian negara Rp 7,89 miliar sesuai perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut dari jumlah pagu anggaran Rp 17,9 miliar.

Dalam dakwaan jaksa, korupsi tersebut dilakukan dalam waktu selang setahun antara tanggal 22 Desember 2014 s/d 22 Desember 2015. Hal tersebut sesuai dengan waktu proyek pembangunan Waterpark Nias yang terletak di Kelurahan Pasar Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan.

"Keduanya disangkakan pasal 2 ayat 1 Subs pasal 3 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," kata JPU Netty Silaen.

Pada sidang beragendakan dakwaan sebelumnya, Yulius Dakhi memprotes majelis hakim merasa keberatan karena hanya dirinya yang ditahan sejak kasus ini ditangani tim penyidik.

Sementara terdakwa Johanes yang sempat ditahan di kepolisian lalu dilimpahkan ke kejaksaan, namun pengajuan pengalihan status tahanan menjadi tahanan kota dikabulkan Kejari Nias Selatan. Sehingga pada saat disidangkan di Pengadilan Tipikor, dirinya tidak ditahan. Pertimbangan salah satunya yakni Johanes telah mengembalikan kerugian negara sebagian yakni Rp 4,5 miliar. (A14/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Longsor di Jember, 3 Orang Dilaporkan Tertimbun
Tiang LRT Timpa Rumah, Polisi Periksa Operator
Ada 2 Kader NU yang Bertarung, JK Nilai Pilgub Jatim akan Menarik
KPK Periksa Direksi dan Karyawan PT CGA Terkait Kasus Bupati Rita
Tak Bawa Senter Saat Cari Ikan, Guru Honorer di Aceh Diterkam Buaya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU