Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Quantiz Trio Juara Festival Penyanyi Trio Batak Sagak Gabe Boni
Trimedya Panjaitan Motivasi Generasi Muda Jangan Takut Berkarya
* Kapoldasu Bangga Trimedya dan Junimart Masih Bisa Pikirkan Potensi Pemuda Daerah
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:32:57
SIB/ Horas Pasaribu
JUARA TRIO: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH, Anggota Komisi III DPR RI Dr Junimart Girsang SH MH, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Sekretaris Jampidsus Sudung Situmorang SH MH, Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, personil Style Voice dan para juara festival penyanyi trio Batak Sagak Gabe Boni, usai babak grand final, Kamis (10/8) di Mahogani Ballroom Grand Aston City Hall Jalan Balai Kota Medan.
Medan (SIB) -Wakil Ketua DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH memotivasi para generasi muda agar jangan menyerah ketika berjuang meraih cita-cita meski sudah tidak memiliki orang tua. Semangat juang yang tinggi, dibarengi belajar keras, bekerja keras serta tekun berdoa, Tuhan pasti memberi masa depan yang baik.
Memang sangat sulit jika anak-anak bisa bangkit dan berhasil meraih masa depan jika tidak dituntun orangtuanya, apalagi ditinggal mati ayah dan ibunya.

Motivasi itu disampaikan Trimedya pada pembukaan grand final festival penyanyi trio Batak se Sumut "Sagak Gabe Boni" ciptaan, Trimedya Panjaitan SH MH dan Dr Junimart  Girsang SH MH, Kamis (10/8) di Mahogani Ballroom Grand Aston City Hall Jalan Balai Kota Medan. Sagak di dalam bahasa Indonesia kata Trimedya adalah padi yang tumbuh dari batang/jerami bekas panenan petani. Batang itu bertunas dan berbuah kembali, tapi tidak pernah jadi apa-apa apalagi untuk dibuat benih, karena petani akan membajak sawah untuk memulai musim tanam dan sagakpun terbuang.

"Makanya, sagak bisa dikonotasikan sesuatu yang tidak berguna/bermanfaat. Ketika saya berusia 6 tahun bapak saya meninggal dunia dan di bangku SMP ibu saya meninggal. Begitu juga Junimart Girsang, orang tuanya meninggal dunia ketika dia masih kecil. Orang-orang seperti kami sangat sulit menggapai cita-cita, tapi tiada yang mustahil bagi Tuhan, kami bisa bisa berdiri tegak seperti hari ini maka sagak itu bisa jadi benih," kata Trimedya Panjaitan.

Lewat lagu "Sagak Gabe Boni", karya kedua anak Medan ini, mereka memotivasi generasi muda, meskipun dari latar belakang keluarga susah tapi jangan takut untuk berkarya. "Jangan mudah menyerah, atau minder karena berasal dari keluarga biasa-biasa. Mimpi akan terwujud jika gigih dan tetap mengandalkan Tuhan di dalam hidup," tuturnya.

Festival trio penyanyi Batak ini kata politisi PDI Perjuangan ini berawal dari usulan personil Style Voice supaya dibuat festival agar trio-trio Batak makin bergairah. Kemudian Trimedya berdiskusi dengan Junimart dan setuju. Lalu mereka berdua menciptakan lagu untuk difestivalkan. Trimedya dan Junimart memiliki latar belakang yang sama yakni seorang pengacara, cepat ditinggal pergi sang ayah dan sama-sama jadi Anggota DPR RI  Komisi III Fraksi PDI Perjuangan. Selain Trimedya dan Junimart, festival ini didukung Ir Tarianus Panjaitan, Sumihar Panjaitan dan Boydo HK Panjaitan.

Dari rencana itu, terciptalah lagu Sagak Gabe Boni menjadi lagu wajib festival dan Banteng Senayan dari Medan salah satu lagu pilihan. Mereka membuat lirik lagunya dan Willy Hutasoit personil Style Voice menyempurnakannya, maka jadilah festival digelar oleh Style Voice Production.Festival ini memperebutkan total hadiah Rp 120 juta, juara I RP 40 juta, juara II tropi dan uang RP 30 juta, masing-masing dapat tropi. Kemudian juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta dan harapan III RP 5 juta.

"Sumut dipilih karena gudangnya trio, kami sebagai penikmat lagu Batak sangat rindu lahirnya trio-trio baru yang populer. Lima tahun terakhir tidak ada  (stagnan) trio Batak  dari anak muda,  mengikuti  jejak Style Voice. Makanya lewat festival ini lahir trio Batak yang handal dan melahirkan trio-trio lainnya. Juara pertama festival ini  akan kami ajak rekaman dan buatkan albumnya berikut promosinya," tegasnya.

Turut hadir Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpaw. Jenderal polisi bintang dua ini  merasa bangga kepada Trimedya Panjaitan dan Junimart Girsang meski sibuk bekerja memikirkan bangsa dan negara tapi masih bisa berpikir untuk ide-ide yang berkaitan dengan potensi pemuda daerah tapi  menjadi konteks nasional.
"Banyak talenta yang dimiliki pemuda, tapi perlu bimbingan, tuntunan dan saluran, karena mereka generasi bangsa. Sehingga mereka tidak tergerus arus globalisasi yang bisa menerpa generasi muda," tutur Kapoldasu.

Turut hadir Sekretaris Jampidsus Sudung Situmorang SH MH, Wakapoldasu Brigjen Pol Drs Agus Andrianto,  Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus,  Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap. Pembina festival Ir Tarianus Panjaitan, Sumihar Panjaitan, Boydo HK Panjaitan. Hadir juga sejumlah pejabat utama Poldasu seperti Direskrimsus Kombes Pol Toga Panjaitan, Wadireskrimsus AKBP Dr Maruli Siahaan SH MHum, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, Kapolres Samosir AKBP Donald Simanjuntak, Ketua SPI Porman Naibaho, tokoh masyarakat Sumut Sanggam SH Bakara, Ketua DPC PDIP Kota Medan Hasyim SE, tokoh masyarakat Pakpak Richard Eddy M Lingga SE dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada grand final ini panitia menghadirkan juri dari Jakarta yakni: Samuel Wattimena (Ahli desainer), Rizaldi Siagian (budayawan), Tarida Hutauruk, Reinhard Amat Amigos dan Siska Sianturi. Para grandfinalis terdiri dari: Perjuangan Silalahi Sister (P Siantar), Beat Trio (Medan), Andilo Trio (Porsea/Tobasa), Roxy Voice (Tarutung/Taput), Ladostar (Medan), I7C Voice (Unimed/Medan), Tioma Trio (Medan), Brilliant Voice (Medan), Divana Trio (P siantar), Quantiz Trio (Medan), Harmony Sister (Medan), Main Voice (Medan).Tampil sebagai juara I Quantiz Trio dari Medan, juara II Main Voice (Medan), juara III Brilliant Voice (Medan), juara harapan I I&C Voice, harapan II Ladostar (Medan) dan harapan III Andilo Trio (Porsea/Tobasa). Lagu pilihan:  Banteng Senayan Dari Medan ciptaan Trimedya Panjaitan dan Junimart Girsang, Unang Jaishon, Leleng Hupaima ciptaan Tilhang Gultom, dan Alani Tangiang ciptaan Boydo Panjaitan. (A10/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pimpinan DPR Minta Calon Pemimpin Tak Hanya Kejar Popularitas
Novanto Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Pencegahan ke Luar Negeri
Kayuh Sepeda Kuning, Jokowi Bagikan Sepeda Merah
Viral Video Siswa SD Hisap Vape, KPAI Minta Ortu Turun Tangan
Said Aqil Minta Pencatut Logo PBNU di Iklan Kondom untuk LGBT Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU