Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Perkosa Putrinya 646 Kali, Ayah di Malaysia Terancam Dibui 12.000 Tahun
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:06:44
SIB/INT
Ilustrasi.
Kuala Lumpur (SIB) -Seorang pria Malaysia terancam hukuman 12.000 tahun dipenjara karena diduga melakukan pelecehan seksual 646 kali terhadap putrinya sendiri. Kejahatan seksual itu diduga dilakukan selama enam bulan saat remaja tersebut tinggal bersama predator yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

Harian The Independent, Kamis (10/8), melaporkan, pejabat pengadilan di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, memerlukan waktu dua hari penuh untuk membacakan semua 646 tuduhan terhadap pria berusia 36 tahun, yang telah bercerai dari istrinya.

Dia didakwa dengan 599 tuduhan sodomi terhadap anak perempuannya yang berusia 15 tahun, serta jumlah inses, perkosaan, dan kejahatan seks lainnya, semua diduga dilakukan dalam periode enam bulan ketika gadis itu tinggal bersamanya. Terdakwa, yang tidak dapat disebutkan namanya untuk melindungi identitas putrinya, menolak semua tuduhan dan kasus tersebut.

"Dia bakal menghadapi hukuman penjara lebih dari 12.000 tahun," kata Aimi Syazwani, seorang wakil jaksa penuntut umum, kepada AFP di sebuah pengadilan khusus, yang baru dibentuk untuk kejahatan seks terhadap anak-anak di ibu kota pemerintahan, Putrajaya.

Untuk setiap tuduhan sodomi, terdakwa bisa dikenai hukuman penjara maksimal 20 tahun, serta hukuman cambuk. Ayah yang bejat itu juga menghadapi tuntutan pemerkosaan yang dikenai hukuman maksimal 20 tahun, dan 30 tuduhan lainnya yakni melakukan penyerangan seksual, masing-masing dikenai hukuman, hingga 20 tahun penjara.

Jaksa memperingatkan adanya kemungkinan pria tersebut bakal melarikan diri atau mengintimidasi saksi. Namun, hakim Yong Zarida Sazali membantah kemungkinan itu. Terdakwa, yang bekerja memasarkan produk investasi, ditangkap pada Juli 2017 ini setelah ibu sang gadis korban perkosaan itu melaporkan kekerasan seksual atas anaknya ke polisi.

Terdakwa memiliki anak-anak lain, dan korban adalah anak perempuan tertuanya. Dia dikatakan telah memiliki hak asuh atas anak itu sejak dia dan ibu anak tersebut bercerai dua tahun lalu. Pengadilan yang didedikasikan khusus untuk kejahatan seksual terhadap anak-anak didirikan di Malaysia pada Juni 2017 setelah serentetan kejahatan seksual yang keji di negara itu.

Pengadilan akan fokus pada pelanggaran seperti pornografi anak, perawatan anak, dan serangan seksual anak bersamaan dengan Undang-Undang Pelanggaran Seksual terhadap Anak yang disahkan awal tahun ini. Perkawinan anak belum dikriminalisasi di negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sebelumnya, seorang anggota parlemen mengklaim, anak perempuan yang berusia sembilan tahun "secara fisik dan spiritual" siap untuk menikah. (kps/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Start Impresif, MU Tak Over Pede
Rencana Pembelian Messi oleh City Bisa Mengguncang Bursa Transfer
Iniesta Bisa Saja Tinggalkan Barca
Ramos: Ada yang Tak Senang dengan Kesuksesan Madrid
Rooney Cetak Gol ke-200 di Premier League
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU