Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Peringati Hari Anak di Pekanbaru
Jokowi: Anak di Bawah 13 Tahun Tak Boleh Main Facebook
* 930 Narapidana Anak Dapat Remisi
Senin, 24 Juli 2017 | 11:09:00
SIB/Ant/Rony Muharrman
MAIN SULAP: Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi menghibur anak-anak dengan bermain sulap pada acara puncak perayaan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, Minggu (23/7).
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo menyoroti media sosial yang juga marak dikenakan oleh anak-anak. Jokowi mengingatkan agar anak di bawah 13 tahun tidak bermain Facebook.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam peringtan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang digelar di Lapangan Daerah Pauh Janggi, Pekanbaru, Riau (23/7). Jokowi menyapa anak-anak dan bertanya soal media sosial.

"Anak-anakku, siapa yang senang bermain media sosial? Coba ada yang mau bertanya silakan maju ke sini," kata Jokowi.

Majulah seorang siswa bernama Grace. Dia bertanya ke Jokowi soal penggunaan Facebook.

"Nama saya Grace. Saya mau bertanya, Pak saya tidak boleh pakai Facebook? Kata mama harus pakai Facebook mama," kata Grace.

Jokowi balik bertanya. "Umur Grace berapa?" tanya Jokowi.

"Sebelas tahun Pak," jawab Grace.
"Jadi, anak-anak, bapak ingin beritahukan kalau mau main Facebook umur di bawah 13 tahun tidak boleh, aturannya begitu. Kalau lebih dari 13 tahun boleh main, tapi diawasi bapak ibu, agar dibimbing anak-anak menggunakan medsos dengan baik," jelas Jokowi.

Jokowi pun menyarankan Grace jika ingin bermain Facebook, maka gunakan akun akun milik orang tuanya.

"Grace ingin main Facebook? Sementara ini tidak boleh, harus nebeng ke Facebooknya mama," kata Jokowi.

Jokowi juga bertanya soal waktu belajar Grace. Jokowi menyarankan Grace agar menambahkan waktu belajar yang biasa dilakukan selama 2 jam.

"Tambah dikit lagi nggak apa-apa. Pulang sekolah belajar dikit. Nanti malam juga belajar lagi, tapi kalau pas libur boleh bermain, sore juga boleh bermain," katanya.

"Grace kalau main, mainnya apa?" tanya Jokowi kembali.

"Main HP (handphone)," kata Grace.
Di akhir pembicaraan, Jokowi menghadiahkan Grace satu sepeda karena sudah berani untuk bertanya langsung ke Presiden.

"Nih sepedanya diambil. Terima kasih, belajar yang giat," kata Jokowi.

Jokowi Main Sulap
Untuk pertama kalinya, Presiden Joko Widodo memamerkan aksi sulap ke khalayak umum. Bahkan, Jokowi meminta istrinya, Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjadi asistennya.

Aksi sulap itu dilakukan di depan ribuan anak-anak dari seluruh Indonesia yang berkumpul dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017, di Lapangan Gedung Daerah Pauh Janggi, Pekanbaru, Riau. Jokowi dengan penuh percaya diri ingin menujukkan aksi sulap yang diakuinya sudah berlatih berhari-hari.

"Anak-anak, Ibu Negara Iriana Jokowi Pak Jokowi minta maju untuk bantu Pak Jokowi main sulap. Ini Pak Jokowi sudah berlatih berhari-hari," kata Jokowi disambut tepuk tangan anak-anak.

Iriana kemudian menunjukkan sebuah tongkat. "Ini tongkat ajaib," katanya. Jokowi meminta anak-anak untuk berhitung 1,2 dan 3.

Haapp, tongkat yang dipegang Jokowi kemudian berubah menjadi setangkai bunga. Dia pun menyerahkan bunga itu ke Iriana.

"Ni, Bu Jokowi," kata Jokowi.
Jokowi melanjutkan aksi sulapnya. Kali ini berkenaan dengan bola. Jokowi memegang dua bola. Sementara itu dia meminta Iriana untuk menunjukkan tangannya ke anak-anak yang kosong, tak memegang apa-apa.

Jokowi meminta anak-anak untuk berhitung. Tiba-tiba tangan Iriana memegang bola. Tepuk tangan menggema untuk Jokowi dan Iriana.

Ada lagi aksi sulap Jokowi dan Iriana yang menunjukkan sebuah kotak. "Ini kotak kosong kan ya?" kata Jokowi menujukkan ke depan anak-anak.

Anak-anak kemudian diminta berhitung hingga tiga. Tiba-tiba kotak tersebut mengeluarkan bola. Jokowi lalu menunjukkan kembali kotak tersebut, dan kembali kosong. Kejadian yang sama berulang.

Terakhir, Jokowi menunjukkan sebuah kantong warna merah. Jokowi memperlihatkan kantong tersebut ke anak-anak. "Kosong kan? Kosong. Kosong loh ya," kata Jokowi.

Jokowi meminta salah satu anak untuk maju. Anak tersebut kemudian diminta untuk merogoh kantong tersebut yang ternyata berisi sebuah jam tangan.
"Loh, ada jam tangan. Sudah, jam tangannya buat kamu. Ambil," kata Jokowi.

Dapat Remisi
Sementara itu, Kemenkumham memberikan remisi kepada 930 anak yang sedang menjalani proses kurungan penjara. Pemberian remisi kepada narapidana anak itu dalam rangkaian memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini.

"Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, sebanyak 930 anak yang sedang menjalani pidana memperoleh remisi," ujar Kasubag Publikasi Humas Ditjenpas Syarpani.

Syarpani mengatakan, pemberian remisi kepada anak-anak tersebut supaya bisa dijadikan momentum untuk merenungi kesalahan dan perbuatannya. Diharapkan anak-anak yang bebas setelah mendapat remisi dapat menjadi generasi penerus bangsa.

"Pemberian remisi diharapkan untuk meningkatkan motivasi kepada anak pidana agar senantiasa berkelakuan baik dan agar kelak bebas tetap menjadi generasi penerus harapan bangsa," ucapnya.

Dari 930 anak tersebut, wilayah yang paling banyak memberikan remisi ke anak adalah Sumatera Selatan.

"Adapun wilayah yang memperoleh remisi terbesar adalah kantor wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan sebanyak 104 anak, disusul Jawa tengah sebanyak 103 anak dan di Sumatera Utara sebanyak 94 anak," ujarnya.

Menteri PPPA dalam sambutannya mengatakan, sebelum puncak Hari Anak Nasional tersebut, sejumlah kegiatan terkait telah dilaksanakan di Pekanbaru, termasuk pertemuan Forum Anak Nasional.  Dipilihnya Riau sebagai tuan rumah, katanya, karena angka kekerasan terhadap anak masih tinggi di Riau, demikian juga angka pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Secara nasional, lanjutnya, Riau tercatat nomor dua terbesar dalam kasus-kasus tersebut.  Dengan dilaksanakannya puncak Hari Anak Nasional di Riau, diharapkan muncul gerakan bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat sehingga muncul kesadaran dan angka kekerasan terhadap anak, pernikahan dini dan KDRR di Riau bisa turun.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berterima kasih karena Riau kembali dipercaya sebagai tuan rumah untuk kegiatan berskala nasional. Turut hadir,  Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno, Kepala Badan Kreatif Indonesia Triawan Munaf, sejumlah gubernur, bupati dan wali kota, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Usai acara, presiden menghadiri sejumlah agenda lain di Riau, termasuk penyerahan 6.000 sertifikat hak atas tanah dalam program strategis nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru dan meninjau pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai.  (detikcom/G11/d)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Minta Mereka yang Terima Suap Segera Mengembalikan
Kejari Labuhanbatu Pelajari Penggunaan Anggaran Penyusunan Dokumen Perencanaan Pemukiman Kumuh Rp1,5 M
GMPG Polisikan 3 Petinggi Golkar Terkait Dugaan Pemalsuan AD/ART
Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Kaum LGBT Jangan Dimusuhi
Libur Akhir Tahun, Menhub Imbau Warga Mudik Sebelum 22 Desember
KOMENTAR PEMBACA:
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
Semoga bermanfaat, terimakasih atas infonya. sukses terus



Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU