Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Sita 1.000 Ton Lebih Beras
Kapolri: Negara Rugi Ratusan Triliun Rupiah
Sabtu, 22 Juli 2017 | 11:13:24
SIB/detikcom
LOKASI: Lokasi penggerebekan beras oleh Satgas Pangan milik PT IBU di Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7) yang merugikan negara ratusan triliun rupiah. Di lokasi itu ditemukan 1.161 ton beras dan telah diberikan police line.
Bekasi (SIB)- Sebanyak 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) di Kabupaten Bekasi disita Satgas Pangan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga perusahaan tersebut telah rugikan negara ratusan triliun.

"Ini nggak main-main. merugikan masyarakat dan negara, sampai nilainya ratusan triliun (rupiah)," kata Tito saat penggerebekan, Kamis (20/7) malam.
Pabrik tersebut berlokasi di Jalan Rengas KM 60 Kecamatan Kedung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tito tampak didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf saat mendatangi lokasi.

Tito menjelaskan, pihaknya akan memeriksa 15 orang terkait penggerebekan ini. Setelah itu baru ditentukan tersangka utamanya.

"Kita akan periksa 15 orang itu, lalu kita tentukan mana tersangka utama dan tersangka pembantu. Kita kenakan Undang-undang konsumen dan pasal 382 bis KUHP," ujarnya.

Produsen beras cap Ayam Jago itu memanipulasi label dalam kemasan. Mereka menjual beras subsidi dengan label beras premium.

"Mereka menjual beras medium seharga beras premium. Beras subsidi dikemas seolah-olah barang premium supaya harganya tinggi sekali," ujar Tito.
Modus operandi yang dilakukan perusahaan itu adalah mengemas beras subsidi jenis IR64 dengan label cap Ayam Jago dan Maknyuss.

"Padahal beras IR64 adalah beras medium yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp 9 ribu per kilogram. Setelah dibungkus dan dilabeli, mereka jual seharga Rp 20 ribu," tutur Tito.

Terancam 5 Tahun Bui
Pelaku manipulasi kualitas 1.161 ton beras terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Penyidik menduga terdapat tindak pidana dalam proses produksi dan distribusi beras yang dilakukan PT IBU sebagaimana diatur dalam pasal 382 Bis KUHP dan pasal 141 UU 18 tahun 2012 tentang Pangan serta pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Agung Setya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (21/7).

"Penyidik menduga mutu dan komposisi beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago yang diproduksi PT IBU, tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada Label. Hal ini didasarkan pada hasil laboratorium pangan terhadap merek beras tersebut," tutur Agung.

Pabrik milik PT IBU terletak di Jalan Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat. Diketahui mereka menjual beras dengan harga Rp 13.700 dan Rp. 20.400 per kg. Harga tersebut tak sesuai dengan kualitas beras yang dijual.

"Harga penjualan di tingkat konsumen terhadap beras produk PT IBU tersebut juga jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp. 9.000 per Kg. Keuntungan yang besar tidak terdistribusi dengan petani dan konsumen beras secara adil," ujar Agung.

Tindakan yang dilakukan oleh PT Ibu tersebut menurut ahli pidana dapat dikatagorikan sebagai perbuatan curang untuk memperluas perdagangan yang dapat merugikan pelaku usaha lain.

"Tentunya para pelaku usaha yang terkait dengan pangan harus mengikuti harga acuan bahan pangan yang diatur pemerintah, saat ini aturan tersebut telah diperbaharui melalui Permendag 47 tahun 2017 yang ditetapkan tanggal 18 Juli 2017," jelas Agung. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Iniesta Bisa Saja Tinggalkan Barca
Ramos: Ada yang Tak Senang dengan Kesuksesan Madrid
Rooney Cetak Gol ke-200 di Premier League
JK Yakin Target Sponsor Rp1,5 Triliun Asian Games Terpenuhi
PDBI Medan Juara Umum Kejurda Piala Gubsu
KOMENTAR PEMBACA:
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
sangat menarik dan terupdate gan



Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU